Ulah Walpri Wagub Jabar Aniaya hingga Cabuti Kumis Pemuda Garut

Round-Up

Ulah Walpri Wagub Jabar Aniaya hingga Cabuti Kumis Pemuda Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 20:00 WIB
Bukti pelaporan penganiayaan yang dilakukan polisi yang diduga ajudan Wagub Jabar
Bukti pelaporan penganiayaan yang dilakukan polisi yang diduga ajudan Wagub Jabar (foto: Hakim Ghani/detikJabar).
Garut -

Seorang oknum anggota Polri berinisial US diduga melakukan intimidasi dan penganiayaan terhadap empat orang remaja asal Garut, yang sedang berperkara di Polsek Bandung Wetan, Bandung. Polisi berpangkat Bripka tersebut kini dilaporkan ke Propam Polda Jabar.

Peristiwa dugaan penganiayaan dan intimidasi yang dilakukan Bripka US, diketahui terjadi di Polsek Bandung Wetan, Kota Bandung, pada akhir September 2022 lalu.

Kejadian tersebut, diketahui bermula dari pertikaian remaja di klub malam, yang melibatkan seorang pria asal Tasikmalaya berinisial R, dengan empat orang pemuda asal Garut masing-masing HAF, HA, BB dan LL.


"R datang dengan wanita. Salah satu anak kami, kenal dengan wanita tersebut. Karena salah paham, akhirnya menjadi keributan biasa anak muda," ungkap Deni, orang tua salah satu dari empat pemuda kepada wartawan di Garut.

Deni mengatakan, R singkat cerita melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandung Wetan. Polisi yang menerima laporan, kemudian mengamankan empat pemuda untuk dimintai keterangan, termasuk anaknya, LL.

Saat proses pemeriksaan di Polsek Bandung Wetan itu kemudian masalah terjadi. Bripka US tetiba datang bersama dua orang rekannya ke kantor Polsek. Menurut Deni, US mengaku sebagai ajudan Wagub Jabar kepada penyidik.

"Kemudian langsung bertanya kepada anak-anak.... Siapa tadi yang nyeroyok adik saya (R), udah aja sekalian sama saya berantemnya. Kalian tahu ini apa... Sambil memperlihatkan pistol," ucap Deni.

Deni mengatakan, anak-anaknya juga mengalami kekerasan. Ada yang diinjak dan dipukuli kakinya, ada juga yang ditendang. Yang paling parah, kata Deni, ada yang dicabuti kumisnya oleh US.

"BB, itu mungkin karena dia yang awalnya berantem sama R, dia dicabuti kumisnya," ucap Deni.

Deni mengaku berang bukan main saat anaknya melapor aksi 'bang jago' yang dilakukan US tersebut. Sebab, kata Deni, US bukan polisi yang bertugas di Polsek Bandung Wetan. Melainkan Pengawal Pribadi (Walpri) Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum, yang tercatat sebagai anggota Polres Tasikmalaya Kota.

"Saya tahu beberapa hari setelah kejadian, ada jeda dari penyidikan kemudian anak-anak cerita," katanya.

Deni kemudian mengadukan insiden tersebut ke Bid Propam Polda Jawa Barat di Bandung pada Jumat (18/11) lalu. Selain melaporkan US, Deni juga melaporkan seorang rekan US, yang juga diduga kuat melakukan penyiksaan.

"Itu juga sama polisi, temannya US. Kalau penyidik dari Polsek Bawet sendiri, saya nilai sudah cukup baik. Mereka kooperatif dan tidak melakukan kekerasan ke anak-anak," ujar Deni.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum, terkait oknum polisi yang mengaku ajudannya lalu diduga menganiaya pemuda Garut di Bandung.

"Saya serahkan pada pihak kepolisian saja. Muhun, Abdi tahu anggotanya (Iya saya tahu anggotanya). Tapi prosesnya biar di kepolisian saja," ujar Uu saat dihubungi detikJabar, Kamis (24/11/22) pagi

(mso/mso)