Kronologi Versi Pelapor soal 'Ajudan' Wagub Jabar Aniaya Pemuda Garut

Kronologi Versi Pelapor soal 'Ajudan' Wagub Jabar Aniaya Pemuda Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 12:22 WIB
Bukti pelaporan penganiayaan yang dilakukan polisi yang diduga ajudan Wagub Jabar
Bukti pelaporan penganiayaan yang dilakukan polisi yang diduga ajudan Wagub Jabar (Foto: Hakim Ghani/detikJabar)
Bandung -

Empat orang pemuda asal Garut, diduga menjadi korban intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oknum anggota Polri. Aksi itu terjadi, saat keempat pemuda berperkara di Polsek Bandung Wetan.

Kejadian tersebut bermula dari keributan yang melibatkan seorang pemuda berinisial R asal Tasik, dengan empat orang pemuda asal Garut inisial HAF, HA, BB dan LL di tempat hiburan malam yang ada di Kota Bandung.

"Kejadiannya tanggal 27 September," kata Deni, orang tua satu dari empat pemuda Garut kepada wartawan.


Deni menjelaskan, saat kejadian, R membawa teman wanita ke tempat hiburan tersebut. Menurut keterangan anaknya, salah satu rekan sang anak mengetahui perempuan tersebut dan berbincang dengannya. Namun, malah terjadi kesalahpahaman dan berujung pertikaian.

"Karena R juga sedang mabuk. Kemudian terlibat perkelahian biasa anak muda," katanya.

Singkat cerita, usai terjadi perkelahian, R melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandung Wetan. Kemudian, polisi yang menerima laporan kemudian menindaklanjuti. Empat orang pemuda Garut tersebut kemudian diamankan dan dimintai keterangan.

Deni mengatakan, yang menjadi masalah, saat proses interogasi dilakukan di Polsek, datang seorang oknum anggota Polri berpangkat Bripka, inisial US. Kepada penyidik, kata Deni, US mengaku sebagai ajudan Wakil Gubernur Jawa Barat.

"Kemudian datang oknum ini, yang mengaku sebagai ajudan Wakil Gubernur. Pangkatnya Bripka inisial US," katanya.

Deni mendapat laporan dari anaknya, jika US melakukan kekerasan dan intimidasi kepada empat pemuda. Laporan tersebut, diterima Deni, selang beberapa hari anaknya berada di Polsek Bandung Wetan.

"Ada yang ditendang, dipukuli kakinya. Mengintimidasi juga. Ada bahasa kurang lebih seperti ini... kalian tahu ini apa, sambil memperlihatkan pistol," katanya.

Mendengar laporan tersebut, Deni mengaku berang. Sebab, oknum anggota Polri tersebut dianggap menyalahi aturan dan tidak dalam kapasitasnya. Sebab, menurut informasi yang Deni dapatkan, oknum tersebut merupakan anggota Polresta Tasikmalaya. Sedangkan kejadian itu berlangsung di Bandung.

"Kemudian kalau memang ajudan Wakil Gubernur, memang kenapa. Enggak bisa seenaknya seperti itu menganiaya anak orang," pungkas Deni.

Menindaklanjuti hal tersebut, Deni kemudian melaporkan kejadiannya ke Bid Propam Polda Jawa Barat. Pelaporan dilakukan pada Jumat (18/11) lalu.

Saat dikonfirmasi detikJabar, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo sendiri mengaku akan mengecek laporan tersebut.

"Masih dicek," kata Ibrahim via pesan singkat.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum mengaku mengetahui oknum anggota Polri yang dimaksud. Namun, Uu membantah jika itu merupakan ajudannya.

"Itu bukan ajudan ya, tapi Walpri (Pengawal Pribadi)," kata Uu saat dihubungi detikJabar, Kamis (24/11/2022) pagi.

Uu menambahkan, dirinya menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib. "Saya serahkan pada pihak kepolisian saja. Muhun (iya), abdi tahu anggotanya (saya tahu orangnya). Tapi prosesnya biar di kepolisian saja," pungkas Uu.

(yum/yum)