Pilu Hairul yang 12 Anggota Keluarganya Tewas Akibat Gempa Cianjur

ADVERTISEMENT

Visual 360

Pilu Hairul yang 12 Anggota Keluarganya Tewas Akibat Gempa Cianjur

Ikbal Selamet - detikJabar
Selasa, 22 Nov 2022 19:30 WIB
Reruntuhan akibat gempa Cianjur.
Reruntuhan akibat gempa Cianjur. (Foto: Istimewa)
Cianjur -

Kisah memilukan dirasakan para korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang menewaskan 268 orang. Bahkan, Haerul (39) salah seorang korban bencana di Desa Benjot Kecamatan Cugenang dirundung duka mendalam usai kehilangan 12 anggota keluarganya dalam peristiwa gempa tersebut.

Haerul mengungkapkan saat peristiwa gempa bumi, dirinya sedang dalam perjalanan dari Sukabumi menuju Cianjur. Begitu mendapatkan kabar jika pusat gempa berasa di wilayah Cugenang, Cianjur, dirinya segera memacu kendaraannya agar bisa secepatnya tiba di rumah untuk memastikan kondisi keluarganya.

Tangis pun pecah ketika Haerul dihadapkan dengan kenyataan jika rumahnya ambruk rata dengan tanah. Terlebih setelah dia mengetahui jika ibunda tercintanya tertimpa bangunan rumah saat berada di kamar mandi.

"Rasanya sedih, bingung, tidak percaya, campur aduk saat kejadian kang. Apalagi tahu ibu masih di dalam dan tertimbun, menangis saya kang," ucap dia, Selasa (22/11/2022).

Dia pun sempat berusaha mencari sendiri ibundanya, berharap surganya tersebut masih hidup dan berhasil diselamatkan. Namun berat dan banyaknya puing bangunan membuat usahanya tak berbuah hasil.

Pada akhirnya sang ibu berhasil ditemukan pada Selasa (22/11) pagi usai dibantu warga dan relawan. Sayangnya nyawa sang ibu tak berhasil diselamatkan. "Ibu saya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, tertimpa reruntuhan bangunan," kata dia.

Selain sang ibu, Haerul juga dihadapkan dengan kenyataan dimana 11 anggota keluarga besarnya juga menjadi korban meninggal dalam bencana gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo tersebut.

"Total ada 12 orang keluarga besar saya, termasuk ibu saya yang meninggal. Sedih rasanya, apalagi mereka keluarga dekat, tempat tinggal kami juga berdekatan. Bahkan ada juga dua anggota keluarga saya yang belum ditemukan, masih tertimpa reruntuhan," ungkapnya.

Kini seluruh anggota keluarga yang meninggal sudah dimakamkan di pemakaman umum yang sama di Desa Benjot. "Tadi sudah dimakamkan, semua dimakamkan di pemakaman umum yang sama," kata dia.

Meski pilu, namun dia tetap berusaha tegar. Dia pun berusaha menutupi kepedihan di depan istri dan anaknya dengan tetap tersenyum. "Sedih pasti, tapi saya harus tegar dan berpikir jernih. Karena masih ada istri dan anak yang harus saya perhatikan setelah bencana ini," ucap dia.

Kini, Haerul dan keluarganya tinggal di tenda darurat yang dibuat di halaman rumahnya. "Sementara kita tinggal di tenda depan rumah. Rencananya keluarga besar mau kumpul di satu titik, membangun tenda. Supaya bisa saling menguatkan," pungkasnya.

(iqk/iqk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT