Warga Diminta Waspada Kemunculan 'Si Euis' di Sungai Cikaso Sukabumi

Warga Diminta Waspada Kemunculan 'Si Euis' di Sungai Cikaso Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 17:00 WIB
Kemunculan Euis, buaya Sukabumi.
Buaya Sukabumi (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Camat Cibitung, Kabupaten Sukabumi Anna Rudianugraha berkomentar soal kemunculan buaya Sungai Cikaso yang dinamai Si Euis oleh warga. Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan gangguan akibat kemunculan buaya betina tersebut.

Anna menyebut pihaknya tetap mengimbau agar warga tetap waspada dan memilih untuk mengalah ketika buaya bernama Euis itu muncul di Sungai Cikaso. Karena menurut Anna, Sungai Cikaso sudah menjadi habitat hewan liar tersebut.

"Alhamdulillah tidak ada laporan buaya itu menyerang dan mengganggu warga, pasti imbauan terus kita lakukan. Terlebih yang beraktivitas di sungai itu kan bukan hanya masyarakat Cibitung tapi juga ada yang dari tetangga kita di (Kecamatan) Tegalbuleud," kata Anna kepada detikJabar, Jumat (30/9/2022).



Hebohnya cerita kemunculan si Euis dikatakan Anna, berawal dari sejumlah relawan pengantar bantuan ke Kedusunan Kadusahung, Kampung Ciloma. Menurut informasi dua kali si Euis menyapa relawan dan terekam kamera.

"Kejadian dua kali kan pada waktu penyaluran bantuan ada buaya kita langsung sampaikan imbauan, harus waspada terutama kami juga tim penyalur bantuan setiap hari kita ke Ciloma pakai perahu," ucapnya.

"Kita waspada tetap, bukan hanya masyarakat tapi juga kepada rekan-rekan yang memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak mulai dari kesehatannya kemudian administrasi dan lainnya. Bagaimanapun proses penyaluran bantuan harus tetap berjalan, harus semangat meskipun ada buaya di Sungai Cikaso," sambung Anna.

Sementara itu, Dian Rahayu, warga Kampung Ciniti, Desa/Kecamatan Cibitung menyebut sejauh ini tidak ada larangan secara umum agar warga tidak beraktivitas di sungai. Hanya masing-masing keluarga memang terkadang melarang anak-anak mereka berenang atau aktivitas lainnya di Sungai Cikaso.

"Larangan secara umum untuk anak-anak berenang tidak ada, mungkin dari orang tua masing-masing karena bagaimanapun mereka juga merasa khawatir. Meskipun banyak warga yang beraktivitasnya di Sungai Cikaso," kata pria yang akrab disapa Iyang itu kepada detikJabar.

Sejak banjir, aktivitas warga di sungai tidak lantas surut. Terlebih ada berkah yang datang menghampiri warga salah satunya berburu Kerang Toè atau Kijing yang bisa ditemukan di dasar sungai.

"Yang berenang masih banyak di sungai, di sini ada toe atau kerang kijing, kalau habis banjir yang mengambil kijing kan banyak. Kalau bicara waswas ya pasti waswas tapi kan bicaranya karena kebutuhan, mata pencaharian apa boleh buat," tutur Iyang.

"Di sini juga kan ada galian pasir di sungai, ambilnya secara tradisional pakai perahu berenang lalu menyelam. Demi dapur tetap ngebul kan bagaimana lagi ya, karena itu sudah menjadi mata pencaharian warga banyak aktivitasnya di air," pungkasnya.



Simak Video "Penampakan Pascabanjir Luapan Sungai Cikaso Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(sya/dir)