Cerita Telur Hilang dan Munculnya Buaya Euis di Sukabumi

Cerita Telur Hilang dan Munculnya Buaya Euis di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 12:35 WIB
Kemunculan Euis, buaya Sukabumi.
Buaya Euis di Sungai Cikaso, Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Cerita kemunculan buaya bernama Euis, penunggu Sungai Cikaso, Kabupaten Sukabumi terus bergulir. Pasca banjir yang terjadi pada Jumat (23/9/2022), malam buaya Euis dan teman-temannya makin sering menampakan diri. Mereka sering terlihat berenang dan berjemur di bantaran Sungai Cikaso.

Kabar lain datang, pasca banjir itu telur milik Buaya Euis ikut hanyut terseret banjir. Rumor beredar di warga Euis kerap muncul karena mencari telur-telur miliknya yang hilang. Namun kabar itu belum bisa dipastikan kebenarannya atau sekadar pemanis cerita di balik kemunculan buaya di Sungai Cikaso.

"Ada cerita yang menyebut kemunculan buaya itu karena Si Euis sedang mencari telurnya yang hilang, makanya sering terlihat berenang hilir mudik atau berjemur di bantaran sungai," kata Usman warga di sekitar lokasi kepada detikJabar, Kamis (29/9/2022).


Usman sendiri tidak begitu mempercayai cerita itu. Namun menurutnya Euis diketahui memang bertelur. "Ada warga yang katanya melihat telur si Euis di antara semak-semak, namun jumlahnya berapa saya kurang tahu. Tapi kabar soal buaya Si Euis bertelur juga sudah diketahui oleh aparat desa," ujarnya.

Kabar soal Euis bertelur dibenarkan Kades Cibitung, Iji Pahrudin. Ia menerima laporan dari warga jauh sebelum banjir Sungai Cikaso menerjang desanya. Ada 5 butir telur milik Euis di anak Sungai Cikaso yang ditemukan warga. Namun pasca banjir telur-telur itu hilang terbawa banjir.

"Telurnya ditemukan di Sungai Cidahon, anak Sungai Cikaso. Laporan warga saat itu ada 5 butir, hanya sekarang terbawa arus. Ketahuannya oleh masyarakat menyampaikan ke kita sebelum bencana banjir," ungkap Iji.

Iji mengatakan saat ini memang ada khawatir dirasakan warga pasca kemunculan buaya di Sungai Cikaso. Iji menyebut ada 5 buaya yang habitatnya di sungai, namun yang sering terlihat hanya 3 ekor.

"Warga khawatir karena apalagi sekarang pasca bencana makin sering menampakkan diri. Si Euis, Nyai, dan kawan-kawan, itu ada lima ekor, namun yang sering muncul tiga ekor," tutur Iji.

"Buaya itu informasinya seluruhnya ada enam namun pada tahun 2019, satu ekor tersangkut jaring, jadi tersisa lima ekor. Buaya yang terjaring oleh nelayan itu kemudian diserahkan ke dinas terkait," pungkas Iji menambahkan.

(sya/orb)