2.847 Transportasi Umum di Bandung Dapat Subsidi BBM 35 Liter/Bulan

2.847 Transportasi Umum di Bandung Dapat Subsidi BBM 35 Liter/Bulan

Arief Budiman - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 21:29 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna
Foto: Pemkab Bandung
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Perhubungan meluncurkan bantuan subsidi transportasi umum untuk pengendalian inflasi. Adapun jumlah kendaraan penerima subsidi BBM ini sebanyak 2.847 kendaraan.

Rinciannya, untuk bahan bakar Pertalite 2.721 kendaraan dan bahan bakar solar 126 kendaraan. Adapun jumlah trayek yang mendapat subsidi BBM sebanyak 58 trayek dengan rincian untuk trayek lokal sebanyak 41 trayek, trayek perbatasan sebanyak 16 trayek, dan untuk angkutan kawasan tertentu sebanyak 1 trayek.

Dalam peluncuran bantuan yang digelar di SPBU Cipetir Jalan Raya Soreang-Banjaran, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Iman Irianto secara simbolis langsung melakukan pengisian bahan bakar minyak ke kendaraan angkot.


Dadang memberikan motivasi dan semangat kepada para sopir angkot yang melakukan pengisian dan mendapatkan subsidi BBM tersebut.

"Mereka berasal dari 58 rayon atau trayek di Kabupaten Bandung dan satu bulannya akan diberikan 35 liter kali tiga bulan, jadi hampir 105 liter, Ini diberikan gratis untuk para angkot yang ada di Kabupaten Bandung," kata Dadang dalam keterangannya, Rabu (28/9/2022).

Ia berharap dengan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bandung, bisa membantu kesulitan para pengusaha angkot dan para sopir angkot yang ada di Kabupaten Bandung

"Juga kepada para penumpang jangan khawatir, kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung akan selalu hadir untuk mengawasi bagaimana keberlangsungan, dan saya dengan Pak Kapolresta Bandung, Pak Dandim Kabupaten Bandung, para Kepala Dinas dan Dinas Perhubungan tentunya fokus untuk bagaimana mengimbangi inflasi," katanya.

"Alhamdulillah, Kabupaten Bandung walaupun baru satu bulan, inflasi yang asalnya 4,94 persen, hari kemarin BI (Bank Indonesia) melaporkan dan menginformasikan bahwa Kabupaten Bandung saat ini inflasi berada di 4,1 persen," imbuhnya.

Dadang pun mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Kabupaten Bandung atas dukungannya, selain kepada para Kepala OPD, para camat, kepala desa, RW, RT, semua pihak, sehingga inflasi ini bisa ditekan. Dadang menyebut bantuan untuk menyikapi inflasi di Kabupaten Bandung sebesar Rp 22 miliar diambil dari APBD Kabupaten Bandung.

"Anggaran untuk pemberian subsidi BBM kepada para sopir angkot maupun para pengusaha angkot itu, berasal dari pergeseran APBD Kabupaten Bandung," sebutnya.

"Kemudian kita dapat bonus karena hasil dari kinerja sama-sama, ada penambahan DID (Dana Insentif Daerah) Rp 8,9 miliar, kita gulirkan untuk menghadapi inflasi ini. Totalnya sekitar Rp 31 miliar," imbuhnya.

Selain pemberian bantuan subsidi BBM untuk para sopir angkot, kata Dadang, Pemkab Bandung juga melaksanakan OPM Bersubsidi yang sudah berjalan di 22 kecamatan sebanyak 24.800 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

"Harga sembakonya Rp 160.000/paket, masyarakat hanya membayar Rp 68.750/paket dan subsidi dari APBD Kabupaten Bandung sebesar Rp 91.250/paket," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Iman Irianto mengatakan bahwa pihaknya melaksanakan launching program subsidi BBM khususnya untuk sektor transfortasi umum.

"Tujuannya adalah dalam rangka pengendalian tingkat inflasi di Kabupaten Bandung. Teknisnya, kami sudah mendata trayek lokal, yang menjadi kewenangan Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung adalah 2.847 kendaraan yang tersebar di 58 trayek se-Kabupaten Bandung dari mulai Nagreg sampai Rancabali," tuturnya.

Menurutnya, masing-masing kendaraan akan menerima subsidi BBM per harinya sebanyak 5 liter selama tujuh hari, sehingga sebanyak 35 liter per bulan.

"35 liter itu untuk bulan Oktober, Nopember, dan Desember 2022. Khusus hari ini adalah launchingnya untuk melayani rekan-rekan pengemudi angkutan umum trayek Soreang Banjaran, lokasinya di SPBU Cipetir," ucapnya.

Iman mengatakan untuk pelaksanaan launching hari ini sebanyak 20 kendaraan yang dihadirkan."Dengan adanya pemberian subsidi ini adalah untuk meringankan biaya operasional kendaraan dari para pengemudi dan pengusaha angkutan umum," katanya.

Dikatakan Imam, pihaknya bukan melakukan pendekatan kepada perorangan, tapi pendekatan kepada kendaraan angkutan umumnya. "SPBU-nya disesuaikan dengan lintasan masing-masing daerah. Contoh trayek Rancaekek, kita cari SPBU-nya di jalur Rancaekek itu," katanya.



Simak Video "Citayam Fashion Week Dimanfaatkan untuk Sosialisasikan Angkutan Umum Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)