Bupati Bandung Apresiasi Kinerja Jajaran Turunkan Inflasi

Bupati Bandung Apresiasi Kinerja Jajaran Turunkan Inflasi

Atta Kharisma - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 18:25 WIB
Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna
Foto: Pemkab Bandung
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Bandung mencatatkan penurunan inflasi daerah sebesar 0,84%, yakni dari 4,94% turun menjadi 4,1%. Meski hanya selisih 0,84%, Bupati Dadang Supriatna mengapresiasi seluruh perangkat daerah (PD) yang terus bersinergi mengendalikan inflasi.

"Alhamdulillah saya mendapatkan kabar bahwa kemarin inflasi Kabupaten Bandung yang asalnya 4,9% persen turun menjadi 4,1%. Ini sangat signifikan yang harus disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Bandung," ujar Dadang dalam keterangan tertulis, Selasa (27/9/2022).

Hal itu ia sampaikan di sela kegiatan Launching Operasi Pasar Murah (OPM) Bersubsidi Pengendalian Inflasi Daerah pada DP II, VI, dan VII di Kantor Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Dadang mengapresiasi seluruh inovasi yang dilakukan jajarannya dalam mengendalikan inflasi.


Di antaranya, OPM Bersubsidi di 31 kecamatan yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) dan penyerahan bantuan beras kepada masyarakat oleh Dinas Pangan dan Perikanan (Dispakan).

"Pada saat BBM naik, semua mencari solusi untuk bahu membahu membantu kebutuhan ekonomi masyarakat. Jika kita fokus bekerja, Insyaallah hasilnya pun akan nyata. Saya apresiasi semuanya, karena melakukan gerakan nyata di lapangan," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Kang DS itu menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk fokus dan serius dalam mengendalikan inflasi, khususnya yang berdampak pada terpuruknya sektor ekonomi.

"Dulu, saat menghadapi COVID-19 kita bisa bangkitkan ekonomi. Sekarang, kita juga dapat mengendalikan inflasi. Saya minta semua fokus bekerja, berstrategi dan berinovasi. Saya tidak mau mendengar masyarakat Kabupaten Bandung kelaparan," tegasnya.

Terkait Launching OPM bersubsidi, Kang DS mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 24.657 paket kebutuhan pokok masyarakat. Adapun paket kebutuhan pokok masyarakat berupa 5 kg beras premium, 3 kg gula kemasan dan 3 kemasan minyak goreng ukuran 1 liter.

Di hari pertama, sebanyak 22 kecamatan di daerah pembangunan (DP) III,IV dan V menjadi sasaran operasi dengan jumlah paket sebanyak 13.500. Sementara hari ke dua, operasi dipusatkan di Kecamatan Katapang dengan jumlah paket sebanyak 11.157 bagi masyarakat DP II, VI dan VII.

"Harga per paket dibanderol Rp 160.000. Namun Pemkab Bandung memberikan subsidi senilai Rp 91.750, jadi masyarakat hanya membayar Rp 68.750," pungkas Kang DS.



Simak Video "Kab Bandung Ulang Tahun, Masyarakat Dayeuhkolot Diberi 'Kado' Banjir"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/ega)