Polisi Tak Temukan Jejak Rem Mobil Matik dalam Laka Maut di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 19:43 WIB
Kecelakaan di Kota Sukabumi.
Kecelakaan mau di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Polisi telah menyelesaikan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kecelakaan itu menewaskan tiga orang yang merupakan sopir, penumpang dan pedagang asal Cianjur.

Polisi mengungkap tak ada jejak rem pada mobil matik Mitsubishi Xpander F 1349 OJ yang menyebabkan kecelakaan terjadi. Akan tetapi, pengakuan sopir sementara karena rem blong.

"Hasil olah TKP tidak ada bekas pengereman, jadi sempat wawancara singkat namun masih pendalaman," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat, Kamis (22/9/2022).


"Ini hanya sekedar informasi awal saja namun tidak bisa kami pastikan kebenarannya dari pengakuan yang diduga tersangka, karena tadi juga kita tidak bisa melakukan interogasi secara menyeluruh, (pengemudi mobil matik) mengatakan penyebab kecelakaan pengereman yang tidak berfungsi dengan baik atau rem blong namun itu perlu pembuktian," jelasnya.

Dia mengatakan pengemudi mobil matik Xpander inisial EH (71) tidak konsentrasi dan tidak memperhatikan kecepatannya hingga menabrak kendaraan lain. Jarak antara gerbang komplek hingga TKP sekitar 300 meter dan dengan kecepatan tinggi.

"Hasil olah TKP itu panjang jalan yang dilalui di komplek kurang lebih 300 meter jadi sepanjang itu kecepatan kendaraan memang cukup tinggi, saksi juga termasuk security yang menjaga palang pintu gerbang dari komplek perumahan mengatakan memang minibus itu bergerak dengan kecepatan cukup tinggi sehingga tidak bisa menguasai kendaraan angkutan umum tersebut," kata Jajat.

Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) akan melakukan ram check untuk menelusuri keterangan pengendara mobil matik yang sebabkan kecelakaan.

"Makanya besok kita akan mengadakan ram check yang bekerja sama dengan Disub kemudian akan berkordinasi dengan ATPM, agen pemilik mitsubishi, fungsi dari mesin tersebut apakah sesuai dengan disampaikan terduga pelaku atau ada faktor lain," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi tepatnya di persimpangan jalan depan perumahan Pesona Cibeureum Permai sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan yang menimpa angkutan kota itu menewaskan tiga orang warga di antaranya, satu orang sopir, satu orang penumpang dan satu orang pedagang cakwe.

Kondisi Sang Sopir Mobil Matik Maut

Kecelakaan maut mobil matik jenis minibus Xpander F 1349 OJ dengan mobil angkot F 1959 TZ yang menewaskan tiga orang terjadi di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/9/2022). Polisi mengungkap kondisi terkini pengemudi yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi.

"Korban menjadi 3 orang meninggal dunia dan 1 orang luka ringan yaitu pengemudi mitsubishi Xpander (penyebab kecelakaan)," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat di kantor Unit Laka, Kamis (22/9/2022).

Polisi masih menunggu kondisi sopir yang masih dalam perawatan tersebut. Diketahui, dia merupakan seorang wanita berinisial EH (71).

"Karena pengemudi ini juga mengalami luka dan sesak nafas sehingga masih dalam perawatan dan dokter yang menangani meminta untuk tidak dilakukan dulu wawancara atau interogasi," ujarnya.

"Jadi kita berdasarkan kemanusiaan tetap dalam pemantauan dan pengawasan, diberikan dulu perawatan sampai betul-betul yang bersangkutan bisa memberikan keterangan sesuai dengan yang kita butuhkan," kata Ajat, sapaan akrabnya.

Dia juga mengatakan penyebab kecelakaan masih didalami. Pasalnya dari keterangan para saksi menyebut jika mobil matik itu dikemudikan dengan kecepatan tinggi.

Saat kejadian berlangsung, EH sedang dalam perjalanan menuju Kebonjati, Kota Sukabumi setelah berkunjung ke rumah anaknya di perumahan Pesona Cibeureum Permai. EH juga mengendarakan mobil sendiri tanpa ada pendamping atau penumpang.

"Untuk sementara pengemudi Xpander yang posisinya kurang menguntungkan karena mengemudikan kendaraan dengan kurang konsentrasi dan kecepatan ini tidak memperhatikan pengendara lainnya, sehingga tabrakan bisa terjadi," katanya.

"Pengemudi ini baru pulang dari rumah anaknya, jadi ngejenguk anaknya di komplek. Yang bersangkutan akan menuju kembali ke rumahnya di Kebonjati, mobil milik sendiri, SIM kita sudah amankan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi tepatnya di persimpangan jalan depan perumahan Pesona Cibeureum Permai sekitar pukul 10.00 WIB. Kecelakaan yang menimpa angkutan kota itu menewaskan tiga orang warga di antaranya, satu orang sopir, satu orang penumpang dan satu orang pedagang cakwe.

(mso/mso)