Pecahnya Tangisan Disabilitas Korban Bullying di Cirebon

Round-Up

Pecahnya Tangisan Disabilitas Korban Bullying di Cirebon

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 21 Sep 2022 19:30 WIB
Kepala Desa (Kuwu) Bojong Kulon, Sudarso menunjukkan video aksi perundungan terhadap remaja berkebutuhan khusus di Cirebon.
Kades Bojong Kulon, Sudarso memperlihatkan video disabilitas jadi korban bullying. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Bandung -

Tangisan siswa disabilitas pecah saat mendapatkan perlakuan bullying atau perundungan dari sekelompok remaja berseragam SMA di Cirebon, Jabar. Video tangis kesakitan siswa disabilitas itu beredar di jagat maya.

Video perundungan itu menampilkan siswa SLB yang di-bully. Pundak korban ditendang, kemudian diinjak para pelaku yang berseragam SMA. Korban berteriak kesakitan. Tangis korban pun pecah!

Bejatnya, pelaku tetap tega melakukan aksi jahatnya itu kepada korban. Peristiwa sadis itu terjadi di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.


Kepala Desa (Kuwu) Bojong Kulon, Sudarso membenarkan adanya peristiwa itu. Aksi bullying itu dilakukan pelaku saat siang hari di area persawahan desa setempat.

"Iya betul. Itu kejadiannya di desa saya," kata Sudarso saat ditemui di Desa Bojong Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, Rabu (21/9/2022).

Aparat desa sempat mendatangi rumah pelaku setelah menerima laporan. Namun, pelaku sedang tak berada di rumahnya.

Hati Sudarso tersayat saat menerima laporan dan melihat video kekerasan terhadap siswa disabilitas itu. Kasus itu pun telah ditangani Polresta Cirebon.

"Korban memang penyandang difabel atau berkebutuhan khusus. Korban sendiri orangnya sangat baik. Mungkin semua orang yang melihat kejadian itu akan gemes," kata Sudarso.

Korban sendiri merupakan salah seorang siswa di SLB. Ia dikenal baik. Banyak orang yang peduli terhadap korban.

Pelaku Ditangkap

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton mengatakan, terduga pelaku yang melakukan aksi perundungan dan kekerasan terhadap pemuda difabel itu berjumlah empat orang. Saat ini, tiga dari empat orang terduga pelaku telah diamankan.

Penangkapan terhadap para terduga pelaku aksi perundungan dan kekerasan ini berdasarkan adanya laporan dari orang tua korban.

"Kita sudah melakukan pengecekan terhadap kejadian tersebut. Kemudian orang tua korban langsung membuat laporan polisi. Kemudian kita dari Satreskrim sudah melakukan upaya penangkapan dengan membawa para terduga pelaku," kata Anton di Mapolresta Cirebon, Rabu (21/9/2022).

Dikatakan Anton, terduga pelaku dalam kasus perundungan yang disertai dengan kekerasan ini rata-rata berusia 15 tahun dan masih berstatus sebagai pelajar SMA. Sementara korbannya merupakan pemuda berusia 17 tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui jika dalam melakukan aksi perundungan yang disertai dengan kekerasan terhadap pemuda disabilitas, para terduga pelaku memiliki peran masing-masing.

"Untuk sementara ini kita mengamankan tiga orang terduga pelaku. Pertama adalah yang diduga berperan melakukan penganiayaan atau Bully-an dengan cara menginjak-injak pundak korban. Kemudian kita juga mengamankan satu orang yang diduga melakukan tindakan pemukulan atau tendangan kepada korban. Kemudian kita juga mengamankan satu orang yang merekam video kejadian tersebut," kata Anton.

"Untuk sementara, pasal yang kita terapkan, yang pertama Pasal 80 jo 76 C UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dan juga kita terapkan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun dan maksimal 9 tahun," kata Anton.

Ridwan Kamil Ikut Bersuara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ikut geram atas aksi bullying atau perundungan yang dilakukan sejumlah remaja berseragam SMA kepada siswa berkebutuhan khusus di Cirebon. Ridwan Kamil menegaskan tak boleh ada aksi bully yang terjadi di lingkungan sekitar.