DLHK Tegur Pabrik Penyebab 'Hujan' Abu di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 11:30 WIB
Hujan abu di Bandung Barat
Hujan Abu di Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Kabupaten Bandung Barat -

Pabrik peleburan logam di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam sanksi karena diduga menjadi penyebab menimbulkan pencemaran udara dari emisi limbah batubara yang digunakan.

Warga Kampung Cibingbin, RT 03 dan 06, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Bandung Barat merasakan dampak negatif polusi abu batubara sejak beberapa bulan lalu.

Kasi Penyelesaian Sengketa dan Penaatan Hukum Lingkungan pada DLH KBB, Rudi Sutendi mengatakan sanksi tersebut bakal dijatuhkan pada pabrik yang bersangkutan jika tidak melakukan perbaikan sesuai arahan dari DLH KBB.


"Kalau sekarang belum ada sanksi karena baru tahap teguran dan pembinaan. Jadi sanksi diberikan kalau arahan kita (DLH) enggak dilaksanakan. Sanksinya bisa sampai penutupan dan pencabutan izin," ujar Rudi kepada detikJabar, Kamis (11/8/2022).

Rudi mengatakan pihaknya sudah melakukan verifikasi, hasilnya didapati jika cerobong asap yang digunakan pabrik tersebut belum memenuhi spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

"Katanya masih dalam rangka uji coba. Tapi sudah kami arahkan kalau nanti membangun cerobong yang baru, harus melibatkan ahli yang kompeten untuk perencanaan. Jadi nanti bukan cerobong asal-asalan yang dibuat," tutur Rudi.

Kemudian pihaknya juga telah meminta pabrik tersebut melakukan uji baku mutu emisi gas buang cerobong asap. Lalu pengujian udara ambien di lingkungan pabrik dan permukiman warga yang terdampak.

"Nah nanti yang diuji itu emisi dari cerobong asapnya aman atau enggak. Nanti lab yang bisa menjawab semua. Karena keluhan warga juga dibuktikan dengan baku mutu itu," tutur Rudi.

Temuan verifikasi tim DLH KBB itu ditindaklanjuti dengan membuat dan menyampaikan surat arahan terhadap pabrik tersebut untuk menyelesaikan segala bentuk dugaan pelanggaran.

"Sekarang baru pada tahap penyampaian surat arahan untuk pabrik itu, di surat arahan ada beberapa poin yang harus ditaati dan ditindaklanjuti pabrik termasuk aduan soal pencemaran dari cerobong asap," kata Rudi.

Jika arahan diabaikan oleh pabrik tersebut, kata Rudi, maka pihaknya akan melakukan verifikasi ulang berdasarkan aduan masyarakat.

"Kalau terus ada tekanan dari warga, atas dasar itu maka kami akan verifikasi ulang. Sekarang mereka sedang dalam pengawasan juga, kalau memang ada pelanggaran aturan bisa kami tindak (sanksi)," ujar Rudi.

(iqk/iqk)