'Hujan' Abu Kotori Rumah Warga di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 14:18 WIB
Hujan abu di Bandung Barat
Hujan abu di Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Abu berwarna hitam pekat beterbangan mengotori serta mencemari rumah-rumah warga yang bermukim di dekatnya. Abu hitam pekat itu berasal dari sebuah pabrik peleburan logam.

Abu hitam pekat itu diduga merupakan limbah batubara yang timbul dari aktivitas pabrik yang ada di tengah permukiman warga Kampung Cibingbin, RT 03 dan 06, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Limbah batubara yang berterbangan dari cerobong asap pembuangan pabrik tersebut menempel di semua bagian rumah warga, pakaian yang sedang dijemur, sehingga harus dibersihkan setiap hari.


Seorang warga yang terdampak langsung oleh pencemaran diduga limbah batubara tersebut, Dedeh Hartati (53), mengatakan dampak yang dirasakan warga yakni bau, debu, hingga sesak napas.

"Jadi bukan hanya bau, tapi seperti hujan debu (abu) berwarna hitam. Jadi debunya itu nempel ke cucian, terus warga merasakan sesak napas, perih juga di mata," ungkap Dedeh kepada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Kondisi itu, kata Dedeh, sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu tepatnya setelah Idul Fitri. Pencemaran dari pabrik tersebut sangat dirasakan terutama pada pagi hari.

"Buat pencemaran itu paling terasa mulai dari jam 5.30 pagi, soalnya kalau siang enggak terlalu karena terbawa angin. Dugaan ini pabriknya pakai batubara, terlihat asapnya itu keluar dari cerobong," tutur Dedeh.

Warga lainnya, Rina Santika (36), mengatakan akibat pencemaran limbah batubara dari pabrik di dekat rumahnya, tiga anaknya terpaksa harus menjalani pemeriksaan kesehatan pernapasan setiap bulan.

"Dampak ke keluarga saya sangat terasa. Di rumah itu kan saya berlima dengan suami dan anak, nah kita sebulan sekali ke dokter terutama anak, keluhannya batuk dan pencernaan," kata Rina.

Bahkan anak-anaknya harus mendapatkan treatment penguapan dari dokter untuk membersihkan saluran pernapasan dari debu-debu yang terhirup hingga membuat sesak.

"Jadi sesak, bahkan anak saya harus diuap juga biar lega napasnya. Kalau kata dokter memang penyebabnya polusi udara, cuma enggak menyebutkan karena material apa," ucap Rina.

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada DLH Bandung Barat Idad Saadudin mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pencemaran limbah itu.

"Sudah terima laporannya sejak lama, dan sekarang sedang dibina juga bahkan disanksi karena memang ada kesalahan," ujar Idad saat dihubungi.



Simak Video "Penampakan Dampak Hujan Abu Gunung Merapi"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)