Daop 3 Cirebon Ungkap 72 Perlintasan KA di Wilayahnya Tanpa Palang Pintu

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 15:15 WIB
Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon
Foto: Perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon (Ony Syahroni/detikJabar).
Cirebon -

Jumlah perlintasan sebidang yang ada di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon tercatat ada sebanyak 164 titik pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut, 72 titik di antaranya merupakan perlintasan sebidang tanpa palang pintu ataupun penjaga.

"Berdasarkan data di awal tahun 2022, jumlah titik perlintasan di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon ada 164 titik," kata Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto kepada detikJabar saat dihubungi, Senin (8/8/2022).

Dari 164 titik perlintasan sebidang itu, kata Suprapto, 55 titik dijaga oleh petugas PT KAI, 22 titik dijaga petugas Pemda, dan 15 titik dijaga oleh swadaya masyarakat.


Sementara 72 titik lainnya adalah perlintasan sebidang tanpa palang pintu ataupun penjaga.

Suprapto juga menyampaikan jumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang yang telah mencapai puluhan kasus selama kurun waktu 4 tahun, yakni sejak 2019 hingga 2022.

Berdasarkan data yang diterima detikJabar, selama kurun waktu 4 tahun, kasus kecelakaan di perlintasan sebidang yang ada di wilayah KAI Daop 3 Cirebon tercatat ada sebanyak 48 kasus. Kasus terbanyak terjadi pada tahun 2019, yakni dengan 22 kasus.

Sementara di tahun berikutnya atau tahun 2020, jumlah kasus kecelakaan di perlintasan sebidang mengalami penurunan menjadi 9 kasus.

"Tahun 2021 ada 8 kasus dan tahun 2022 (Januari-Agustus) 9 kasus," kata Suprapto.

Sebelumnya, Suprapto mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu waspada dan berhati-hati saat akan melintas di perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga.

"Wajib tengok kiri-kanan sebelum melintas, Yakinkan di kedua arah tidak ada kereta api yang melintas. Jika sudah yakin tidak ada KA yang melintas, baru bisa melintas di perlintasan tersebut," kata Suprapto.

Suprapto menjelaskan jika kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba, sehingga pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan KA. Seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian Pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114.

Diberitakan sebelumnya, Kecelakaan maut terjadi di Kabupate Cirebon. Sebuah mobil dihantam Kereta Api di sebuah perlintasan tanpa palang pintu. Empat orang tewas dalam kejadian tersebut.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon pada Sabtu (6/8/2022) sekitar pukul 20.40 WIB.

"Mitsubishi Xpander bernopol G-1197-MG melaju dari arah jalan raya Karangmalang menuju jalan raya Getrakmoyan. Di saat melintas rel kereta tanpa palang pintu tertabrak oleh kereta api," kata Kapolsek Karangsembung AKP Sutarja melalui keterangannya, Minggu (7/8/2022).

(mso/mso)