Mobil Vs Kereta di Cirebon, KAI Ucapkan Belasungkawa

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 09:58 WIB
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

PT KAI Daop 3 Cirebon menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di km 202+1, petak jalan antara Stasiun Waruduwur-Stasiun Babakan, Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon. PT KAI Daop 3 Cirebon, menyesalkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Suprapto mengatakan selain menimbulkan korban jiwa sebanyak empat orang, perjalanan KA sempat terganggu akibat kejadian tersebut. Lokomotif CC 2061334 milik KAI mengalami kerusakan dan sempat terjadi keterlambatan perjalanan pada KA Argo Cheribon selama 136 menit, KA Ciremai terlambat 30 menit, dan KA Matarmaja terlambat 15 menit.

Dari kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu waspada saat akan melintas di perlintasan sebidang, baik yang terjaga maupun tidak.


"Wajib tengok kiri-kanan sebelum melintas, Yakinkan di kedua arah tidak ada kereta api yang melintas. Jika sudah yakin tidak ada KA yang melintas, baru bisa melintas di perlintasan tersebut," kata Suprapto melalui keterangan yang diterima detikJabar, Senin (8/8/2022).

Suprapto menjelaskan jika kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba, sehingga pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan KA. Seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Menurutnya, hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114.

Di sisi lain, KAI juga selalu menekankan agar pemilik jalan sesuai kelasnya melakukan evaluasi keselamatan atas keberadaan perlintasan sebidang di wilayahnya. Pemilik jalan adalah pihak yang harus mengelola perlintasan sebidang seperti melengkapi perlengkapan keselamatan atau menutup perlintasan sebidang.

Dikatakan Suprapto, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018, wewenang untuk penanganan dan pengelolaan perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan dilakukan oleh pemilik jalan.

Pengelolaaan untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan nasional dilakukan oleh Menteri, Gubernur untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan provinsi, dan Bupati/Wali Kota untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan kabupaten/kota dan desa.

"PT KAI Daop 3 Cirebon berharap, melalui keperdulian dan kerjasama semua stakeholders sesuai fungsi yang diatur dalam perundangan yang berlaku, kendala tantangan persoalan seputar perlintasan yang selama ini ada, bisa diselesaikan secara holistik," kata Suprapto.

Sekadar diketahui, empat orang meninggal dunia setelah mobil Mitsubishi Xpander yang mereka tunggangi terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di km 202+1, petak jalan antara Stasiun Waruduwur-Stasiun Babakan, Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (6/8/2022) sekitar pukul 20.40 WIB malam.

Peristiwa nahas itu bermula saat kendaraan bernopol G-1197-MG hendak melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di desa tersebut. Di saat bersamaan, datang Kereta Api Argo Cheribon yang melaju dari arah Jakarta menuju Tegal.

Akibatnya, kecelakaan pun tidak dapat dihindari. Kendaraan tersebut tertabrak dan terseret hingga sekitar 100 meter sebelum kemudian terbakar.

"Mitsubishi Xpander bernopol G-1197-MG melaju dari arah jalan raya Karangmalang menuju jalan raya Getrakmoyan. Di saat melintas rel kereta tanpa palang pintu tertabrak oleh kereta api yang melintas dari arah Jakarta menuju Tegal," kata Kapolsek Karangsembung, AKP Sutarja melalui keterangannya, Minggu (7/8/2022).

Menurut Sutarja, adapun keempat korban meninggal dalam kejadian ini adalah Saropah (40), Siti Nurkhasanah Mandasari (40), Ahmad Zaeni (42) dan Noerdiah Rahmawati Zaeni (22). Keempatnya merupakan warga Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

(iqk/iqk)