Pengendara Vs KA Ternyata Bukan Tragedi Pertama di Kalimeang Cirebon

Ony Syahroni - detikJabar
Senin, 08 Agu 2022 07:00 WIB
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon
Perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Insiden kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengguna jalan di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, bukan pertama kali terjadi.

Menurut penuturan warga sekitar, di tahun ini, kecelakaan yang melibatkan kereta api dengan pengendara di perlintasan tanpa palang pintu itu sedikitnya sudah sekitar lima kali terjadi. "Kejadian bukan sekali ini saja. Sudah sering. Tahun ini saja sudah sekitar lima kali," kata Cuherli (42), warga sekitar, saat berbincang dengan detikJabar, Minggu (7/8).

Menurut Cuherli, jumlah tersebut belum termasuk dengan kejadian kecelakaan di tahun-tahun sebelumnya. Oleh karenanya, demi keselamatan bersama ia berharap kepada pihak berwenang agar bisa memasang pintu di perlintasan tersebut.


"Yang namanya perlintasan seperti ini jangan diabaikan. Harus disiapkan adanya pintu perlintasan. Jangan di pusat-pusat kota saja. Justru di perkampungan yang sepi seperti ini itu rawan. Orang bisa saja terlena saat membawa mobil karena sepi, tahu-tahu ada kereta api," kata dia.

Di sisi lain, Cuherli juga menyayangkan adanya rambu-rambu di perlintasan itu yang dipasang dengan jarak yang tidak ideal, karena terlalu dekat dengan rel kereta. Menurutnya, rambu-rambu di perlintasan kereta api, terlebih yang tidak memiliki pintu seharusnya dipasang sekitar 150-200 meter sebelum perlintasan.

"Masyarakat juga kadang menyayangkan plang (rambu-rambu) ini kok jaraknya dekat sekali dengan rel kereta api. Seharusnya kan 150-200 meter," kata dia.

Sekadar diketahui, sebuah minibus jenis Mitsubishi Xpander terlibat kecelakaan dengan kereta api di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Kalimeang, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, Sabtu (6/8), sekitar pukul 20.40 WIB. Dalam kejadian itu, empat penumpang minibus meninggal.

Kapolsek Karangsembung, AKP Sutarja mengatakan, kecelakaan itu bermula saat minibus bernopol G-1197-MG hendak melewati perlintasan kereta api tanpa palang pintu di desa tersebut.

Di saat bersamaan, datang Kereta Api Argo Cheribon yang melaju dari arah Jakarta menuju Tegal. Akibatnya, mobil tersebut tertabrak dan terseret hingga sekitar 100 meter sebelumnya kemudian terbakar.

"Mitsubishi Xpander bernopol G-1197-MG melaju dari arah jalan raya Karangmalang menuju jalan raya Getrakmoyan. Saat melintas rel kereta tanpa palang pintu tertabrak oleh kereta api yang melintas dari arah Jakarta menuju Tegal," kata Sutarja melalui keterangannya, Minggu (7/8/2022).

Menurut Sutarja, adapun keempat korban meninggal dalam kejadian ini adalah warga Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

(yum/yum)