Ditraktir Makan oleh Dedi Mulyadi, Anak Punk Nangis Terharu

Atta Kharisma - detikJabar
Rabu, 03 Agu 2022 16:58 WIB
Anak punk nangis ditraktir makan Dedi Mulyadi.
Foto: dok. Dedi Mulyadi
Jakarta -

Di tengah kesibukannya di Ciganea, Anggota DPR RI Dedi Mulyadi atau Kang Dedi secara tak sengaja bertemu sekelompok anak berpenampilan punk. Diketahui, mereka baru saja menghadiri acara perkumpulan anak punk di Paranggombong, Kabupaten Purwakarta.

Salah satunya bernama Diki, warga asal Cicaheum, Kota Bandung. Sementara yang lainnya berasal dari Ciwidey, Cianjur, Cirebon dan Purworejo. Dedi pun bertanya apakah mereka habis mengkonsumsi minuman keras.

Kepada Dedi, Diki mengaku hanya meminum minuman yang biasa-biasa saja. Rupanya mereka berjalan kaki dari Paranggombong ke Ciganea sambil mengamen untuk mencari tambahan ongkos pulang ke daerah masing-masing.


"Nanti punya anak terus minum mau gak?" ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (3/8/2022).

Diki pun menjawab tidak. Ia mengatakan sebejat-bejat perilaku orang tua, hal tersebut tidak akan ia tularkan ke anak-anaknya.

Diki mengungkapkan anaknya tidak pernah tahu apa yang ia lakukan di jalan. Sang anak hanya tahu orang tuanya mencari uang untuk dibawa ke rumah.

Saat mengobrol, Dedi melihat mata Diki yang tidak biasa. Rupanya, Diki memakai bola mata palsu lantaran dulu pernah ditusuk dengan besi oleh preman yang memalak uang hasil ngamen.

Kang Dedi berharap peristiwa tersebut tidak terulang kembali. Ia pun meminta Diki mencari pekerjaan lain agar anaknya bisa terdidik dengan baik. Sebab, jika terus-terusan di jalan Diki akan selalu pulang malam dan anak tak mendapat kasih sayang orang tua.

Diki ternyata mengharapkan hal yang serupa. Kepada Dedi, ia bercerita memiliki keahlian bengkel, ngelas dan sablon. Namun tidak ada yang mau menerimanya bekerja karena tato di wajah Diki.

Saat ini Diki sendiri telah memiliki tiga orang anak yang berumur tiga tahun, lima tahun dan delapan tahun. Sementara istrinya sudah cerai lantaran pernah ketahuan bekerja di karaoke. Sejak saat itu, Diki memutuskan untuk menanggung hidup ketiga buah hatinya sendiri.

"Keren. Di balik penampilan Diki yang luar biasa ternyata ada sesuatu luar biasa yang diperjuangkan untuk anak," ucap Dedi.

Kang Dedi kemudian mengajak Diki dan rombongan makan di Sambel Hejo Ciganea. Tak hanya itu, Dedi juga memesan makanan untuk semua keluarga mereka, termasuk untuk ketiga anak dan ibu Diki yang berada di Cicaheum.

"Kalau kalian sekarang makan enak, keluarga kalian juga harus kebagian. Kita berbagi kebahagiaan malam ini," kata Dedi.

Mendengar hal tersebut tiba-tiba saja Diki tertunduk lesu dan mengusap kedua matanya. Ia pun menangis dipelukan Kang Dedi. Bagi Kang Dedi, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk hidup bahagia dan sejahtera tanpa memandang siapa dan dari mana asalnya. Terlebih tidak ada orang yang ingin hidup terus menerus di jalanan.

"Tugas kita saling mengingatkan, saling bantu, apa yang kita mampu kita lakukan. Pokoknya semangat terus," ucap Dedi kepada Diki.

Dedi pun berharap tak ada lagi orang yang selalu menilai dari sisi penampilan. Sebab penampilan seperti Diki nyatanya masih bertanggung jawab terhadap anak dan memiliki harga diri tak mau memiliki seorang istri yang bekerja di dunia malam.

"Jangan suka menilai orang dari sisi penampilan. Karena banyak orang yang berpenampilan trendi tapi hatinya jahat. Kalau ini Diki wajahnya Rambo tapi hatinya Rinto," tutur Dedi.

Selain mengajak makan, Kang Dedi juga membelikan tiket untuk anak-anak punk tersebut pulang ke Bandung, Ciwidey, Cianjur, Cirebon dan Purworejo. Mereka juga diberi uang untuk diberikan pada keluarga di rumah.

Menerima uang tersebut, Diki kembali menangis dan mengusap air matanya dengan tangan. Uang yang ia terima rencananya akan diberikan untuk ibu dan anak-anaknya di rumah.

"Kita tidak boleh pandang orang dari sisi penampilan, mereka juga semua punya harapan contohnya tadi dia (Diki) menangis ingat kepada anak-anaknya dan ingin berubah dan ingin punya pekerjaan," imbuh Dedi.

"Saya pesan satu sama kamu (Diki) jangan minum (miras) lagi agar anak-anak bisa tumbuh kuat dan lebih hebat dari ayahnya," pungkas Kang Dedi.



Simak Video "Bupati Purwakarta Bicara soal Gugatan Cerai ke Dedi Mulyadi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)