Menembus Sekat Perbedaan di Sekolah Inklusi Bandung

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 28 Jul 2022 14:58 WIB
Suasana belajar SDN 206 Putraco Indah, Bandung.
Foto: Suasana belajar SDN 206 Putraco Indah (Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Namanya adalah M Akbar Nurul Fitrah. Ia merupakan murid kelas 6 di SDN 206 Putraco Indah, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung yang tergolong sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolah itu. Meski memiliki 'kekurangan', Akbar tak canggung untuk bermain dengan teman sebayanya saat pelajaran dimulai.

Akbar diketahui mengidap Pervasive Developmental Disorder-Not Otherwise Specified (PDD-NOS), atau semacam gangguan pada anak yang menimbulkan autisme. Akbar telah dinyatakan mengidap gangguan itu sejak berumur 1,5 tahun. Meski demikian, ibu Akbar, Sinta Destiati tak lelah memberikan kasih sayang kepada anak pertamanya supaya terus berkembang.

Saat berbincang dengan detikJabar, Sinta sudah menyekolahkan Akbar di SDN Putraco Indah dari kelas 1. Sinta memang sengaja memilih sekolah tersebut karena direkomendasikan tetangganya yang kebetulan merupakan guru di SD ini. Ditambah, SDN Putraco Indah sudah sejak lama dikenal warga dengan label sekolah inklusi yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus.


Keberadaan sekolah ini pun dirasakan oleh Sinta. Akbar yang tadinya tergolong anak yang sulit diatur karena gangguan autisnya, kini perlahan sudah mulai bisa fokus dan bisa diarahkan ke beberapa kegiatan positif. Bahkan, perkembangan motorik dan akademik anaknya juga berkembang seiring mengikuti pelajaran di SDN Putraco Indah.

"Iyah ada perubahan, banyak malah. Kayak udah mulai bisa ngikutin, nurut gitu yah, asalnya kan nggak, apa-apa susah diatur. Akbar dulunya suka lari-lari ke mana, sekarang mah sudah mulai bisa nurut. Sudah mulai bisa fokus kalau diarahin sama gurunya," kata Sinta saat ditemui di sekolah, Kamis (28/7/2022).

Perkembangan Akbar juga dipengaruhi bertambahnya usia. Namun, bagi Sinta, lingkungan sekolah yang justru menjadi faktor utama Akbar bisa berkembang seperti sekarang. Sebab menurutnya, SDN Putraco Indah telah membantu perkembangan anaknya melalui pola ajar yang tepat kepada anak-anak berkebuhan khusus.

Salah satunya yang begitu dirasakan Sinta, yaitu tidak adanya tembok pembatas antara siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus di sekolah itu. Mereka berbaur bahkan turut membantu perkembangan Akbar yang memang tergolong anak autis.

"Lingkungan sekolah mendukung banget di sini, apalagi kan inklusi. Teman bermainnya juga ngedukung, dia di sini main bebas sama yang reguler. Terus di sini mah enggak ada buly-buly yah, kalau di luar kan kadang suka ada. Yang ngisingen mah kadang suka ada aja, kalau di sini enggak ada. Akbarnya betah di sini," ucapnya.

Menjelang kelulusan, perkembangan Akbar sudah terasa. Anak umuran 12 tahun itu sudah mulai bisa menulis, bercerita kepada Sinta mengenai aktivitasnya di sekolah, atau cerita tentang kegiatan teman sebayanya tatkala bermain bersama Akbar. Disamping, Akbar memang anak yang secara otodidak sudah bisa membaca sebelum ia masuk TK.