Riuh #AksiCepatTilep, Eks Bos ACT Ahyudin Bicara Gaji Besar

Kabar Nasional

Riuh #AksiCepatTilep, Eks Bos ACT Ahyudin Bicara Gaji Besar

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 04 Jul 2022 16:36 WIB
Presiden ACT Ahyudin
Ahyudin (Foto: Akfa Nasrulhaq/detikcom)
Jakarta -

Laporan Majalah Tempo berjudul Kantong Bocor Dana Umat pada Minggu (3/7) membetot perhatian publik. Tempo menyoroti soal dugaan penyelewengan dana donasi yang dilakukan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan gaji besar yang diterima para petinggi yayasan tersebut.

Media sosial pun riuh dengan tagar #AksiCepatTilep dan #JanganPercayaACT. Eks bos ACT, Ahyudin, buka suara berkaitan hal tersebut.

Sekadar diketahui, dalam berita tersebut, Ahyudin saat masih menjadi petinggi di ACT, menerima gaji besar atau mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, Ahyudin pun mendapat tiga mobil terdiri Alphard, Pajero Sport, dan Honda CR-V.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari detikNews, Senin (4/7/2022), Ahyudin mengatakan soal gaji besar SDM di ACT itu hal wajar. Menurut dia, dalam lima tahun terakhir sejak 2017 hingga 2021, total dana donasi yang dikelola ACT mencapai hampir Rp 3 triliun. Dana sebesar itu digalang ACT dari dominan donor nasional dan donor internasional.

"Dengan performance ACT seperti ini, wajar menurut ukuran profesionalitas semua SDM ACT mendapatkan remunerasi atau gaji yang besar sebab standar kerjanya juga besar, kontribusinya juga besar. Semua SDM inti ACT dari top leader hingga OB (office boy) bekerja tanpa kenal waktu, sebab karakter kerja kemanusiaan mengharuskan seperti itu," tutur Ahyudin.

ADVERTISEMENT

Dia menegaskan ACT merupakan yayasan kelas dunia. Jaringan dan sumber dana ACT berasal dari masyarakat belahan dunia. Bantuan program yang dikelola ACT mencakup program bantuan bencana alam internasional, bantuan tragedi kemanusiaan di berbagai negara, dan isu kemiskinan secara umum.

Ahyudin mengklaim bahwa ACT telah menjadi diplomasi kemanusiaan. "Sebagai seorang Muslim, saya dan kawan-kawan di ACT tak ingin lembaga berlabelkan dan bernarasikan Islam itu ecek-ecek, kecil dan sekedar baksos kecil-kecilan. Bagi kami ACT bukan sekedar aset umat Islam, melainkan aset bangsa. Perannya di berbagai negara telah menjadi diplomasi kemanusiaan atas nama bangsa dan negara," ujar Ahyudin.

Berkaitan soal pemberitaan tersebut, Ahyudin berujar "pemberitaan Tempo saya nilai tendensius, mikro, parsial, dan tak substantif. Tetapi ACT sejak awal hingga sekarang selalu berhadapan dengan berbagai tudingan miring, bagi kami itu semua adalah keniscayaan dalam membangun gerakan kebajikan yang besar."




(bbn/bbn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads