Pemkab Garut Mulai Tata Kawasan Kumuh di Tanjungsari

Rhazes Putra - detikJabar
Rabu, 25 Mei 2022 17:31 WIB
Pemkab Garut
Foto: dok. Pemkab Garut
Jakarta -

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana melakukan Groundbreaking atau Peletakan Batu Pertama dimulainya program Gerakan Bangun dan Cegah Wilayah Kumuh (Gerbang Cahayaku) Tahun Anggaran 2022 yang difokuskan di Kampung Cireundeu, RW 05 Desa Tanjungsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Nurdin mengatakan target dari program ini adalah rumah tidak layak huni (rutilahu) serta lingkungan yang kumuh di masyarakat. Menurutnya, Desa Tanjungsari belum memiliki Ruang Terbuka Publik (RTP) dengan penataan rumah yang sangat berdempetan sehingga terkesan sedikit kumuh.

Maka dari itu, melalui Program Gerbang Cahayaku ini diharapkan dapat memberdayakan lingkungan masyarakat terutama bagi anak-anak agar bisa memiliki tempat untuk bermain.


"Nah target kita sebenarnya itu, hanya karena keterbatasan anggaran kita hanya bisa mampu tahun sekarang aja itu tiga ribu populasi (rutilahu), termasuk juga dari bankeu (bantuan keuangan) provinsi. Oleh sebab itu mudah-mudahan dengan adanya program Gerbang Cahayaku, yang memberikan keberpihakan kepada masyarakat kita, khususnya anak-anak, mudah-mudahan anak-anak kita bisa berdaya lah," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/5/2022).

Ia menerangkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut akan membangun beberapa RTP di beberapa titik di Kabupaten Garut yang sebelumnya sudah dimulai dari sejak tahun 2019 dan 2020.

"Mudah-mudahan ke depan bisa kita perbanyak seirama dengan laju pertumbuhan ekonomi kita maju, sehingga APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) kita normal kita insha Allah akan konsentrasikan ke situ," ungkap Nurdin.

Sementara itu, Kepala Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut, Asep Robi Nugraha menjelaskan, untuk tahun ini program Gerbang Cahayaku hanya dilaksanakan di satu lokasi yaitu Desa Tanjungsari. Pemilihan Desa Tanjungsari berdasarkan perhitungan di mana kawasan kumuh di daerah tersebut sudah banyak sehingga perlu dilakukan penataan.

"Target penanganan kawasan kumuh yang akan kita laksanakan di Desa Tanjungsari yang akan diintervensi ada di RW 05 dengan sekitar target penanganan kawasan kumuh nanti sekitar 3,82 hektare," ujar Asep.

Ia menjelaskan, Gerbang Cahayaku ini merupakan sebuah program besar dari Disperkim Garut untuk menata kawasan kumuh di Kabupaten Garut. Anggaran untuk kegiatan Gerbang Cahayaku ini adalah sebesar Rp 486.669.200 dengan jumlah keseluruhan total untuk kegiatan ini adalah sekitar Rp500.000.000 untuk satu lokasi," ungkapnya.

"Nah ini merupakan gerakan penataan kawasan kumuh di bawah luas hektar yaitu 10 hektar, yang di mana kegiatan ini merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam rangka penataan kawasan kumuh di bawah luasan (wilayah) 10 hektar," imbuh dia.

Ia menambahkan, untuk pelaksanaannya sendiri, dilakukan dengan cara swakelola tipe 4 dari mulai persiapan, pelaksanaan, serta pengawasan oleh kelompok masyarakat setempat yang bernama Badan Keswadayaan Masyarakat Paguyuban Warga Desa (BKM PWD) Tanjungsari.

"Di Desa Tanjungsari telah terbentuk Badan Keswadayaan Masyarakat sehingga pengelolaan kegiatan ini alhamdulillah bisa berkolaborasi dengan masyarakat langsung dan nanti imbasnya juga untuk masyarakat," katanya.

Asep memaparkan, dalam program Gerbang Cahayaku yang akan dilaksanakan di Desa Tanjungsari ini menggunakan indikator penataan kawasan kumuh 7+1 dengan beberapa rencana pekerjaan seperti Bedah Rumah sebanyak 2 unit, pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase lingkungan, sanitasi air bersih/ Mandi Cuci Kakus (MCK), saluran air bersih, pengelolaan persampahan, sarana proteksi kebakaran, dan RTP.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tanjungsari, Yudi Nurjaman menyambut baik program Gerbang Cahayaku yang dijalankan di desa yang dipimpinnya ini. Menurutnya, program ini sangat membantu masyarakat desa yang saat ini berjumlah 6327 jiwa.

"Mudah-mudahan kedepannya dengan adanya Program Gerbang Cahayaku bisa lebih maju lagi buat kedepannya, tingkat kekumuhan itu kan sudah pasti akan lebih menurun ya, jadi di Desa Tanjungsari dikatakan sudah tidak ada lagi kekumuhan di wilayah desa Tanjungsari khususnya," tandasnya.



Simak Video "Kawasan Kumuh India Krisis Diterjang Tsunami Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)