Jabar Hari Ini: Kematian ABG Karawang Terkuak hingga Kartu Merah Duo Persib

Jabar Hari Ini: Kematian ABG Karawang Terkuak hingga Kartu Merah Duo Persib

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 19 Mei 2022 22:00 WIB
Suasana sidang Habib Bahar
Suasana sidang Habib Bahar. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Kamis (19/5/2022). Mulai dari terkuaknya kasus kematian ABG di kolong jembatan hingga duo pemain Persib terkena kartu merah di laga Indonesia vs Thailand.

Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Kasus Pembunuh Bocah Karawang Mulai Terkuak

Kematian janggal ABG Karawang yang menggantung di kolong jembatan Tol Jakarta-Cikampek sedikit demi sedikit terkuak. ABG berusia 16 tahun itu ternyata dibunuh kakak iparnya sendiri.


Pelaku berinisial TR bin W (26) ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Karawang. TR merupakan kakak ipar korban.

"Hubungannya korban ini adik ipar dari pelaku," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi, Kamis (19/5/2022).

Ibrahim menjelaskan, aksi sadis itu dilakukan TR lantaran kesal dengan korban. Dia menyebut TR tega melakukan pembunuhan lantaran akumulasi dari kekesalan.

"Memang ada beberapa kejadian yang melatarbelakangi sikap dari korban sendiri. Sehingga kejengkelan timbul dari tersangka dan terjadi penganiayaan yang membuat korban meninggal dunia," katanya.

Ibrahim menuturkan, berdasarkan pengakuan pelaku, ada beberapa kejadian yang menyebabkan pelaku kesal terhadap korban. Namun, dia tak menjelaskan rinci apa saja perbuatan korban yang membuat kakak iparnya kesal hingga nekat membunuh.

"Memang ini hubungan personal antara korban dengan tersangka yang sering timbul masalah yang akhirnya terakumulasi dan membuat tersangka jengkel sehingga melakukan penganiayaan kepada korban," katanya.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan sementara korban diketahui tewas akibat dianiaya oleh pelaku. "Sampai sekarang yang kita temukan masih penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang," katanya.

Usai membunuh secara sadis, pelaku membawa jenazah tersebut ke kolong jembatan tol Japek. Di situ, pelaku menggantung korban.

"Pada saat ditemukan memang posisinya digantung dan itu hasil rekayasa," ucap Ibrahim.

Habib Bahar Bersitegang Dengan Saksi

Sidang lanjutan kasus penyebaran hoaks yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith berlangsung panas. Bahkan hakim sampai berdiri menenangkan situasi tegang hingga menskor sidang.

Sidang tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Kamis (19/5/2022). Dalam sidang tersebut, Jaksa menghadirkan Kiyai Abdul Mujib dari Kabupaten Garut.

Dalam sidang yang berlangsung hingga malam hari, Abdul Mujib dan Bahar sempat bersitegang. Pemicu panasnya saksi dan Bahar itu bermula saat saksi yang duduk di tengah-tengah ruangan menunjuk Habib Bahar.

Saat itu, Bahar tengah membahas soal aksi demo yang dilakukan oleh Abdul Mujib di DPRD Garut. Dalam penjelasannya, Abdul Mujib menilai Habib Bahar merupakan orang yang intoleran lantaran ceramah provokasi di Bandung.

"Berarti Anda anggap saya intoleran?" tanya Habib Bahar.

Saat itu, saksi tengah menjawab pertanyaan Bahar tersebut. Namun suasana panas terjadi hingga saksi terlihat menunjuk Bahar. Atas tunjukan tangan itu, Bahar beraksi keras tak menerima.

"Jangan tunjuk saya. Anda lebih dulu tunjuk saya," ucap Bahar.

Suasana tambah panas. Pendukung Bahar juga ikut bersorak. Perdebatan tak usai. Ketua Majelis Hakim Dodong Rusdani lantas berdiri dari bangkunya dan meminta tenang.

"Tolong diam! Mohon maaf saya skorsing dulu," kata hakim.

Hakim lantas meninggalkan lokasi sementara. Di saat itu, suasana tak kunjung reda. Ichwan Tuankotta, kuasa hukum Bahar pun ikut terpancing.

"Diem lu. Kurang ajar lu. Jagoan lu?" kata Ichwan disambung sorakan pendukung.

"Sudah diam semua, diam. Kalau nggak saya suruh keluar nih," kata Bahar menenangkan.

Beberapa menit kemudian, hakim kembali masuk ke ruang sidang. Hakim kemudian melanjutkan persidangan tersebut.

"Saya mohon maaf ngomong keras untuk mendiamkan suasana," kata hakim.

Kartu Merah Duo Persib Warnai Laga Panas Indonesia vs Thailand

Harapan Timnas Indonesia U-23 untuk melaju ke babak final SEA Games 2021 Vietnam kandas menyusul hasil akhir pertandingan melawan Thailand.

Dalam laga yang digelar di Thien Truong Stadium, Nam Dinh, Kamis (19/5/2022) sore WIB, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 0-1.

Laga Indonesia dan Thailand ini sempat berjalan imbang 0-0 di 90 menit waktu normal. Gol kemenangan Thailand baru tercipta di menit ke 95 lewat sepakan Weerathep Pomphan.

Skor 0-1 bertahan hingga laga usai. Thailand pun berhak melaju ke partai final, sedangkan Indonesia harus mengubur impiannya merebut medali emas dari cabang sepakbola SEA Games 2021.

Kekalahan Indonesia atas Thailand juga tercoreng dengan tiga kartu merah yang diterima pemain garuda muda. Ketiga pemain tersebut ialah Firza Andika, Rachmat Irianto dan Ricky Kambuaya.

Ketiganya mendapat kartu merah di penghujung laga. Situasi sempat memanas yang diawali pelanggaran keras oleh Firza Andika. Firza langsung diberi kartu merah oleh wasit.

Keributan pun terjadi di tengah lapangan dengan beberapa pemain saling dorong dan saling banting. Keributan itu membuat Rachmat Irianto mendapat kartu kuning kedua menjadi kartu merah.

Tidak lama, Ricky Kambuaya juga mendapat kartu kuning kedua dan membuatnya harus meninggalkan lapangan.

Peluit akhir pun dibunyikan oleh wasit. Thailand menang 1-0 atas Indonesia. Kekalahan ini membuat Indonesia gagal menuju final SEA Games 2021.

Yosep Terancam 15 Tahun Bui Usai Sebar Video Mesum

Seorang pria bernama Yosep (20) di Tasikmalaya, Jawa Barat harus berurusan dengan polisi. Yosep ditangkap setelah menyebarkan video mesum dirinya dengan mantan kekasih di media sosial.

Aksi nekat Yosep didasari rasa sakit hati karena sang kekasih yang meminta mengakhiri hubungan asmara keduanya. Hal itu membuat Yosep kecewa dan nekat menyebarkan video mesum.

Tak hanya itu, Yosep juga mengaku marah dengan mantan kekasihnya yang sering mengunggah foto pria lain di aplikasi percakapan.

"Iya pak, sakit hati," kata Yosep di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (19/5/2022).

Yosep dan sang mantan kekasih sekaligus korban ternyata sudah bertunangan. Namun, meski belum diikat dalam pernikahan, keduanya sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Yosep mengaku sudah lima kali menyetubuhi korban. Lokasi yang dijadikan tempat memadu kasih itu ada di dua tempat berbeda, rumah Yosep dan rumah sang mantan.

"Sudah lima kali berhubungan badan di rumah saya, juga di rumah tunangan saya saat menginap," ucapnya.

Mantan kekasih yang baru berusia 16 tahun itu pun memenuhi keinginan Yosep. Hal itu tak lain karena bujuk rayu pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu.

Dalam salah satu kesempatan, Yosep secara sengaja merekam aksinya menyetubuhi korban. Hingga akhirnya video itu jadi 'senjata' Yosep untuk melawan sakit hatinya.

Soal aksinya senyap merekam video, Yosep mengaku sengaja melakukannya. Aksi itu dilakukan tanpa sepengetahuan sang mantan kekasih.

"Lalu sempat divideo dan disebarkan," jelas Yosep.

Sementara itu Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner mengungkap alasan lain pelaku. Yosep kesal karena orang tuanya meminta hubungan cinta dengan korban diakhiri.

"(Karena) sering bertengkar, diminta putus sama bapak pelaku. Sontak pelaku marah dan nekat menyebarkan video hubungan intim dengan korban," jelas Josner.

Akibat aksi nekatnya menyebarkan video mesumnya, orang tua korban melaporkan Yosep ke polisi. Tak lama berselang, pelaku ditangkap dan kini mendekam di sel tahanan untuk mengikuti proses hukum.

Akibat perbuatannya, Yosef melanggar Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. Sementara kasus penyebaran konten fornograpinya masih didalami polisi.

"Ancaman hukumnya 15 tahun penjara melanggar undang undang perlindungan anak. Kalau soal konten pornograpinya kami masih terus mendalaminya," tutur Josner.

Jenazah Mami Juju di Tasikmalaya Diautopsi

Aparat Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota melakukan autopsi terhadap jenazah Juju Juariyah alias Mamih Juju warga Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya.

Autopsi terhadap korban pembunuhan itu digelar di kamar mayar RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, Kamis (19/5/2022). Tindakan medis itu dilakukan oleh dokter forensik Polda Jabar dr Fahmi Arief Hakim.

"Hari ini kita agendakan dan lakukan autopsi. Mungkin beberapa hari kedepan kita dapat hasil pemeriksaannya," kata Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota, Kompol Shohet.

Mengenai perkembangan pengungkapan kasus, pihak Polres Tasikmalaya Kota masih belum memberikan keterangan.

"Besok (Jumat) akan dilakukan pers rilis, akan disampaikan mengenai perkembangan pengungkapan kasus ini secara resmi," kata Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan.

Sementara itu kondisi Kampung Godebag setelah 2 hari pasca kejadian itu relatif kondusif. "Suasana lingkungan kondusif, tak ada riak apa pun," kata Odin Tohidin Kepala Dusun Godebag.

Hanya saja ada harapan dari pihak keluarga dan masyarakat agar pengungkapan kasus ini segera dituntaskan. Salah satunya adalah harapan agar jenazah korban bisa segera dikebumikan.

"Harapannya semoga kasus ini cepat selesai. Jenazah korban segera diserahkan kepada keluarga, supaya cepat dikuburkan, khawatir kalau dilama-lama," kata Odin.

Meski demikian dia tetap menyerahkan perkara ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian. "Tapi keluarga dan warga menyerahkan sepenuhnya urusan ini kepada polisi," kata Odin.

Sebelumnya warga Kampung Godebag Desa Tanjungkerta Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya mendadak heboh. Hal itu menyusul kejadian tewasnya Juju Juariyah (55) seorang perempuan warga setempat, Selasa (17/5/2022) pagi.

Perempuan berstatus janda itu ditemukan tewas bersimbah darah di ruang mushola yang ada di Ruko (rumah dan toko) miliknya.



Simak Video " Penampakan Banjir Terjang Tasikmalaya, Ratusan Rumah Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/ors)