Aksi Senyap Perekam Video Mesum dengan Mantan Pacar

Kabupaten Tasikmalaya

Aksi Senyap Perekam Video Mesum dengan Mantan Pacar

Tim detikJabar - detikJabar
Kamis, 19 Mei 2022 17:00 WIB
Ilustrasi Kamera Ponsel Terbaru Kuartal I 2021
Ilustrasi kamera ponsel. Foto: (detikcom)
Bandung -

Yosep nekat menyebar video mesum dengan pacarnya melalui media sosial. Pria 20 tahun yang berprofesi sebagai sopir truk itu ternyata merekam persetubuhannya diam-diam.

Pria Tasikmalaya itu dalam pengakuannya bukan sekali menyetubuhi sang mantan pacar yang masih kelas 3 MTs. Total sudah lima kali adegan terlarang itu dilakukan, yakni di rumah Yosep dan sang mantan pacar.

Dalam salah satu kesempatan, Yosep secara sengaja merekam aksinya menyetubuhi korban. Hingga akhirnya video itu jadi 'senjata' Yosep untuk melawan sakit hatinya.


Ia kecewa karena sang pujaan hati meminta putus. Selain itu, mantan kekasihnya yang beberapa kali mengunggah foto pria lain di status aplikasi percakapan membuat amarahnya bertambah.

Di saat bersamaan, orang tua Yosep juga memintanya mengakhiri hubungan dengan korban. Sebab, Yosen dan mantan kekasihnya itu sering cekcok.

"Iya orang tua saya juga minta putus karena pusing melihat hubungannya berantem terus, kadang di tempat umum," kata Yosep di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (19/5/2022).

Soal aksinya senyap merekam video, Yosep mengaku sengaja melakukannya. Aksi itu dilakukan tanpa sepengetahuan sang mantan kekasih.

"Sudah lima kali berhubungan badan di rumah saya juga di rumah tunangan saya saat menginap. Lalu sempat divideo dan disebarkan," jelas Yosep.

Video itu benar-benar jadi senjata untuk membalas sakit hati pada sang mantan yang akhirnya meminta putus usai cekcok. Sial, video itu juga jadi senjata makan tuan. Yosep kini mendekam di sel tahanan usai menyebar video mesum tersebut melalui media sosial.

Yosep dilaporkan ke polisi dan ditangkap baru-baru ini di rumahnya. Akibat perbuatannya, Yosef melanggar Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun.

Sementara kasus penyebaran konten fornograpinya masih didalami polisi. "Ancaman hukumnya 15 tahun penjara melanggar undang undang perlindungan anak. Kalau soal konten pornograpinya kami masih terus mendalaminya," jelas Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(ors/ors)