Doa Kafaratul Majelis Lengkap Dalil dan Keutamaannya

Doa Kafaratul Majelis Lengkap Dalil dan Keutamaannya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Minggu, 20 Sep 2026 11:00 WIB
Ilustrasi pengajian dan majelis ilmu.
Ilustrasi pengajian dan majelis ilmu. Foto: Freepik
Jakarta -

Menghadiri forum kajian, majelis ilmu, atau berkumpul dan berbincang bersama teman menjadi kegiatan yang sering dilakukan dalam keseharian. Setelah pertemuan selesai, umat Islam dianjurkan membaca doa kafaratul majelis sebagai penutupnya.

Setiap pertemuan memiliki adab, termasuk saat mengakhirinya. Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa membaca doa kafaratul majelis sebelum menutup pertemuan.

Bacaan Doa Kafaratul Majelis

Merujuk buku Pintar Doa dan Dzikir Rasulullah karya Abdullah Zaedan, Rasulullah SAW menjelaskan doa yang diajarkan Malaikat Jibril AS:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan kepada-Mu dan bertobat kepada-Mu." (HR. Abu Daud)

Selain doa kafaratul majelis, terdapat pula doa lain yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum berdiri dan meninggalkan majelis:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

Latin: Allahummaqsim lana min khasy-yatik, maa tahuulu bainanaa wa baina ma'shiyyatik, wa min thaa'atika maa tuballighuna bihi jannatak wa minal yaqiini ma tuhawwinu bihi 'alaina mashaaibad dunya.

Allahumma matti'naa bi asmaa'inaa wa abshaarina wa quwwatinaa ma ahyaytana waj'alhul waaritsa minna waj'alhu tsa'ranaa 'alaa man 'aadanaa wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa wa laa taj'alid dunya akbara hamminaa wa laa mablagha 'ilminaa wa laa tusallith 'alainaa man laa yarhamunaa.

Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami."

Dalil dan Keutamaan Membaca Doa Kafaratul Majelis

Merujuk buku Doa dan Zikir Mustajab karya Wira Kautsari Wijayanti, keutamaan berkumpul dalam majelis ilmu adalah mendapat kemudahan dari Allah SWT untuk jalan menuju surga sebagaimana orang yang berjihad.

Adapun membaca doa kafaratul majelis merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Amalan ini memiliki keutamaan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran majelis.

Selain itu, doa ini juga menjadi bentuk zikir kepada Allah SWT berkat anugerah yang diberikan, dan sebagai permohonan penebus dosa yang mungkin dilakukan selama di majelis.

Sebagaimana sabda Nabi SAW yang tertulis dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi. Dari Abu Barzah RA, ketika mengakhiri majelis Rasulullah SAW mengucapkan doa kafaratul majelis, sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu bacaan yang tidak pernah engkau ucapkan sebelumnya", lalu beliau bersabda, "Itu sebagai penebus dosa yang terjadi selama dalam majelis." (HR. Abu Daud)

Riwayat lain menyebutkan hadits dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang duduk di sebuah majelis dan banyak keributan (kericuhan) padanya kemudian sebelum berdiri ia mengucapkan 'Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu alla ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik' melainkan diampuni dosanya selama di majelisnya itu." (HR. Tirmidzi)



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads