Tabarruj Bahaya bagi Muslimah, Jangan Sampai Dilakukan!

Tabarruj Bahaya bagi Muslimah, Jangan Sampai Dilakukan!

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 30 Apr 2023 11:00 WIB
Tabarruj Bahaya bagi Muslimah, Jangan Sampai Dilakukan!
Ilustrasi muslimah (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sorapop)
Jakarta -

Dalam Al-Qur'an, tabarruj disebutkan pada dua ayat surat yang berbeda. Pertama, tabarruj tercantum dalam Surat An Nur ayat 60, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲˆŲŽŲ°ØšŲØ¯Ų Ų…ŲŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ų†Ų‘ŲØŗŲŽØ§Ų“ØĄŲ ŲąŲ„Ų‘ŲŽŲ°ØĒؐ؉ Ų„ŲŽØ§ ŲŠŲŽØąŲ’ØŦŲŲˆŲ†ŲŽ Ų†ŲŲƒŲŽØ§Ø­Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’ØŗŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØŦŲŲ†ŲŽØ§Ø­ŲŒ ØŖŲŽŲ† ŲŠŲŽØļŲŽØšŲ’Ų†ŲŽ ØĢŲŲŠŲŽØ§Ø¨ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ų…ŲØĒŲŽØ¨ŲŽØąŲ‘ŲØŦŲŽŲ°ØĒŲÛ­ Ø¨ŲØ˛ŲŲŠŲ†ŲŽØŠŲ ۖ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ† ŲŠŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØšŲ’ŲŲŲŲ’Ų†ŲŽ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŲ†Ų‘ŲŽ ۗ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØŗŲŽŲ…ŲŲŠØšŲŒ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Arab latin: Wal-qawā'idu minan-nisā`illātÄĢ lā yarjáģĨna nikāá¸Ĩan fa laisa 'alaihinna junāá¸Ĩun ay yaḍa'na ᚥiyābahunna gaira mutabarrijātim bizÄĢnah, wa ay yasta'fifna khairul lahunn, wallāhu samÄĢ'un 'alÄĢm

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana,"

Sementara itu, yang kedua terdapat dalam Surat Al Ahzab ayat 33.

ADVERTISEMENT

ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØąŲ’Ų†ŲŽ ؁ؐ؉ Ø¨ŲŲŠŲŲˆØĒŲŲƒŲŲ†Ų‘ŲŽ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¨ŲŽØąŲ‘ŲŽØŦŲ’Ų†ŲŽ ØĒŲŽØ¨ŲŽØąŲ‘ŲØŦŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŦŲŽŲ°Ų‡ŲŲ„ŲŲŠŲ‘ŲŽØŠŲ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŲˆŲ„ŲŽŲ‰Ų° ۖ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŲ…Ų’Ų†ŲŽ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØĄŲŽØ§ØĒŲŲŠŲ†ŲŽ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØŖŲŽØˇŲØšŲ’Ų†ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØąŲŽØŗŲŲˆŲ„ŲŽŲ‡ŲÛĨŲ“ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ…ŲŽØ§ ŲŠŲØąŲŲŠØ¯Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų„ŲŲŠŲØ°Ų’Ų‡ŲØ¨ŲŽ ØšŲŽŲ†ŲƒŲŲ…Ų ŲąŲ„ØąŲ‘ŲØŦŲ’ØŗŲŽ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽ ŲąŲ„Ų’Ø¨ŲŽŲŠŲ’ØĒؐ ŲˆŲŽŲŠŲØˇŲŽŲ‡Ų‘ŲØąŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØˇŲ’Ų‡ŲŲŠØąŲ‹Ø§

Arab latin: Wa qarna fÄĢ buyáģĨtikunna wa lā tabarrajna tabarrujal-jāhiliyyatil-áģĨlā wa aqimnaášŖ-ášŖalāta wa ātÄĢnaz-zakāta wa aáš­i'nallāha wa rasáģĨlah, innamā yurÄĢdullāhu liyuÅŧ-hiba 'angkumur-rijsa ahlal-baiti wa yuáš­ahhirakum taáš­-hÄĢrā

Artinya: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya,"

Menurut Tafsir Kementerian Agama (Kemenag RI) pada Surat Al Ahzab ayat 33 Allah SWT memerintahkan istri nabi untuk tetap tinggal di rumah mereka masing-masing dan tidak keluar kecuali bila ada keperluan. Mereka juga dilarang memamerkan perhiasannya dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah masa dahulu sebelum zaman Nabi SAW.

Apa yang Dimaksud Tabarruj?

Dalam buku Fikih Sunnah Jilid 3 tulisan Sayyid Sabiq, tabarruj diartikan sebagai upaya untuk menampakkan apa yang harus disembunyikan. Asal mula makna tabarruj ini keluar dari menara yang artinya istana.

Selain itu, kata tabarruj mengacu pada keluarnya perempuan dari rasa malu, menampakkan sisi-sisi yang menarik dari dirinya, dan memperlihatkan keelokan-keelokan pada tubuhnya. Sementara dalam buku Perempuan Bertanya, Fikih Menjawab yang disusun oleh Nurul Asmayani, tabarruj identik diartikan dengan berhias.

Makna tabarruj semakin meluas dan didefinisikan sebagai keluarnya muslimah dari kesopanan dengan menampakkan auratnya sehingga menyebabkan fitnah. Mujahid mengartikan tabarruj sebagai seorang wanita yang keluar dan berjalan di hadapan laki-laki.

Adapun, Qatadah mengatakan tabarruj adalah wanita yang cara berjalannya dibuat-buat untuk menunjukkan keelokannya. Definisi tabarruj menurut Muqatil ialah melepas kerudung dari kepalanya sehingga kalung dan lehernya tampak semua.

Menurut buku Ternyata Kita Tak Pantas Masuk Surga oleh H Ahmad Zacky El-Syafa, tabarruj dalam pandangan sar'i adalah setiap perhiasan atau kecantikan yang ditunjukkan wanita kepada mata-mata orang yang bukan mahram. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tabarruj adalah segala perbuatan berhias yang berlebih-lebihan sehingga mengundang syahwat dari lawan jenis.

Tabarruj bukan saja karena tidak menutup aurat, melainkan berhias yang bertujuan menarik syahwat kaum lelaki. Kategori wanita bisa dikatakan tabarruj jika mempertontonkan bagian tubuhnya di depan lelaki yang bukan suaminya.

Selain itu, jika wanita tersebut menampakkan perhiasan yang seharus tertutup di dalam kerudung bisa disebut tabarruj. Melenggok-lenggokkan badan ketika berjalan juga termasuk ke dalam tabarruj.

Bahaya Sikap Tabarruj bagi Muslimah

Setelah mengetahui makna tabarruj, berikut ini akan dipaparkan mengenai bahaya dari tabarruj dan keburukan yang terkandung di dalam sikap tersebut seperti dikutip dari buku Jilbab Itu Cahayamu susunan Dr Muhammad ibn Ismail al-Muqaddam.

Yang pertama, tabarruj termasuk ke dalam dosa besar. Ini sesuai dengan sebuah hadits Nabi SAW yang kala itu datang Umamah binti Raqiqah kepada beliau untuk berbaiat atas Islam.

Rasulullah bersabda,

"Saya membaiatmu untuk tidak mempersekutukan Allah, dan janganlah kamu mencuri, jangan berzina, jangan membunuh anakmu, jangan berbuat dusta yang kamu ada-adakan antara tangan dan kaki kalian, jangan berjalan sambil melenggak-lenggok, dan janganlah kamu berlebih-lebihan dalam berhias (tabarruj), sebagaimana perilaku pada jahiliyah dulu,"

Selain itu, tabarruj juga tergolong ke dalam sifat penghuni neraka. Ini sesuai dengan sebuah hadits Nabi SAW yang berbunyi,

"Terdapat dua golongan penghuni neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi lalu mencantumkannya ke tubuh manusia. Kemudian sekelompok wanita yang mengenakan pakaian tetapi terlihat telanjang, berjalan melenggak-lenggok dan kepalanya bergoyang seperti goyangnya punggung unta. Mereka tidak akan masuk surga, bahkan tidak akan dapat mencium baunya. Sesungguhnya bau surga itu dapat tercium dalam jarak perjalanan segini-segini," (HR Muslim).

Abdullah bin Jarullah bin Ibrahim al-Jarullah dalam bukunya yang bertajuk Hak dan Kewajiban Wanita Muslimah Menurut Al-Quran dan As-Sunnah, juga menuturkan bahaya tabarruj lainnya yaitu membawa dampak buruk karena dapat mengundang fitnah.




(aeb/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads