Iblis dulu tinggal di surga dan beribadah kepada Allah SWT. Hingga suatu ketika, Allah SWT menciptakan manusia untuk dijadikan khalifah di bumi. Pembangkangan pun dimulai.
Menurut sejumlah tafsir Al-Qur'an, setelah Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS sebagai manusia pertama, Dia memerintahkan para malaikat bersujud kepada Nabi Adam AS sebagai bentuk penghormatan. Semua malaikat mendengar dan menaati perintah itu kecuali iblis, dia enggan bersujud.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-A'raf ayat 11. Allah SWT berfirman,
وَلَقَدْ خَلَقْنٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اسْجُدُوْا لِاٰدَمَ فَسَجَدُوْٓا اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ لَمْ يَكُنْ مِّنَ السّٰجِدِيْنَ
Artinya: Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan kamu (Adam), kemudian Kami membentuk (tubuh)-mu. Lalu, Kami katakan kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam." Mereka pun sujud, tetapi Iblis (enggan). Ia (Iblis) tidak termasuk kelompok yang bersujud.
Dalam ayat berikutnya, iblis menolak bersujud kepada Nabi Adam AS karena merasa lebih tinggi dan mulia daripada manusia. Iblis diciptakan dari api yang menurut mereka lebih mulia dari tanah yang digunakan sebagai bahan penciptaan Nabi Adam AS.
قَالَ مَا مَنَعَكَ اَلَّا تَسْجُدَ اِذْ اَمَرْتُكَ ۗقَالَ اَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُۚ خَلَقْتَنِيْ مِنْ نَّارٍ وَّخَلَقْتَهٗ مِنْ طِيْنٍ
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud ketika Aku menyuruhmu?" Ia (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al-A'raf: 12)
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ucapan iblis itu mencerminkan keangkuhan dan kesombongannya. Merespons kedurhakaan itu, Allah SWT lantas mengusir iblis dari surga.
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَاخْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ
Artinya: Dia (Allah) berfirman, "Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina." (QS Al-A'raf: 13)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan firman tersebut ditujukan kepada iblis mengenai takdir yang harus dia jalani. Mayoritas ulama tafsir mengatakan damir yang ada kembali merujuk kepada jannah (surga). Namun, kata Ibnu Katsir, itu dapat ditakwilkan merujuk pada tempat iblis saat itu di kerajaan langit yang tertinggi.
Iblis lalu minta penangguhan usia sampai hari kiamat. Dia akan menggunakan umur panjangnya itu untuk menggoda dan menyesatkan Adam dan keturunannya selama hidup di dunia. Allah SWT pun mengabulkannya.
قَالَ اَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ ١٤ قَالَ اِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ ١٥
Artinya: Ia (Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu sampai hari mereka dibangkitkan." Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi penangguhan waktu." (QS Al-A'raf: 14-15)
Menurut Ibnu Katsir, Allah SWT mengabulkan permohonan iblis karena di dalamnya terkandung hikmah, keinginan, dan kehendak Allah SWT yang tidak bisa ditentang dan tidak bisa dicegah serta tidak ada akibat bagi keputusan hukum-Nya.
Iblis bersumpah akan menggoda dan menyesatkan manusia hingga hari kiamat. Menurut sebuah hadits yang terdapat dalam Ensiklopedia Al-Qur'an & Hadits Per Tema susunan M. Yusni Amru Ghazali dkk, iblis akan mengirim bala tentaranya sampai mereka berhasil menggoda anak keturunan Adam.
Diriwayatkan dari Jabir RA, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengirim bala tentaranya. (Setan) yang kedudukannya paling rendah bagi iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu di antara mereka datang, lalu berkata, 'Aku telah melakukan ini dan itu.' Iblis menjawab, 'Kau tidak melakukan apa pun.' Lalu yang lain datang dan berkata, 'Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.' Iblis mendekatinya, lalu berkata, 'Bagus kamu'." Al-A'masy menyebut dalam riwayatnya, "Iblis berkata, 'Tetaplah (menggodanya)'." (HR Muslim)
Wallahu a'lam.
(kri/dvs)
