Wali Songo pertama yang membawa Islam ke Pulau Jawa adalah Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik. Beliau memiliki jasa besar dalam penyebaran Islam di Tanah Jawa.
Menurut buku Sejarah Islam Nusantara karya Rizem Aizid, Sunan Gresik juga dikenal sebagai Syekh Maghribi, Maulana Maghribi dan Ki Ageng Bantal. Sosoknya dihormati sebagai wali paling senior di kalangan Wali Songo.
Awal mula dakwahnya, Sunan Gresik mendirikan masjid di Desa Pesucinan, Kecamatan Manyar yang berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pengajaran Islam. Beliau berdakwah dengan pendekatan persuasif, sehingga tidak menentang langsung kepercayaan lokal melainkan menunjukkan keindahan dan kebaikan ajaran Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sunan Gresik juga menyebarkan ajaran Islam lewat jalur perdagangan. Dia berdagang di pelabuhan terbuka sehingga banyak berinteraksi dengan berbagai kalangan, seperti raja, bangsawan, pemilik kapal hingga pemodal.
Selain itu, beliau juga berdakwah lewat pertanian dan pengobatan. Sosoknya disebut sebagai ahli dalam kedua bidang itu.
Hasil pertanian masyarakat meningkat semenjak ada Sunan Gresik. Selain itu, beliau juga memiliki kemampuan mengobati masyarakat sekitar dengan ramuan dari dedaunan tertentu.
Sunan Gresik juga disebut sebagai pelopor pesantren di Jawa. Dikutip dari buku Walisongo oleh Asti Musman, Sunan Gresik mendirikan pesantren untuk mempersiapkan calon penerus dakwahnya dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa dan Nusantara.
Pesantren itu lalu berkembang menjadi salah satu tempat pendidikan para santri. Mulanya, Sunan Gresik mendirikan masjid sebagai tempat ibadah dan sarana dakwah Islam. Masjid tersebut dia bangun setelah pengikut Islamnya semakin banyak.
Kala itu, masyarakat Jawa memiliki kebiasaan menetap di tempat gurunya yang mengajarkan ilmu. Para guru menyediakan tempat-tempat khusus untuk menampung murid-muridnya.
Sunan Gresik mengetahui kebiasaan belajar semacam itu lantas mendirikan pesantren sebagai tempat murid atau santri yang ingin belajar ilmu kepadanya. Pesantren Sunan Gresik kemudian tercatat sebagai lembaga pendidikan Islam pertama di Tanah Jawa.
Diterangkan dalam buku Doktrin dan Pemahaman Keagamaan di Pesantren oleh Syarif Hidayatullah, pesantren menjadi model khas pendidikan Islam tertua di Indonesia. Istilah pesantren kian meluas sejak masa Wali Songo, terlebih pada era Sunan Ampel yang merupakan anak dari Sunan Gresik.
Menurut artikel berjudul Sejarah dan Peran Pesantren dalam Pendidikan di Indonesia karya Adnan Mahdi yang terbit di Jurnal Islamic Review Vol. II April 2013, Sunan Ampel saat itu mendirikan padepokan di Ampel Surabaya sebagai pusat pendidikan di Jawa.
Para santri dari Pulau Jawa berdatangan menimba ilmu agama. Bahkan, ada juga yang berasal dari Gowa dan Tallo, Sulawesi. Padepokan Sunan Ampel inilah yang dianggap sebagai cikal bakal berdirinya pesantren-pesantren di Indonesia.
Salah seorang santri Sunan Ampel yang bernama Sunan Giri kemudian mendirikan pesantren Giri Kedaton. Sunan Giri mempunyai santri bernama Raden Patah yang kemudian menjadi raja pertama Kerajaan Demak. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Tanah Jawa yang berada di bawah bimbingan para Wali Songo.

Komentar Terbanyak
Kutip Al-Qur'an dalam Khotbah, Masjid di Paris Ditutup 6 Bulan
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Hadiah Miras, MC Minta Maaf-Penyelenggara Marah