Rasulullah SAW disebut melihat Sungai Nil dan Eufrat dalam perjalanan Isra Mikraj. Kisah mengenai hal ini tertuang dalam sebuah hadits.
Dilansir dari buku Berlabuh di Sidratul Muntaha susunan KH Muhammad Sholikhin, hadits tersebut berasal dari riwayat Malik bin Sha'sha'ah dalam Shahih Muslim. Dia berkata, Nabi SAW bersabda:
"Ketika aku sedang berada di dekat Baitullah antara tidur dan jaga, tiba-tiba aku mendengar ada yang berkata: "Salah satu dari tiga yang berada di antara dua orang." Lalu aku didatangi dan dibawa pergi. Aku dibawakan bejana dari emas yang berisi air Zamzam, lalu dadaku dibedah hingga ini dan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatadah berkata: "Aku bertanya: Apa yang beliau maksud?" Ia menjawab: "Hingga ke bawah perutnya. Hatiku dikeluarkan dan dicuci dengan air Zamzam, kemudian dikembalikan ke tempatnya dan mengisinya dengan iman dan hikmah.
Lalu, aku didatangi binatang putih yang disebut Burak, lebih tinggi dari himar dan kurang dari bighal, ia meletakkan langkahnya pada pandangannya yang paling jauh. Aku ditunggangkan di atasnya. Lalu kami berangkat hingga ke langit dunia.
(Sampai di sana) Jibril minta dibukakan. Dia ditanya: "Siapa ini?" Jibril menjawab, "Jibril." Ditanya lagi: "Apakah ia telah diutus?", "Ya," jawabnya. Malaikat penjaga itu membukakan kami dan berkata: "Selamat datang padanya. Sungguh, merupakan kedatangan yang baik." Lalu kami datang kepada Nabi Adam (selanjutnya seperti kisah pada hadits di atas)."
Anas menjelaskan Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Nabi Yahya di langit kedua, di langit ketiga dengan Nabi Yusuf, di langit keempat dengan Nabi Idris, di langit kelima dengan Nabi Harun. Selanjutnya Rasulullah bersabda: "Kemudian kami berangkat lagi. Hingga tiba di langit keenam. Aku datang kepada Nabi Musa dan mengucap salam kepadanya.
Dia berkata: "Selamat datang kepada saudara dan nabi yang baik." Ketika aku meninggalkannya, ia menangis. Lalu ada yang berseru: "Mengapa engkau menangis?" Nabi Musa menjawab: "Tuhanku, orang muda ini Engkau utus setelahku, tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak daripada umatku."
Kami melanjutkan perjalanan hingga langit ketujuh. Aku datang kepada Nabi Ibrahim. Dalam hadits ini dituturkan, Nabi bercerita bahwa beliau melihat empat sungai. Dari hilirnya, keluar dua hulu sungai yang jelas dan dua sungai yang samar.
Aku (Rasulullah) bertanya: "Hai Jibril, sungai apakah ini?" Jibril menjawab: "Dua sungai yang samar adalah dua sungai di surga, sedangkan yang jelas adalah Sungai Nil dan Eufrat." Selanjutnya aku diangkat ke Bait al-Makmur.
Aku bertanya: "Hai Jibril, apa ini?" Jibril menjawab: "Ini adalah Bait al-Makmur." Setiap hari, 70.000 malaikat masuk ke dalamnya. Apabila mereka keluar, tidak akan masuk kembali. Itu adalah akhir mereka masuk. Kemudian aku ditawarkan dua bejana, yang satu berisi arak dan yang lain berisi susu.
Keduanya disodorkan kepadaku. Aku memilih susu, lalu dikatakan: "Tepat! Allah menghendaki engkau (berada pada fitrah, kebaikan, dan keutamaan). Begitu pula umatmu berada pada fitrah." Kemudian diwajibkan atasku salat 50 kali tiap hari." Demikian kisah seterusnya sampai akhir hadits.
Turut dijelaskan dalam buku Misteri Angka di Balik Al Quran karya Mohammad Sondan Arfando, terdapat empat sungai yang dilihat Nabi Muhammad SAW. Dua sungai nonfisik atau bathin di surga, kemudian dua sungai fisik atau dhahir di dunia yaitu Sungai Eufrat di Irak serta Sungai Nil di Mesir.
Menurut Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri dalam bukunya Ar Rahiqul Makhtum terjemahan Abu Ahsan, Sungai Nil dan Eufrat yang terlihat dimaknai sebagai isyarat eksisnya Islam pada kedua wilayah di mana kedua sungai itu berada.
Wallahu a'lam.

Komentar Terbanyak
Korupsi Makin Parah, MUI Dorong Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Koruptor
Islam Masuk Nusantara Ketika Nabi Muhammad Masih Hidup
5 Negara dengan Jumlah Masjid Terbanyak di Dunia, Indonesia Berapa?