Fakta Harta Rampasan Perang Khalid bin Walid usai Taklukkan Hormuz

Fakta Harta Rampasan Perang Khalid bin Walid usai Taklukkan Hormuz

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 17:51 WIB
Ilustrasi Harta Rampasan Perang Khalid bin Walid usai Taklukkan Hormuz
Ilustrasi harta rampasan perang Khalid bin Walid usai taklukkan Hormuz. (Foto: Gemini AI)
Jakarta -

Pertempuran rantai dengan Raja Hormuz menjadi salah satu momen penting dalam ekspansi militer yang dipimpin oleh Khalid bin Walid melawan Kekaisaran Sasaniyah. Kemenangan ini tidak hanya menunjukkan keunggulan strategi, tetapi juga menghasilkan harta rampasan perang dalam jumlah besar yang menarik perhatian banyak pihak.

Setelah menaklukkan pasukan Hormuz dalam Pertempuran Rantai, pasukan Muslim memperoleh berbagai bentuk ghanimah yang mencerminkan kekayaan Persia saat itu. Fakta-fakta terkait harta rampasan ini menjadi bagian menarik untuk ditelusuri, karena menggambarkan dampak ekonomi dari kemenangan militer yang diraih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Kemenangan Khalid bin Walid Melawan Raja Hormuz

Dikisahkan dalam buku Panglima Surga oleh Abu Fatah Grania, kemenangan Khalid bin Walid atas Hormuz menjadi salah satu momen penting dalam ekspansi Islam ke wilayah Persia. Pertempuran ini dikenal sebagai Pertempuran Rantai (Dzatus Salasil) yang terjadi di kawasan perbatasan Mesopotamia.

Kemenangan ini berawal dari strategi cerdik Khalid yang memanfaatkan kelemahan mobilitas pasukan Kekaisaran Sasaniyah. Ia memancing pasukan Hormuz untuk bergerak bolak-balik hingga kelelahan sebelum menghadapi pertempuran utama.

ADVERTISEMENT

Hormuz yang menyadari ancaman tersebut kemudian mengerahkan pasukannya dalam formasi kuat dengan mengikat para prajurit menggunakan rantai. Strategi ini bertujuan agar pasukan tidak mundur, tetapi justru menjadi kelemahan fatal saat pertempuran berlangsung.

Saat kedua pasukan bertemu, Hormuz menantang Khalid untuk duel satu lawan satu di medan perang. Duel sengit pun terjadi hingga Hormuz mencoba melakukan tipu daya dengan memanggil pasukan elit untuk mengepung Khalid.

Dalam situasi kritis tersebut, bantuan datang dari Qa'qa' bin Amr yang berhasil memukul mundur pasukan elit Persia. Momentum ini dimanfaatkan Khalid untuk memimpin serangan besar ke arah pasukan Persia yang sudah kelelahan.

Akhirnya, pasukan Persia tidak mampu bertahan dan mengalami kekalahan telak, terutama karena mereka terikat rantai yang menghambat pergerakan. Kemenangan ini membuka jalan bagi Khalid untuk melanjutkan penaklukan wilayah Persia lainnya dengan lebih mudah.

Harta Rampasan Perang Rantai Raja Hormuz

Diceritakan dalam buku Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, harta rampasan perang dari kemenangan Khalid bin Walid dalam Pertempuran Rantai menjadi salah satu hasil penting dari ekspansi awal Islam. Rampasan tersebut mencerminkan kekayaan besar milik pasukan Kekaisaran Sasaniyah yang berhasil dikuasai.

Salah satu bentuk harta rampasan yang paling menonjol adalah sekumpulan harta yang dikumpulkan setara pikulan 1.000 ekor unta. Barang-barang ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memperkuat kesiapan tempur pasukan Khalid bin Walid dalam pertempuran berikutnya.

Rampasan perang juga mencakup harta benda pribadi milik para prajurit dan pejabat Persia yang ditinggalkan di medan perang. Hal ini menunjukkan bahwa kekalahan pasukan Hormuz berlangsung cepat hingga banyak aset tidak sempat diselamatkan.

Menurut tradisi Islam, harta rampasan perang kemudian dibagi sesuai aturan, di mana sebagian disisihkan untuk negara dan sisanya dibagikan kepada para prajurit. Pembagian ini turut meningkatkan semangat pasukan dalam melanjutkan ekspansi ke wilayah lain seperti Al-Hirah.

Keberhasilan memperoleh harta rampasan ini juga memperkuat posisi pasukan Muslim dalam kampanye militer berikutnya di wilayah Persia. Dari kemenangan ini, Khalid bin Walid melanjutkan penaklukan dan membuka jalan menuju ekspansi yang lebih luas hingga ke Suriah.




(hnh/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads