Siapa Hormuz? Panglima Persia yang Menantang Khalid bin Walid Duel

Siapa Hormuz? Panglima Persia yang Menantang Khalid bin Walid Duel

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Kamis, 02 Apr 2026 14:00 WIB
Siapa Hormuz? Panglima Persia yang Menantang Khalid bin Walid Duel
Ilustrasi Perang. Foto: freepik/Freepik
Jakarta -

Dalam lembaran sejarah penaklukan Persia, terdapat sebuah kisah duel maut di medan Perang Dzatus Salasil. Di satu sisi berdiri Khalid bin Walid, sebagai pemimpin pasukan kaum muslimin. Sementara di sisi lain, ada Hormuz yang merupakan sosok panglima Kerajaan Persia.

Lantas, siapakah sebenarnya sosok Hormuz yang berani menantang duel Khalid bin Walid? Bagaimana peristiwa yang membuat pasukan Persia tercerai-berai hingga meninggalkan harta rampasan perang yang melimpah?

Latar Belakang Hormuz dan Bermulanya Perang Dzatus Salasil

Panglima Persia yang bernama Hormuz, menentang Khalid bin Walid untuk melakukan duel. Kisah ini terjadi saat ekspedisi pasukan Islam ke wilayah Persia yang kemudian dikenal sebagai Perang Dzatus Salasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diceritakan dalam kitab al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir yang diterjemahkan oleh Muhammad Ahsan bin Usman, kisah bermula dari Raja Persia yang selalu memerangi penduduk Arab di daratan dan memerangi penduduk Hindia dari lautan.

Lantas, Khalid bin Walid menuliskan sebuah surat kepadanya, dan menerangkan maksud dari kedatangannya. Tak lama kemudian, Hormuz langsung mengirimkan surat Khalid bin Walid kepada Syira bin Kisra dan Ardisyir bin Syira.

ADVERTISEMENT

Sebagai seorang wakil Kisra (raja), Hormuz segera mengumpulkan pasukan sebanyak-banyaknya dan mulai bergerak menuju Kazhimah.

Strategi Pasukan Rantai dan Keajaiban di Medan Perang

Pasukan di sebelah kiri dipimpin oleh Qubadz, sementara pasukan di sebelah kanan dipimpin oleh Anu Syajan. Keduanya merupakan keluarga dari istana. Sementara itu, pasukan lainnya diikat dengan menggunakan rantai, agar tidak ada yang lari satu pun.

Hormuz dikenal sebagai sosok yang bengis dan kejam, serta sangat kufur. Meski begitu, ia juga dikenal sebagai bangsawan yang mulia di kalangan Kerajaan Persia.

Melihat banyaknya pasukan Hormuz, Khalid bin Walid segera maju dengan tentaranya yang berjumlah 18.000 orang. Ia menempatkan pasukannya tepat menghadap ke arah pasukan Hormuz.

Pasukan Khalid bin Walid mengeluh karena mereka tidak memiliki sumber air. Lantas, ia berkata, "Usirlah mereka hingga kalian bisa mendapatkan air, sebab Allah hanya akan memberikan air kelak terhadap salah satu dari dua pasukan yang paling tahan dan paling sabar."

Ketika kaum muslimin mulai menyiapkan tempat, sementara pasukan Hormuz masih berada di atas kuda-kuda, tiba-tiba Allah SWT mengirimkan awan tebal dan hujan yang sangat lebat, hingga akhirnya pasukan muslimin memiliki persediaan air dan menjadi semakin kuat.

Duel Maut antara Hormuz dan Khalid bin Walid

Ketika kedua pasukan sedang saling berhadapan dan mulai berperang, Hormuz turun dari kudanya dan menantang duel dengan Khalid bin Walid. Maka, Khalid langsung turun dari kudanya, dan menerima tantangan tersebut.

Kedua pedang mereka mulai beraksi dan saling menyerang. Hingga akhirnya Khalid bin Walid berhasil mencekik leher Hormuz dengan tangannya, dan membuat Hormuz marah.

Namun, kemarahannya tersebut tidak dapat membunuh Khalid bin Walid. Kemudian, al-Qa'qa' bin Amru segera menyerang pasukan Hormuz dikarenakan kemarahan panglimanya. Pasukan musuh kalah tercerai-berai, sementara pasukan muslimin terus mengejar pasukan yang lari hingga malam hari.

Hingga akhirnya, pasukan muslimin berhasil menguasai seluruh bekal dan senjata musuh. Setelah dikumpulkan, harta rampasan perang tersebut mencapai 1.000 pikulan unta. Peperangan ini disebut dengan Perang Dzatus Salasil, dikarenakan banyaknya tentara Hormuz yang terikat dengan rantai.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads