Kejahatan Abu Lahab yang Benci pada Islam dan Nabi Muhammad

Kejahatan Abu Lahab yang Benci pada Islam dan Nabi Muhammad

Hanif Hawari - detikHikmah
Rabu, 18 Mar 2026 05:00 WIB
Symbol of the Shia Muslim religion with an Ayatollah who prays and preaches in front of his followers by stretching a finger upwards.
Ilustrasi Abu Lahab (Foto: Getty Images/iStockphoto/Pict Rider)
Jakarta -

Dalam sejarah Islam, sosok Abu Lahab dikenal sebagai salah satu tokoh yang menonjol karena sikap permusuhannya terhadap dakwah Nabi Muhammad SAW. Ia kerap bersinggungan secara langsung dengan Nabi Muhammad, bahkan menunjukkan penentangan terbuka terhadap ajaran yang dibawa beliau.

Besarnya permusuhan Abu Lahab kepada Islam tersebut membuat Allah SWT menurunkan Surah Al-Lahab. Surah Al-Lahab ayat 1-5 secara khusus membahas perlakuan dan berbagai kejahatan Abu Lahab terhadap Islam serta akibat yang akan ia terima.

Nama Asli Abu Lahab

Menurut Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, nama asli Abu Lahab adalah Abdul 'Uzza bin Abdul Muthalib. Ia kemudian dikenal dengan julukan "Abu Lahab" yang berarti "Si Menyala" karena wajahnya yang tampak cerah dan menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istrinya bernama Arwa yang lebih populer dengan sebutan Ummu Jamil, saudara perempuan Abu Sufyan bin Harb sekaligus bibi dari Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Hubungan kekerabatan ini menempatkan keluarganya sebagai bagian dari kalangan terpandang di Makkah pada masa itu.

Abu Lahab Siapanya Nabi Muhammad?

Masih mengutip dari sumber sebelumnya, Abu Lahab merupakan paman kandung dari Nabi Muhammad. Pada awalnya, hubungan keduanya terjalin dengan sangat baik sebagaimana kedekatan beliau dengan paman-pamannya yang lain.

ADVERTISEMENT

Sejumlah riwayat menyebutkan bahwa saat Nabi lahir, Abu Lahab menyambutnya dengan penuh kebahagiaan karena menganggap keponakannya itu sebagai pengganti adiknya yang telah wafat, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib.

Rasa gembira tersebut bahkan membuat Abu Lahab membebaskan budaknya, Tsuwaibah, untuk menyusui Muhammad kecil sebelum kedatangan ibu susuannya, Halimatus Sa'diyah. Hubungan keluarga semakin erat ketika dua putri Rasulullah, Ruqayyah binti Muhammad dan Ummu Kultsum binti Muhammad, menikah dengan dua putra Abu Lahab, yakni Utbah bin Abu Lahab dan Utaibah bin Abu Lahab.

Namun, seluruh kedekatan tersebut berubah setelah Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul yang membawa ajaran tauhid bagi masyarakat Arab pada masa jahiliyah. Sejak saat itu, Abu Lahab bersama istrinya justru menjadi pihak yang paling keras menentang dakwah Islam.

Pertentangan Abu Lahab kepada Islam

Dikisahkan dalam buku Kisah Nabi Muhammad SAW oleh Yoyok Rahayu, pertentangan Abu Lahab terhadap Islam berlangsung secara terbuka dan terus-menerus sejak awal dakwah disampaikan.

Bersama istrinya, Ummu Jamil, ia kerap mencela serta menghina Nabi Muhammad di mana pun beliau berada, bahkan Ummu Jamil disebut sering menebarkan duri dan kotoran di jalan yang dilalui Rasulullah sebagai bentuk gangguan fisik dan simbol kebencian.

Permusuhan itu juga merambah ke ranah keluarga, ketika Abu Lahab dan istrinya memaksa kedua putranya menceraikan putri-putri Nabi hingga akhirnya pernikahan tersebut benar-benar berakhir. Tindakan ini menunjukkan bahwa kebencian Abu Lahab bukan sekadar perbedaan pendapat, melainkan penolakan total terhadap risalah Islam.

Puncak penentangan terjadi saat Rasulullah SAW mengumpulkan kaum Quraisy untuk menyampaikan dakwah secara terang-terangan atas perintah Allah SWT. Di hadapan para pemuka Quraisy, Abu Lahab secara lantang menghina dan mengejek Nabi, memperlihatkan sikap permusuhan yang terang-benderang terhadap ajaran Islam yang dibawa beliau.

Lebih lengkapnya, berikut ini adalah kejahatan Abu Lahab kepada Islam dan Nabi Muhammad.

1. Memerintahkan Putranya Menceraikan Putri Rasulullah

Sebelum masa kenabian, dua putra Abu Lahab menikah dengan putri-putri Rasulullah. Namun setelah Islam diserukan, ia memaksa keduanya menceraikan istri mereka sebagai bentuk tekanan dan permusuhan terhadap dakwah Nabi.

2. Bergembira atas Wafatnya Putra Rasulullah

Ketika Abdullah, putra Nabi, wafat, Abu Lahab justru menunjukkan kegembiraan dan menyebarkan kabar tersebut kepada kaum musyrikin. Ia menggunakan peristiwa itu untuk merendahkan Nabi dengan menyebut bahwa keturunan beliau telah terputus.

3. Mencela dan Menolak Islam Secara Terbuka

Abu Lahab secara terang-terangan menolak ajaran tauhid yang dibawa Rasulullah. Ia bukan hanya enggan beriman, tetapi juga berusaha menghalangi orang lain agar tidak mengikuti Islam.

4. Memfitnah dan Mencemarkan Nama Baik Rasulullah

Ia menyebarkan tuduhan serta cerita-cerita palsu untuk merusak reputasi Nabi di tengah masyarakat Quraisy. Tindakan ini dilakukan agar dakwah Islam kehilangan kepercayaan di mata kaumnya.

5. Melakukan Serangan Fisik dan Penghinaan

Permusuhan Abu Lahab tidak berhenti pada kata-kata, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan fisik yang merendahkan. Dalam sebuah riwayat, ia pernah melemparkan kotoran kepada Nabi saat beliau sedang melaksanakan salat.

6. Menghalangi dan Mencela Peringatan Nabi

Ketika Nabi memperingatkan kaumnya tentang azab Allah, Abu Lahab merespons dengan caci maki dan penolakan keras. Ia menutup diri dari kebenaran sekaligus memprovokasi orang lain untuk meremehkan peringatan tersebut.

7. Bergabung dengan Musuh Islam dalam Boikot

Abu Lahab turut mendukung dan terlibat dalam pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muttalib. Boikot itu menyebabkan penderitaan besar bagi Nabi dan keluarganya, baik secara sosial maupun ekonomi.




(hnh/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads