Siapa Arwa binti Harb bin Umayyah? Istri Abu Lahab Pembawa Kayu Bakar

Siapa Arwa binti Harb bin Umayyah? Istri Abu Lahab Pembawa Kayu Bakar

Tia Kamilla - detikHikmah
Senin, 12 Jan 2026 09:30 WIB
Young arabian woman in hijab with sexy blue eyes. Yashmak.
Ilustrasi Arwa binti Harb bin Umayyah. Foto: Getty Images/iStockphoto/IgorVoloshin
Jakarta -

Salah satu kisah yang diabadikan secara tegas dalam Al-Qur'an adalah Kisah Arwa binti Harb bin Umayyah, istri dari Abu Lahab. Ia dikenal sebagai perempuan yang menentang dakwah Rasulullah SAW dan melakukan perbuatan tercela yang menjadi sebab turunnya surah Al-Lahab.

Dalam berbagai riwayat, Arwa lebih dikenal dengan Ummu Jamil. Meski berasal dari kalangan terhormat, sikap dan perilakunya justru dikenal sangat keras dalam menentang Islam dan bahkan disebut sebagai perempuan pembawa kayu bakar.

Siapa Arwa Binti Harb bin Umayyah?

Mengacu pada buku Jejak Madinah karya Izzudin Hitimala, Arwa binti Harb bin Umayyah dikenal sebagai istri Abu Lahab dan lebih dikenal dengan sebutan Ummu Jamil. Ia berasal dari keluarga terpandang Quraisy dan merupakan saudara Abu Sufyan. Arwa juga masih memiliki hubungan keluarga dengan tokoh-tokoh penting di Makkah pada masa itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Arwa dan Abu Lahab adalah pasangan suami istri yang kompak. Ia dikenal sebagai istri yang setia kepada suaminya.

Namun, kekompakan tersebut justru membuat keduanya bersama-sama menentang dan memusuhi dakwah Nabi Muhammad SAW. Inilah yang membuat mereka dianggap durhaka kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

Dalam buku Mutiara Juz 'Amma karya H. Sakib Machmud dijelaskan bahwa Arwa memiliki julukan Ummu Jamil, yang berarti perempuan yang memiliki kecantikan. Wajahnya dikenal elok dan menawan.

Meski begitu, kecantikan fisiknya tidak sejalan dengan akhlak dan perilakunya yang buruk, terutama dalam menyebarkan kebencian dan permusuhan terhadap Rasulullah SAW.

Surah Al Lahab yang Menceritakan Istri Abu Lahab

Perilaku Arwa binti Harb bin Umayyah bersama Abu Lahab begitu berat hingga Allah SWT mengabadikan kecaman terhadap keduanya dalam Al-Quran, tepatnya dalam surah Al-Lahab. Berikut bunyi surahnya:

⦁ Ayat 1

تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ

Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb(a).

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia."

⦁ Ayat 2

مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ

Mā agnā 'anhu māluhū wa mā kasab(a).

Artinya: "Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan."

⦁ Ayat 3

سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ

Sayaṣlā nāran żāta lahab(in).

Artinya: "Kelak dia akan memasuki api yang bergejolak (neraka)."

⦁ Ayat 4

وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ

Wamra'atuh(ū), ḥammālatal-ḥaṭab(i).

Artinya: "(Begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah)."

⦁ Ayat 5

فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ

Fī jīdihā ḥablum mim masad(in).

Artinya: "Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal."

Arwa Binti Harb bin Umayyah Dijuluki Perempuan Pembawa Kayu Bakar

Berdasarkan buku 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-makhluk Allah terbitan Lentera Hati Group, Arwa binti Harb bin Umayyah, yang dikenal dengan nama Ummu Jamil dan merupakan saudara Abu Sufyan, termasuk perempuan Quraisy yang sangat keras memusuhi Rasulullah SAW. Permusuhannya tidak hanya lewat ucapan, tetapi juga melalui tindakan yang menyakiti.

Rasa permusuhan Arwa binti Harb bin Umayyah terhadap Nabi Muhammad SAW sangatlah besar. Mengutip buku Kisah 10 Wanita yang Disebut dalam Al-Qur'an karya El-Hosniah, Arwa yang dikenal sebagai Ummu Jamil kerap membawa ranting-ranting berduri lalu menebarkannya di jalan yang biasa dilewati Rasulullah SAW pada malam hari.

Tindakan ini dilakukan dengan tujuan melukai Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Bahkan, Arwa merasa senang ketika melihat Rasulullah SAW terluka akibat menginjak duri-duri yang ia sebarkan.

Selain itu, ia dikenal sombong, suka bergosip, dan gemar mengadu domba. Karena perilakunya inilah, Al-Quran menggambarkannya sebagai perempuan pembawa kayu bakar, yaitu orang yang suka mengadu domba dan memicu kebencian orang-orang Makkah pada Islam.

Dalam buku Menapak Jalan Surga Para Muslimah Terdahulu karya Ririn Astutiningrum dijelaskan bahwa sikap penolakan Arwa tampak jelas ketika Rasulullah SAW mengajak keluarga besarnya untuk beriman kepada Allah SWT. Saat itu, Abu Lahab dan Arwa justru menolak dengan keras. Mereka menuduh Nabi Muhammad SAW menentang ajaran nenek moyang.

Kemarahan Arwa binti Harb bin Umayyah semakin menjadi setelah turunnya surah Al-Lahab yang menyebut dirinya secara jelas. Dengan membawa segenggam batu, ia mendatangi Ka'bah dengan niat menyakiti Rasulullah SAW yang sedang duduk bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Namun, Allah SWT melindungi Nabi Muhammad SAW dengan menutup penglihatan Arwa sehingga ia tidak melihat beliau. Dalam keadaan marah, ia hanya berkata kepada Abu Bakar,

"Wahai Abu Bakar, di mana temanmu? Kudengar dia mencaci diriku. Demi Allah, kalau aku menemuinya, akan kutimpukkan batu ini ke mulutnya."

Ummu Jamil meninggal dunia akibat perbuatan buruk yang ia lakukan sendiri. Dikisahkan, ia wafat karena terlilit tali yang biasa dipakainya untuk mengikat dan membawa kayu berduri. Tali tersebut sebagian dililitkan ke lehernya, hingga akhirnya membuatnya tercekik. Kebiasaan buruk itulah yang menjadi sebab kematiannya.

Bahkan disebutkan pula bahwa siksaan dengan tali tersebut akan terus ia rasakan. Dalam surah Al-Lahab, Allah SWT menyatakan bahwa di neraka kelak, leher Ummu Jamil akan diikat dengan tali dari api neraka Jahanam. Wallahu a'lam.



(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads