Keseharian Rasulullah yang Jarang Diketahui Orang

Keseharian Rasulullah yang Jarang Diketahui Orang

Kristina - detikHikmah
Sabtu, 14 Feb 2026 05:00 WIB
ilustrasi nabi muhammad
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Foto: iStock
Jakarta -

Kehidupan Rasulullah SAW tak hanya berdakwah dan memimpin umat. Dalam kesehariannya, beliau juga melakukan berbagai aktivitas domestik termasuk hal-hal kecil yang mungkin tidak banyak diketahui orang.

Para ahli hadits dan sejarah Nabi SAW mencatat kisah-kisah keseharian Nabi Muhammad SAW. Dalam kitab Asy-Syamail, Imam at-Tirmidzi memaparkan sejumlah riwayat yang menyebut Rasulullah SAW biasa mencuci bajunya sendiri. Beliau juga memerah susu kambingnya sendiri.

Aisyah RA ditanya, "Apakah yang dikerjakan Rasulullah SAW di rumahnya?" Aisyah RA menjawab, "Beliau adalah seorang manusia biasa, beliau adalah seorang yang mencuci bajunya sendiri, memerah susu kambingnya sendiri, dan melayani dirinya sendiri."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasulullah SAW juga menjahit sendiri baju beliau yang robek, menjahit sandal yang putus, dan membantu pekerjaan rumah. Beliau adalah orang yang sangat sabar menghadapi omelan istrinya, Aisyah RA, yang bahkan sambil memecahkan piring kaca dan beliau yang memungut sendiri serpihannya.

ADVERTISEMENT

Nabi Muhammad SAW kerap melakukan hal-hal yang mungkin dianggap sepele. Diceritakan dalam buku Bukan Cinta Manusia Biasa oleh Ustaz Brilly El-Rasheed, Rasulullah SAW menjenguk anak kecil Yahudi yang sakit dan menyalati jenazah wanita penyampu masjid yang dianggap sepele. Beliau juga memaafkan penagih utang yang menghinanya.

Aisyah RA juga pernah menceritakan Rasulullah SAW membersihkan sendiri dahak Usamah bin Zaid, panglima perang termuda kesayangan Nabi SAW.

"Suatu ketika NAbi SAW ingin membersihkan dahak Usamah. Lalu aku (Aisyah) pun mengatakan, 'Biarkan aku saja yang melakukannya.' Beliau pun mengatakan, 'Wahai Aisyah, cintailah Usamah karena sesungguhnya aku mencintainya." (Jami' At-Tirmidzi dengan sanad hasan)

Rasulullah SAW tidak suka diistimewakan. Pernah suatu ketika beliau dan para sahabat akan masak kambing. Rasulullah SAW cekatan membagi tugas dan sebagian sahabat lain menawarkan diri mengerjakan tugas-tugas itu.

Sang Rasul tak hanya duduk dan memberi komando. Namun beliau berkata, "Saya sendiri akan mencari dan mengumpulkan kayu bakarnya." Sontak para sahabat terkejut.

"Wahai Rasulullah SAW, tidakkkah engkau lebih baik duduk-duduk saja dan kami yang mencari kayu bakarnya?" ujar para sahabat.

Namun, Baginda Nabi SAW menolak diistimewakan. "Saya tahu kalian bisa menyelesaikan pekerjaan ini, tapi saya tidak suka diistimewakan. Sesungguhnya Allah tidak suka melihat salah seorang hamba-Nya diistimewakan dari kawan-kawannya," kata Rasulullah SAW.

Kisah ini diceritakan oleh Syaikh 'Abdul Mun'im Al-Hasyimiyy dalam Akhlaq Ar-Rasyul menurut kriteria Al-Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW sangat tawadhu. Beliau bersabda, "Janganlah kalian berlebihan memujiku sebagaimana kaum Nasrani yang berlebihan memuji anak Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, oleh sebab itu katakanlah (panggilah) 'Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya." (HR Ahmad)




(kri/erd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads