Pada masa Rasulullah SAW terdapat beberapa sahabat yang sedang melakukan perjalanan. Mereka telah membawa bekal dalam perjalanannya.
Namun cuaca yang sangat terik dalam perjalanan menyusuri gurun pasir sangatlah menguras energi. Ditambah jarak yang ditempuh sangatlah jauh. Bekal yang disiapkan pun telah habis. Dan para sahabat merasakan kepayahan dalam perjalanannya.
Diceritakan oleh Muhammad Nasrulloh dalam buku Kisah-kisah Inspiratif Sahabat Nabi, Di tengah gontainya perjalanan, alangkah bahagianya mereka ketika melihat pemukiman. Mereka lekas menghampiri sebuah rumah. Namun niat mereka agar dijamu dengan baik oleh tuan rumah sia-sia. Tuan rumah enggan menjamu mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lantas keluar dan meneduh jauh di pinggiran pemukiman. Sayup-sayup mereka mendengar suara yang memanggil. Ternyata tuan rumah yang telah mereka kunjungi telah disengat kalajengking. Penghuni rumah kebingungan.
Mereka telah berupaya mengobati namun tidak berhasil. Salah satu penghuni rumah itu mengusulkan agar meminta bantuan kepada para pengembara tadi. Siapa tahu di antara mereka ada yang dapat mengobati.
Setelah duduk perkara disampaikan pada para sahabat. Salah satu dari mereka yang bernama Abi Said al-Khudriyi berkata "Aku paham dengan rahasia pengobatan. Jika aku mampu menyembuhkan aku memintah upah atas jasaku dalam menyembuhkan tuan rumah kalian". Merekapun sepakat.
Setelah itu Abi Said al-Khudriyi menghampiri tuan rumah yang tengah kesakitan itu. Ia bacakan surat al- Fatihah. Berangsur-angsur kemudian tuan rumah pulih dan sembuh. Seluruh penghuni rumah bersyukur atas kesembuhan tuan rumah mereka. Sebagai imbalan, para sahabat diberikan kambing satu per satu.
Sepulangnya mereka dari perjalanan. Kisah tersebut disampaikan kepada Rasulullah SAW Rasulpun bertanya bagaimana bisa Abi Said al-Khudriyi mengetahui rahasia pengobatan dalam al-Quran?. Abi Said al-Khudriyi menjawab bahwa ia serasa diberi ilham oleh Allah SWT. Nabi SAW pun meminta Abi Said al-Khudriyi agar juga dibagikan resep rahasia pengobatan padanya. Beliau juga tersenyum karena mengetahui bahwa sahabatnya dapat mengerti rahasia-rahasia pengobatan dalam al-Qur'an.
Terkait surah Al-Fatihah yang dapat mengobati penyakit, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 82:
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا
Artinya: "Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian."
Berkat riwayat Abi Said Al-Khudriyi ini Imam as-Suyuthi mengatakan dalam kitab Asbabun Nuzul, Al Fatihah dapat digunakan untuk meruqyah berdasarkan hadits Abu Sa'id dalam ash-Shahihyang berbunyi, "Bagaimana kautahu bahwa ini (Al Fatihah) adalah ruqyah?" (Shahih: Muttafaq 'Alaih)
(lus/erd)
Komentar Terbanyak
Ketum PBNU Gus Yahya Minta Maaf Undang Peter Berkowitz Akademisi Pro-Israel
MUI Serukan Setop Penjarahan: Itu Bentuk Pelanggaran Hukum
Negara Arab Kompak Katakan Israel Lakukan Genosida di Gaza