Arab Saudi Masuki Musim Dingin, Suhu Mulai Turun Nyaman untuk Umrah

Arab Saudi Masuki Musim Dingin, Suhu Mulai Turun Nyaman untuk Umrah

Devi Setya - detikHikmah
Minggu, 30 Nov 2025 20:00 WIB
Muslims perform Umrah at the Grand Mosque, in heavy rain during the holy month of Ramadan, in the holy city of Mecca, Saudi Arabia, April 10, 2023. Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
ilustrasi hujan di Makkah Foto: via REUTERS/SAUDI PRESS AGENCY
Jakarta -

Arab Saudi mulai memasuki musim dingin pada 1 Desember 2025. Peristiwa alam ini ditandai dengan penurunan suhu dan meningkatnya aktivitas cuaca di berbagai wilayah.

Dilansir dari Saudi Gazette, Minggu (30/11/2025), juru bicara Pusat Meteorologi Nasional (NCM), Hussein Al-Qahtani, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari mendatang, disertai badai petir, angin kencang, hingga kabut di sejumlah daerah.

Kondisi ini membuat masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak lebih signifikan seperti Madinah, Hail, Jazan, Asir, dan Al-Baha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Al-Qahtani menjelaskan kondisi cuaca di Arab Saudi saat ini relatif nyaman dan stabil, namun awal pekan depan akan menjadi permulaan musim hujan pertama pada bulan Desember. Curah hujan yang turun diperkirakan akan berkisar dari intensitas sedang hingga lebat, dan akan mempengaruhi sejumlah wilayah yang sebelumnya sudah terdampak, seperti Madinah, Hail, dataran tinggi Makkah, sebagian pesisir selatannya, serta wilayah luas lainnya di Saudi.

Dalam laporan cuaca terbaru pada hari Sabtu, NCM menyebut beberapa daerah berpeluang mengalami badai petir dengan intensitas sedang, disertai hujan es dan angin kencang.

ADVERTISEMENT

Kondisi ini terutama diprediksi terjadi di wilayah Jazan, Asir, dan Al-Baha. Selain itu, kabut juga berpotensi terjadi di ketiga wilayah tersebut, serta di Provinsi Timur. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai jarak pandang yang terbatas.

Di sisi lain, angin yang membawa debu dan pasir diperkirakan akan mempengaruhi wilayah Makkah, Madinah, Hail, Tabuk, dan Al-Jouf, yang mungkin berdampak pada aktivitas di luar ruangan.

NCM juga memaparkan perkembangan angin di atas Laut Merah, yang diperkirakan bertiup dari arah barat laut hingga utara dengan kecepatan antara 10 hingga 28 km per jam di wilayah utara dan tengah. Sementara itu, di wilayah selatan, angin akan bergerak dari arah selatan hingga tenggara dengan kecepatan 15 hingga 40 km per jam, bahkan dapat mencapai 50 km per jam seiring pembentukan awan hujan menuju Selat Bab el-Mandeb.

Kondisi ini turut mempengaruhi tinggi gelombang di laut, yang diperkirakan berada pada kisaran setengah hingga satu meter di wilayah utara dan tengah, serta satu hingga dua meter di wilayah selatan, bahkan dapat lebih tinggi bila awan hujan terbentuk. Secara umum, kondisi laut di utara dan tengah cenderung tenang, sedangkan di wilayah selatan cenderung sedang hingga ganas mengikuti perkembangan cuaca.

Cuaca Musim Dingin Nyaman untuk Ibadah

Musim dingin menjadi waktu ramah untuk umrah. Suhu di Tanah Suci tidak terlalu panas dan cenderung sejuk. Musim dingin di Arab Saudi biasanya berlangsung dari Desember hingga Februari.

Suhu musim dingin akan mencapai puncaknya pada Januari. Menurut situs Weather Spark, 22 Januari menjadi hari terdingin sepanjang tahun dengan suhu berkisar antara 61°F-84°F atau sekitar 16°C-28°C.




(dvs/kri)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads