Kisah Nabi Ishaq: Kelahirannya yang Dinanti - Keturunannya Diangkat Jadi Nabi

Kisah Nabi Ishaq: Kelahirannya yang Dinanti - Keturunannya Diangkat Jadi Nabi

Cicin Yulianti - detikHikmah
Senin, 16 Jan 2023 05:31 WIB
Nabi Ishaq
Ilustrasi Nabi Ishaq Foto: Ilustrasi Mindra Purnomo
Jakarta - Nabi Ishaq adalah putra dari Nabi Ibrahim dan saudara Nabi Ismail. Kisah Nabi Ishaq banyak disebutkan dalam Al-Qur'an mulai dari sebelum kelahirannya hingga keturunannya.


Kabar tentang kelahiran Nabi Ishaq termaktub dalam Al-Qur'an Surat As Saffat ayat 112-113 yang berbunyi:


وَبَشَّرْنَٰهُ بِإِسْحَٰقَ نَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

وَبَٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰٓ إِسْحَٰقَ ۚ وَمِن ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِّنَفْسِهِۦ مُبِينٌ


Arab latin: Wa basysyarnāhu bi`is-ḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn, Wa bāraknā 'alaihi wa 'alā is-ḥāq, wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn


Artinya: "Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata."


Kisah Kelahiran Nabi Ishaq


Mengutip buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur'an karya Adil Musthafa Abdul Halim, kabar tentang kelahiran Nabi Ishaq sudah disampaikan malaikat kepada Siti Sarah jauh-jauh hari. Mereka berkata kepada Siti Sarah:

"Wahai Sarah, sesungguhnya Allah menganugerahi kepadamu seorang anak yang bernama Ishaq. Dan Ishaq akan memiliki keturunan yang bernama Yaqub."


Mendengar hal tersebut, Siti Sarah berkata, "Ini adalah berita yang sangat aneh! Bagaimana orang yang mandul dan tua seperti aku ini, yang memiliki suami yang juga sudah tua dapat melahirkan seorang anak"


Lalu para malaikat menjawab, "Wahai Sarah, janganlah kamu merasa heran terhadap kekuasaan Allah Ta'ala, juga terhadap rahmat dan keberkahan-Nya kepada kamu, serta kepada semua orang mukmin."


Nabi Ibrahim pun sempat tidak percaya dan berkata, "Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut, dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini." (QS. Al Hijr : 54)


Para malaikat kemudian menjawab, "Wahai Ibrahim, ini adalah perkara dan kehendak Allah. Dan kabar yang kami bawa ini adalah sesuatu yang pasti. Sesungguhnya Allah SWT menganugerahkan seorang anak laki-laki yang akan menjadi orang alim yang bernama Ishaq, saudaranya Ismail."


Atas jawaban malaikat tersebut, Nabi Ibrahim mengatakan, "Oh seandainya sekarang ini Ismail ada di hadapanku, pasti aku kabarkan dia tentang kelahiran saudaranya."


Kisah Nabi Ishaq Semasa Hidupnya


Dikisahkan dalam buku Cerita Terbaik 25 Nabi & Rasul karya Wirawan Sukarwo Nabi Ishaq lahir di Kota Hebron ketika sang ayah yakni Nabi Ibrahim berusia 100 tahun. Jarak kelahiran dari Nabi Ishaq dan saudaranya (Nabi Ismail) sekitar 13 tahun.


Saat masih kecil, Nabi Ishaq sudah menunjukkan ciri kenabiannya dengan akhlaknya yang mulia. Nabi Ishaq gemar membantu orang-orang miskin di sekitarnya.


Semakin hari, Nabi Ishaq tumbuh menjadi laki-laki yang jujur dan bertanggung jawab. Saat sudah dewasa, Nabi Ishaq membantu Nabi Ibrahim berdagang dan berdakwah di daerah Syam.


Nabi Ishaq lalu melanjutkan hidupnya dengan menikah dengan wanita bernama Rifqah. Ia adalah anak perempuan dari saudara kandung sang ayah yakni Bitauel bin Nahur.


Dalam kurun 10 tahun usia pernikahannya, Nabi Ishaq dan istri dikaruniai dua orang anak, yaitu Aishu dan Yakub yang kelak menjadi Nabi juga seperti ayahnya dan kakeknya.


Nabi Ishaq Melahirkan Keturunan Nabi


Selain dilahirkan dari keluarga sang ayah yang merupakan utusan Allah, Nabi Ishaq pun dianugerahi anak dan keturunan yang kemudian jadi para nabi juga. Salah satunya adalah Nabi Yakub.


Dari putranya yaitu Nabi Yakub, kemudian lahirlah cucu yang sholeh dan diangkat sebagai utusan Allah juga yakni Nabi Yusuf. Artinya, keturunan Nabi Ishaq ini menjadi cikal bakal Kaum israel yang banyak melahirkan nabi.


Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:


"Sesungguhnya orang yang mulia, anak orang mulia, anak orang mulia adalah Yusuf bin Yakub bin Ishaq bin Ibrahim." (HR. Imam Ahmad).



Simak Video "Ikhtiar dan Tawakal, Paket Lengkap untuk Dapat Pertolongan Allah"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)