Menerima tamu dan menjamu kehadirannya dapat menjadi kegiatan yang bernilai ibadah dalam Islam. Sikap seorang muslim yang baik dalam menyambut kedatangan orang yang berkunjung menjadi cerminan daripada kesempurnaan iman dan akhlak yang baik. Rasulullah SAW mengajarkan adab menerima tamu melalui sabda-sabdanya.
Nabi SAW juga menegaskan bahwa kewajiban memuliakan tamu berkaitan dengan keimanan kepada Allah SWT dan hari akhir. Sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mempererat hubungan kekeluargaannya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mengucapkan yang baik ataupun berdiam diri saja." (HR. Bukhari dan Muslim).
Baca juga: Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam |
7 Adab Menerima Tamu dalam Islam
Mengutip buku Membangun Akhlak dengan Mengamalkan Hadits, Adab, dan Doa karya Bagus Wahyudi dan buku Konseling Individual karya Jum Anidar, berikut 7 adab menerima tamu sesuai sunnah Rasulullah SAW yang bisa diteladani:
Mengucap serta Menjawab Salam, dan Menyambut dengan Ramah
Salam menjadi bagian dari adab menerima tamu yang wajib diterapkan. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW bersabda, "Selamat datang kepada para utusan yang datang tanpa merasa terhina dan menyesal." (HR. Bukhari)
1. Berpakaian Rapi, Bersih, dan Menutup Aurat
Islam mengajarkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam berpenampilan. Namun, ketika menyambut tamu tetap dianjurkan menggunakan pakaian yang rapi, bersih, dan sopan untuk menghormati tamu yang datang. Allah SWT berfirman dalam surah Al-A'raf ayat 26:
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
Artinya: "Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan bulu (sebagai bahan pakaian untuk menghias diri). (Akan tetapi,) pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu merupakan sebagian tanda-tanda (kekuasaan) Allah agar mereka selalu ingat."
2. Menunjukkan Wajah Gembira dan Penuh Senyum
Raut muka yang gembira membuat tamu merasa diterima dengan lapang dada. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang selalu tersenyum ketika berbicara. Hindari menunjukkan wajah merasa terbebani atas kehadiran tamu, karena senyuman tulus bernilai sedekah sebagaimana hadits Nabi SAW, "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah".
3. Berjabat Tangan Penuh Keakraban
Disunnahkan untuk bersalaman atau berjabat tangan ketika bertemu, khususnya antara laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kamu saling jumpa, maka saling mengucapkan salam dan bersalam-salaman, bila saling berpisah, maka berpisahlah dengan ucapan istighfar." (HR. At-Tahawi)
4. Menyajikan Jamuan dan Hidangan Terbaik
Salah satu teladan Nabi SAW adalah memberikan hidangan kepada tamu yang datang. Dari Abu Syuraih Al-Ka'bi RA, Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam." (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Mengajak Mengobrol Hal Baik dan Menemani Tamu
Adab berikutnya adalah menemani tamu berbincang dengan topik-topik positif yang disukai tamu. Hindari pembicaraan yang dapat memicu ketidaknyamanan, perdebatan, atau pergunjingan. Tuan rumah hendaknya tidak meninggalkan tamu sendirian, tidak tidur mendahului tamu sebelum mereka berpamitan, dan tidak memperlihatkan keluhan mengenai waktu bertamu mereka.
6. Mengantarkan Tamu sampai ke Depan Rumah Saat Pulang
Ketika tamu berpamitan untuk pulang, adab yang diajarkan sunnah adalah mengantarkannya hingga pintu keluar atau halaman rumah. Nabi Muhammad SAW terbiasa menggenggam tangan sahabatnya dengan penuh kasih sayang saat berpisah hingga orang tersebut yang melepaskannya terlebih dahulu.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang (tuan rumah) keluar bersama-sama tamunya sampai ke pintu halaman." (HR. Ibnu Majah)
Simak Video "Menteri Agama: Indonesia Adalah Rumah Bersama"
(lus/lus)