Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam

Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 25 Mar 2026 11:45 WIB
Ilustrasi Silaturahmi Lebaran
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Dalam ajaran Islam, silaturahmi menjadi hal yang sangat penting. Salah satu bentuk silaturahmi yang sering terjadi adalah bertamu dan menerima tamu.

Adab bertamu dan menerima tamu bukan sekadar sopan santun, melainkan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalil tentang adab bertamu dalam Al-Qur'an termaktub dalam surat An-Nur ayat 27, Allah SWT berfirman,

ŲŠŲŽŲ°Ų“ØŖŲŽŲŠŲ‘ŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų‘ŲŽØ°ŲŲŠŲ†ŲŽ ØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ Ø¨ŲŲŠŲŲˆØĒŲ‹Ø§ ØēŲŽŲŠŲ’ØąŲŽ Ø¨ŲŲŠŲŲˆØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰Ų° ØĒŲŽØŗŲ’ØĒŲŽØŖŲ’Ų†ŲØŗŲŲˆØ§ÛŸ ŲˆŲŽØĒŲØŗŲŽŲ„Ų‘ŲŲ…ŲŲˆØ§ÛŸ ØšŲŽŲ„ŲŽŲ‰Ų°Ų“ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŲ‡ŲŽØ§ ۚ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŲ…Ų’ ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŒ Ų„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ Ų„ŲŽØšŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØĒŲŽØ°ŲŽŲƒŲ‘ŲŽØąŲŲˆŲ†ŲŽ

ADVERTISEMENT

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

Dalam buku Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV karya Fida' Abdilah, bertamu menjadi bentuk silaturahmi yang baik dalam Islam namun harus menjaga adab dan aturan yang diajarkan dalam Islam.

Adab Bertamu dalam Islam

1. Memilih Waktu Berkunjung

Ketika seorang muslim hendak bertamu, usahakan memilih waktu yang tepat. Sebelum mendatangi rumah, sebaiknya meminta izin terlebih dahulu.

Hindari bertamu saat malam hari karena kemungkinan bisa mengganggu waktu istirahat pemilik rumah.

2. Mengucapkan Salam dan Meminta Izin

Dirangkum dari buku Adab Bertamu karya Hafidz Muftisany, mengucapkan salam adalah bentuk doa dan penghormatan kepada tuan rumah.

Selain salam, penting juga untuk meminta izin terlebih dahulu. Jika tidak diizinkan, maka harus pulang dengan lapang dada. Dalam surat An-Nur ayat 28 dijelaskan,

ŲŲŽØĨؐ؆ Ų„Ų‘ŲŽŲ…Ų’ ØĒŲŽØŦŲØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ ŲŲŲŠŲ‡ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŽØ­ŲŽØ¯Ų‹Ø§ ŲŲŽŲ„ŲŽØ§ ØĒŲŽØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŲˆŲ‡ŲŽØ§ Ø­ŲŽØĒŲ‘ŲŽŲ‰Ų° ŲŠŲØ¤Ų’Ø°ŲŽŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۖ ŲˆŲŽØĨؐ؆ Ų‚ŲŲŠŲ„ŲŽ Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų ŲąØąŲ’ØŦŲØšŲŲˆØ§ÛŸ ŲŲŽŲąØąŲ’ØŦŲØšŲŲˆØ§ÛŸ ۖ Ų‡ŲŲˆŲŽ ØŖŲŽØ˛Ų’ŲƒŲŽŲ‰Ų° Ų„ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۚ ŲˆŲŽŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ø¨ŲŲ…ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ų…ŲŽŲ„ŲŲˆŲ†ŲŽ ØšŲŽŲ„ŲŲŠŲ…ŲŒ

Artinya: Jika kamu tidak menemui seorangpun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

3. Tidak Mengintip ke Dalam Rumah

Islam melarang keras mengintip ke dalam rumah orang lain tanpa izin karena melanggar privasi.

4. Tidak Berlama-lama

Tamu hendaknya memahami kondisi tuan rumah dan tidak berlama-lama hingga menyulitkan.

Hal ini sesuai dengan adab yang dicontohkan dalam Al-Qur'an:

"...maka apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan..." (QS. Al-Ahzab: 53)

5. Menjaga Sikap dan Perkataan

Bersikap sopan, tidak berkata kasar, serta menjaga pandangan dan perilaku selama bertamu.

Adab Menerima Tamu dalam Islam

Selain tamu, tuan rumah juga memiliki adab yang harus diperhatikan.

1. Menyambut dengan Ramah

Menyambut tamu dengan wajah cerah dan penuh keramahan merupakan bagian dari akhlak mulia.

2. Memuliakan Tamu

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Memuliakan tamu dapat dilakukan dengan menyuguhkan makanan, minuman, dan pelayanan yang baik.

3. Menyuguhkan Hidangan Semampunya

Tidak perlu berlebihan, tetapi cukup sesuai kemampuan. Teladan ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dalam Al-Qur'an surat Hud ayat 69,

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŦŲŽØ§Ų“ØĄŲŽØĒŲ’ ØąŲØŗŲŲ„ŲŲ†ŲŽØ§Ų“ ØĨŲØ¨Ų’ØąŲŽŲ°Ų‡ŲŲŠŲ…ŲŽ Ø¨ŲŲąŲ„Ų’Ø¨ŲØ´Ų’ØąŲŽŲ‰Ų° Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŲˆØ§ÛŸ ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų…Ų‹Ø§ ۖ Ų‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ØŗŲŽŲ„ŲŽŲ°Ų…ŲŒ ۖ ŲŲŽŲ…ŲŽØ§ Ų„ŲŽØ¨ŲØĢŲŽ ØŖŲŽŲ† ØŦŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ Ø¨ŲØšŲØŦŲ’Ų„Ų Ø­ŲŽŲ†ŲŲŠØ°Ų

Artinya: Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat". Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

4. Mengantar Tamu Saat Pulang

Sebagian ulama menganjurkan mengantar tamu hingga pintu sebagai bentuk penghormatan.

Dalam Islam, terdapat batas waktu dalam menjamu tamu sebagaimana disebutkan dalam hadits, "Hak tamu adalah dijamu selama tiga hari. Jamuan yang istimewa adalah sehari semalam, selebihnya adalah sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads