Panduan Lengkap Tayamum: Niat, Rukun, Tata Cara dan Doa Setelahnya

Panduan Lengkap Tayamum: Niat, Rukun, Tata Cara dan Doa Setelahnya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Sabtu, 24 Okt 2026 11:00 WIB
A sportsman chalks his hands in front of a black background
Ilustrasi tayamum. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kolbz
Jakarta -

Tayamum merupakan cara bersuci menggunakan debu atau tanah yang suci. Tayamum baru dilakukan jika muslim tidak bisa menggunakan air atau tidak menemukan air.

Menurut buku Tanya Jawab Seputar Fikih Wanita Empat Mazhab yang ditulis A R Shohibul Ulum, tayamum jadi pengganti wudhu atau mandi wajib yang seharusnya menggunakan air. Debu yang digunakan harus dalam keadaan suci, tidak bercampur najis, tidak berlumpur dan tidak berbentuk gumpalan.

Pasir halus atau pecahan batu yang memiliki debu juga bisa digunakan untuk tayamum. Secara bahasa, tayamum sengaja menuju sesuatu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun menurut istilah fikih tayamum diartikan mengusap wajah dan kedua tangan dengan debu yang suci disertai niat melaksanakan ibadah seperti salat.

Dalil terkait tayamum dijelaskan dalam surah Al Maidah ayat 6,

ADVERTISEMENT

ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَٰكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: "... dan jika kamu sedang sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

Niat dan Rukun Tayamum

Dilansir dari Buku Saku Dirasat Islamiyah susunan KH Mahir M Soleh dkk, berikut niat tayamum.

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ للهِ تَعَالَى

Nawaytu tayammuma li istibaahati sholati lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat tayamum agar diperbolehkan salat karena Allah."

Turut dijelaskan dalam buku Kupas Tuntas Salat susunan KH Ahmad Nawawi, setidaknya ada empat rukun tayamum yaitu niat, mengusap wajah dengan debu yang suci, mengusap kedua tangan hingga siku, dan tertib.

Tata Cara Tayamum

Tata cara tayamum berbeda dengan wudhu. Diterangkan dalam buku Aku Bisa Shalat 5 Waktu dengan Benar yang disusun Albi dan Guritno, cara mengerjakan tayamum pertama-tama, letakkan kedua telapak tangan di atas debu atau tanah.

Kemudian, barulah membaca niat tayamum. Setelah selesai, tiup debu atau tanah yang ada di telapak tangan dan usapkan debu itu ke seluruh wajah.

Setelah itu, letakkan tangan kembali pada debu dan usapkan ke tangan. Usapan pada tangan dimulai dari bagian kanan, lanjut ke tangan kiri, lalu usapkan hingga siku.

Dengan begitu, saat tayamum maka yang diusap debu hanya wajah dan kedua tangan hingga siku. Ini berbeda dengan wudhu yang harus membasuh air ke anggota wudhu seperti wajah, kedua tangan, sebagian kepala dan kaki.

Kriteria Debu untuk Tayamum

Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh As Sunnah terjemahan Khairul Amru Harahap, jenis debu yang bisa digunakan untuk tayamum adalah debu suci dan semua jenis tanah. Ulama mazhab Syafi'iyyah menyatakan tayamum dengan debu terbakar tidak diperbolehkan.

Apabila tanah itu licin atau basah dan tidak berdebu, jenis tanah itu tidak mencukupi untuk tayamum. Tayamum dengan pasir yang berdebu diperbolehkan. Namun, tayamum dengan bahan petroleum, sulfur, bahan bakar, kapur dan yang semacamnya tidak boleh.

Syarat-syarat Tayamum

Berikut beberapa syarat tayamum yang dikutip dari buku Al-Fiqh 'Ala Al-Madzahib Al-Arba'ah oleh Syaikh Abdurrahman Al Juzairi terjemahan Shofa'u Qolbi Djabir.

  1. Masuk waktu. Karena itu, apabila seseorang bertayamum sebelum masuk waktu salat, maka tayamumnya tidak sah.
  2. Niat.
  3. Beragama Islam.
  4. Melakukan pencarian terlebih dulu ketika tidak mendapatkan air untuk berwudhu.
  5. Tidak ada penghalang pada anggota tubuh yang akan diusapkan, seperti lilin, mentega, atau benda lain yang membuat kulit tidak dapat tersentuh secara langsung.
  6. Tidak dalam keadaan haid atau nifas.
  7. Adanya alasan untuk bertayamum.

Doa Setelah Tayamum

Masih dari sumber yang sama, ada doa yang bisa dibaca muslim setelah tayamum.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu. Allahummaj'alni minat tawwaabiina, waj'alni minal mutatohhirina, waj'alni min 'ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika.

Artinya: "Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bertobat, jadikanlah aku sebagai orang-orang yang bersuci, dan jadikanlah aku sebagai hamba-hamba-Mu yang saleh. Mahasuci Engkau, ya Allah. Dengan kebaikan-Mu, aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Dan dengan kebaikan-Mu, aku memohon ampunan dan bertobat pada-Mu."



(aeb/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads