Logo Hari Santri 2026 dan Filosofinya, Apa Makna Setiap Unsurnya?

Logo Hari Santri 2026 dan Filosofinya, Apa Makna Setiap Unsurnya?

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Senin, 19 Okt 2026 13:15 WIB
Logo Hari Santri Nasional 2026
Logo Hari Santri Nasional 2026. Foto: Kemenag RI
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) telah meluncurkan logo dan tema Hari Santri 2026. Setiap tahunnya, logo Hari Santri memiliki filosofi tersendiri.

Hari Santri sendiri diperingati setiap 22 Oktober. Penetapan ini mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang diteken pada 15 Oktober 2015 lalu.

Pada 2026, Hari Santri mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Tema ini diluncurkan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Selasa (22/9/2026) lalu. Tema tersebut menegaskan peran santri yang tak hanya jadi pewaris tradisi keilmuan Islam, melainkan juga berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat tema Hari Santri 2026, para santri didorong menjadi generasi berkarakter, produktif, kreatif, adaptif, dan mampu berkontribusi di berbagai bidang. Bakal nilai keislaman, ilmu pengetahuan, dan semangat kebangsaan diharapkan jadi kekuatan menghadapi tantangan zaman.

ADVERTISEMENT

Logo Hari Santri 2026 dan Filosofinya

Logo Hari Santri 2026 berbentuk anyaman atau ikatan dinamis yang merepresentasikan kebersamaan, persatuan, dan keberlanjutan perjuangan santri. Berikut filosofi setiap unsurnya.

1. Struktur Anyaman

Jalinan antarunsur dalam logo yang seperti anyaman merepresentasikan kebersamaan yang melahirkan kekuatan. Seperti filosofi sapu lidi, sesuatu yang berdiri sendiri memiliki keterbatasan, tetapi jika terhimpun dalam satu ikatan maka setiap bagian jadi kekuatan bagi keseluruhan.

Begitu juga dengan santri, pesantren, masyarakat, serta berbagai elemen bangsa yang bisa menjadi kekuatan yang saling mengaitkan saat bergerak dalam kebersamaan.

2. Dua Lingkaran

Kemudian filosofi dua lingkaran yang saling menyimpul menggambarkan dua pijakan kehidupan santri, yaitu beragama dan bernegara. Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin secara harmonis sebagai satu kesatuan.

Nilai keagamaan jadi landasan moral, sementara itu kesadaran bernegara menjadi ruang pengabdian untuk memberikan manfaat bagi bangsa.

3. Kesatuan Bentuk

Filosofi dari penggunaan ketebalan garis yang konsisten bertujuan menciptakan kesatuan serta keteraturan dalam dominasi bentuk. Konsistensi ini menunjukkan semangat yang terarah hingga nilai-nilai yang tetap teguh dalam perjalanan santri menghadapi perubahan zaman.

4. Logo yang Simetris

Logo yang simetris diartikan sebagai keseimbangan nilai. Artinya, logo ini merepresentasikan keseimbangan, keselarasan, dan kesepadanan dalam membangun kekuatan bersama.

Kesimetrisan menunjukkan setiap unsur memiliki posisi dan peran yang saling melengkapi tanpa menghilangkan keberadaan satu sama lain.

5. Poros Fondasi

Poros fondasi di bagian bawah menggambarkan fondasi yang mendasar sebagai tempat bertumpunya seluruh elemen. Unsur ini juga merepresentasikan nilai dan prinsip yang jadi dasar bagi santri dalam melangkah, sehingga setiap gerak dan kontribusi memiliki arah serta pijakan yang kuat.

6. Lingkaran Cita

Bentuk lingkaran paling atas jadi simbol cita-cita dan tujuan yang ingin dicapai. Bentuknya berada pada posisi tertinggi menggambarkan pandangan menuju masa depan, yaitu harapan dan ikhtiar bersama menuju Indonesia Emas 2045.



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads