5 Nabi yang Kisahnya Paling Sering Disebut dalam Al-Qur'an

5 Nabi yang Kisahnya Paling Sering Disebut dalam Al-Qur'an

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Senin, 19 Okt 2026 05:00 WIB
Ilustrasi sahabat nabi
Ilustrasi Nabi. Foto: Gemini/AI
Jakarta -

Al-Qur'an tidak hanya memuat hukum-hukum syariat dan petunjuk akidah, tetapi juga berisi kisah-kisah para nabi terdahulu. Kisah-kisah tersebut dipaparkan bukan sekadar bernostalgia dengan sejarah, melainkan sebagai pelajaran berharga, peneguh hati orang-orang beriman, serta bukti nyata pertolongan Allah SWT kepada para kekasih-Nya.

Nabi yang Paling Sering Disebut dalam Al-Qur'an

Di antara 25 nabi dan rasul yang wajib diimani, terdapat lima nabi yang nama, rekam jejak dakwah, serta mukjizatnya paling sering dan terperinci diabadikan di dalam ayat-ayat Al-Qur'an, yaitu di antaranya adalah:

1. Nabi Musa AS

Nabi Musa AS menempati urutan pertama sebagai nabi yang paling banyak disebut namanya dalam Al-Qur'an, yakni lebih dari 130 kali di berbagai surah. Dalam buku Sejarah Peradaban Dunia Timur dan Barat karya Rizem Aizid dijelaskan bahwa Nabi Musa adalah putra dari Amram (Imran) dan ibundanya bernama Yukabad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beliau mendapat julukan mulia Kalimullah (orang yang diajak berbicara langsung oleh Allah). Beliau lahir di masa kerajaan Firaun yang bengis dan arogan hingga mengaku sebagai tuhan. Demi menyelamatkannya dari pembantaian bayi laki-laki, Yukabad menghanyutkan bayi Musa ke Sungai Nil hingga akhirnya dipungut oleh Asiyah, istri Firaun, dan dibesarkan di dalam istana.

Setelah dewasa, sebuah insiden pemukulan terhadap orang Qibthi membuat Musa terpaksa mengasingkan diri ke Madyan, menikah dengan putri Nabi Syu'aib (Shafura), sebelum akhirnya diutus kembali membebaskan Bani Israil dari belenggu perbudakan Firaun.

ADVERTISEMENT

Merujuk pada buku Petunjuk Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah karya Ahmad Izzudin Al-Bayanuni, Allah SWT menganugerahi Nabi Musa AS berbagai mukjizat nyata:

  • Tongkat Berubah Menjadi Ular dan Tangan Bercahaya Putih: Ditunjukkan untuk meruntuhkan keangkuhan sihir istana Firaun (tercantum dalam QS. Thaha ayat 17-22).
  • Terpancarnya 12 Mata Air: Saat kaumnya kehausan di padang gersang, beliau memukulkan tongkatnya ke batu cadas hingga memancar dua belas mata air (tercantum dalam QS. Al-Baqarah ayat 60).
  • Membelah Laut Merah: Ketika terdesak di tepi laut oleh kejaran bala tentara Firaun, Allah memerintahkan Musa memukul laut dengan tongkatnya hingga air laut terbelah menjadi dinding raksasa laksana gunung yang menjulang (tercantum dalam QS. Asy-Syu'ara' 61-67).

2. Nabi Ibrahim AS

Sosok bapak para nabi dan Khalilullah (kekasih Allah) ini namanya diabadikan sebanyak 69 kali di dalam Al-Qur'an. Berdasarkan uraian Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab Kisah Para Nabi, Nabi Ibrahim dilahirkan di kawasan Babilonia (wilayah Kaldaniyyun) dan menikah dengan Sarah.

Beliau hidup di tengah masyarakat penyembah berhala yang fanatik pada tradisi nenek moyang. Dengan akal yang jernih dan hujah yang tajam, Nabi Ibrahim mendebat kaumnya:

"Patung-patung apakah ini yang kalian tekun beribadat padanya?" Mereka menjawab: "Kami mendapati ayah-ayah kami menyembahnya." Ibrahim berkata: "Sesungguhnya kalian dan nenek moyang kalian berada dalam kesesatan yang nyata." (QS. Al-Anbiya' ayat 52-54).

Hingga pada puncaknya, beliau menghancurkan berhala-berhala tersebut dan menyisakan yang paling besar untuk menyadarkan ketakberdayaan sesembahan mereka. Kaumnya yang kalah berdebat murka dan melemparkan Nabi Ibrahim ke dalam kobaran api unggun yang sangat besar.

Allah SWT memerintahkan api itu, "Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!" (seperti yang tercantum dalam QS. Al-Anbiya' ayat 69). Nabi Ibrahim keluar dari kobaran api tanpa terluka atau terbakar sedikit pun.

3. Nabi Nuh AS

Nabi Nuh AS merupakan rasul pertama yang diutus untuk membenahi akidah tauhid dan memerangi kesyirikan di muka bumi. Kisahnya diulang hingga 43 kali di dalam 28 surah Al-Qur'an. Mengutip buku Sejarah Dakwah karya Jamaluddin, Nabi Nuh adalah nabi keempat sesudah Nabi Adam AS.

Beliau diutus pada masa kekosongan rasul tatkala manusia mulai menyembah patung berhala seperti Wadd, Suwa', Yaguts, Ya'uq, dan Nasr. Beliau berdakwah tanpa henti siang dan malam, sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, serta hidup di tengah kaumnya selama 950 tahun (seperti yang tercantum dalam QS. Al-'Ankabut ayat 14).

Meskipun berdakwah berabad-abad, pengikut yang beriman sangat sedikit, kurang dari seratus orang, sementara kaumnya tetap membangkang dan memperolok dirinya. Dalam buku Aqidah Akhlak karya Taofik Yusmansyah dijelaskan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Nuh AS untuk merakit sebuah bahtera besar di atas dataran tinggi di bawah pengawasan dan petunjuk wahyu-Nya.

Bahtera tersebut menjadi sarana penyelamat bagi orang-orang mukmin dan sepasang hewan dari setiap jenis ketika banjir bandang dahsyat meluap dari langit dan memancar dari bumi, menenggelamkan seluruh orang kafir termasuk istri dan anaknya yang durhaka.

4. Nabi Isa AS

Nabi Isa AS putra Maryam disebut namanya puluhan kali di dalam Al-Qur'an, meluruskan penyimpangan kaumnya dan menegakkan ajaran tauhid murni. Dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dijelaskan keistimewaan surah Maryam dan Ali 'Imran yang menegaskan kesucian kelahiran Nabi Isa AS.

Beliau dilahirkan oleh seorang wanita suci bernama Maryam tanpa perantaraan hubungan biologis dengan laki-laki mana pun. Buya Hamka menekankan bahwa kelahiran ajaib ini menjadi bukti mutlak Kemahakuasaan Allah SWT yang mampu menciptakan apa pun di luar kebiasaan hukum alam.

Riwayat kesucian Maryam dan Isa inilah yang dahulu dibacakan oleh Ja'far bin Abi Thalib di hadapan Raja Najasyi di Habasyah hingga meluluhkan hatinya. Berdasarkan buku Petunjuk Akidah Ahli Sunnah Wal Jamaah, mukjizat Nabi Isa AS meliputi:

  • Mukjizat Fisik dan Pengetahuan: Meniup tanah liat berbentuk burung hingga hidup atas izin Allah, menyembuhkan penyakit buta bawaan lahir dan kusta/sopak, menghidupkan kembali orang mati, serta mengetahui apa yang dimakan dan disimpan umatnya di rumah (QS. Ali 'Imran: 49).
  • Turunnya Hidangan dari Langit (Al-Ma'idah): Allah mengabulkan doa Nabi Isa untuk menurunkan hidangan santapan langsung dari langit sebagai tanda kebesaran Allah dan penenteram hati para murid setianya (Al-Hawariyyun) (QS. Al-Ma'idah: 112-115).

5. Nabi Yusuf AS

Nama Nabi Yusuf AS diabadikan sebanyak 27 kali di dalam Al-Qur'an, di mana hampir seluruh perjalanan hidupnya dirangkum secara runtut dan mendalam dalam satu surah khusus (Surah Yusuf) yang digelari sebagai Ahsan al-Qashash (kisah terbaik).

Mengutip buku Kisah Bapak dan Anak dalam Al-Qur'an karya Adil Musthafa Abdul Halim, perjalanan beliau bermula dari mimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan sujud kepadanya, suatu isyarat tentang kemuliaan dan tugas kenabiannya di masa depan.

Sementara dalam buku 100 Kisah Fantastis dari Al-Qur'an dan Hadis karya Walidah Ariyani, kasih sayang berlebih dari Nabi Ya'qub kepada Yusuf memicu kedengkian saudara-saudaranya hingga tega mencampakkannya ke dalam sumur tua.

Setelah melalui ujian fitnah di istana Mesir dan keteguhan iman di balik jeruji penjara, kejujuran serta kecerdasan Nabi Yusuf mengantarkannya menjadi bendahara negeri dan orang kepercayaan penguasa Mesir.

Selain kepandaian menakwilkan mimpi yang menyelamatkan Mesir dari ancaman paceklik panjang, mukjizat nyata lainnya terjadi saat pertemuan kembali dengan keluarganya. Kebutaan mata ayahnya, Nabi Ya'qub AS, yang terjadi akibat tangisan kesedihan mendalam, sembuh seketika setelah diusapkan kain baju gamis milik Nabi Yusuf AS atas izin Allah SWT.

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads