Mengapa Allah dan Malaikat Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW?

Mengapa Allah dan Malaikat Bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW?

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Sabtu, 17 Okt 2026 08:00 WIB
Islam. birthday of the prophet Muhammad peace be upon him - Mawlid An Nabi, the arabic script means
Ilustrasi Nabi Muhammad SAW. Foto: Getty Images/iStockphoto/REIMUSS
Jakarta -

Perintah bersholawat menempati kedudukan yang istimewa dibandingkan dengan ibadah lainnya. Jika salat, zakat, puasa, dan haji hanya ditujukan kepada para hamba tanpa melibatkan Allah SWT Yang Maha Kuasa, sholawat menjadi perkara yang diawali langsung oleh Allah SWT dan para malaikat.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT QS. Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Mengapa Allah dan Malaikat Bersholawat?

Sebagaimana dijelaskan dalam literatur tafsir, bersholawatnya Allah dan para malaikat sama sekali bukan karena Rasulullah SAW membutuhkan kebaikan atau doa dari makhluk-Nya. Dalam kitab Tafsir Mafātīhul Ghaib, Imam Fakhruddin Ar-Razi menegaskan:

ADVERTISEMENT

"Bersholawat kepada Nabi bukanlah karena kebutuhan beliau kepadanya. Bila Nabi membutuhkan sholawat, maka tentu tidak ada kebutuhan terhadap sholawatnya malaikat bersamaan dengan sholawatnya Allah kepada beliau. Sholawat itu hanya untuk menampakkan pengagungan terhadap beliau."

Imam Nashiruddin Al-Baidhawi dalam tafsirnya Anwārut Tanzīl wa Asrārut Ta'wīl menerangkan bahwa sholawat dari Allah dan malaikat merupakan bentuk perhatian dalam menampakkan kemuliaan martabat Nabi Muhammad SAW serta mengagungkan kedudukannya.

Dalam buku Tafsir Juz 22: Al-'Izzah Fa Man Yaqnut karya Prof. Dr. Yunan Yusuf menjelaskan bahwa Allah SWT dan malaikat telah bersholawat sebelum kaum beriman diperintahkan untuk bersholawat. Hal ini menunjukkan betapa agungnya pribadi Rasulullah SAW dan tidak ada makhluk yang diperlakukan demikian.

Makna Sholawat bagi Allah dan Malaikat

Secara etimologi bahasa Arab, kata ash-shalawāt merupakan bentuk jamak dari ash-shalāt yang bermakna doa. Namun, ketika disandarkan kepada subjek yang berbeda, maknanya mengalami penyesuaian hakiki:

Sholawat dari Allah SWT

Mengutip riwayat Imam Al-Bukhari dari Abul 'Aliyah dalam Tafsir Ibnu Katsir mengatakan bahwa sholawat Allah SWT adalah pujian-Nya kepada Nabi di sisi para malaikat.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Al-Jāmi' li Ahkāmil Qur'ān menjelaskan bahwa sholawatnya Allah SWT berarti curahan rahmat dan rida-Nya. Begitupun pendapat Imam Ath-Thabari dalam buku Manajemen Diri: Kunci Kebahagiaan, Kebaikan, dan Keindahan dalam Islam karya Ahmad Hosaini memaknai sholawat ini sebagai bentuk memuliakan Nabi SAW.

Sholawat dari Para Malaikat

Sebagaimana diuraikan oleh Ibnu Abbas RA, sholawat para malaikat bermakna istighfar atau permohonan ampunan, doa kebaikan, serta permohonan limpahan berkah tanpa henti bagi baginda Rasulullah SAW.

Sholawat dari Kaum Beriman

Bagi umat Islam, bersholawat adalah bentuk doa, pengagungan tulus, serta ekspresi cinta kepada nabi pembawa risalah kebenaran. Minimal lafal sholawat menurut Syekh Muhammad Al-Ghazi adalah Allāhumma shalli 'alā Muhammad. Bacaan lebih lengkapnya Allāhumma shalli 'alā Muhammad Allāhumma shalli 'alaihi wa sallim sebanyak tiga kali.

Keutamaan Sholawat

Mengutip buku Selalu Ada Jalan karya Ninih Muthmainnah dan buku The Miracle of Shalawat karya Junaidi Ahmad, menjelaskan banyaknya keutamaan bersholawat kepada Nabi SAW menurut Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan Ibnu Qayyim al-Jauziyah, di antaranya:

  • Hadirnya rahmat dan ampunan dari Allah SWT
  • Mendatangkan syafaat pada hari kiamat
  • Terlindungi dari azab Allah SWT
  • Terbukanya pintu solusi dari segala permasalahan
  • Diangkat derajatnya 10 tingkat lebih tinggi
  • Memperoleh perlindungan dari segala hal yang ditakuti
  • Memperoleh keselamatan di hari kiamat
  • Nilai sholawat sama dengan nilai sedekah
  • Mencegah daripada kefakiran dan sifat kikir
  • Menjadikannya dekat dengan Rasulullah SAW dan diberikan kabar gembira tentang surga

Wallahu a'lam.



(inf/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads