Ketua Umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar didapuk menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Ini profilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil Anwar Iskandar
Mengutip laman MUI, KH. Muhammad Anwar Iskandar lahir di Desa Berasan, Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24 April 1950. Ia merupakan putra dari KH Iskandar, pendiri sekaligus pengasuh Pesantren Mambaul Ulum Banyuwangi.
Pendidikan keagamaannya dimulai dari MI dan MTs di pesantren sang ayah. Kiai Anwar kemudian melanjutkan jenjang Madrasah Aliyah (MA) sembari nyantri di Pesantren Lirboyo, Kediri, serta meraih gelar sarjana muda di Perguruan Tinggi Tribakti.
Pada tahun 1970, ia merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan sarjana Sastra Arab di IAIN Syarif Hidayatullah (kini UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Kiprah Anwar Iskandar di Organisasi
Sisi aktivisme Kiai Anwar terbilang sangat panjang. Kiprah organisasinya dimulai saat memimpin PC GP Ansor Kota Kediri selama dua periode (delapan tahun) sejak 1975.
Pengabdiannya di struktur Nahdlatul Ulama terus berlanjut mulai dari Rais Syuriyah NU Kediri hingga Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur. Saat ini, KH Anwar Iskandar menjabat sebagai Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2022-2027.
Kiai Anwar juga memimpin MUI untuk periode 2025-2030. Penetapan tersebut dilakukan dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-11 MUI di Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (22/11/2025).
Tak hanya di dunia keagamaan, Kiai Anwar pernah aktif di kancah politik nasional. Pada tahun 1998, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur sekaligus menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI utusan daerah Jawa Timur.
Di bidang pendidikan dan dakwah, Kiai Anwar mengasuh dan memimpin dua yayasan pendidikan yang didirikannya, yakni Pesantren Assa'idiyah dan Pesantren Al-Amien di Kediri.
Kehidupan Pribadi Anwar Iskandar
Kiai Anwar menikah dengan Nyai Qoni'atus Zahro, putri Pengasuh PP Assa'idiyah Jamsaren, pada tahun 1975 dan dikaruniai enam anak. Pada tahun 1990, ia menikah dengan Nyai Hj Yayan Handayani dan dikaruniai empat anak.
