Masjid 600 Tahun di India Dibongkar Sebagian, Warga Muslim Protes

Masjid 600 Tahun di India Dibongkar Sebagian, Warga Muslim Protes

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 29 Sep 2026 14:42 WIB
Masjid di India dibongkar sebagian.
Ratusan muslim protes masjid di India dibongkar. Foto: Akun X @IAmNehaBhart
Jakarta -

Sebagian bangunan masjid berusia lebih dari 600 tahun dibongkar di India. Pihak berwenang mengepung lokasi tersebut dengan buldoser dan polisi serta menggunakan gas air mata dan pentungan terhadap warga yang menolak pembongkaran bangunan tersebut.

Ratusan umat Islam di kota Ujjain, India memprotes pembongkaran masjid tersebut. Konfrontasi di Masjid Shahi, Ujjain, Madhya Pradesh terjadi setelah tiga malam aksi berjaga massal oleh muslim India untuk menentang rencana pembongkaran sebagian masjid untuk proyek pelebaran jalan yang berkaitan dengan persiapan Simhastha Kumbh 2028, sebuah ziarah besar bagi umat Hindu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Muslim Network TV, pihak berwenang sebelumnya meminta pembongkaran bagian sepanjang delapan kaki atau sekitar 2,4 meter. Setelah bernegosiasi, komunitas Muslim sepakat membongkar sendiri bagian sepanjang tiga kaki atau sekitar 0,9 meter dari pelat bangunan yang menjorok keluar dan tidak digunakan untuk salat.

Warga sekitar mengatakan umat Islam membubarkan diri setelah salat Subuh pada Senin (28/9/2026) karena meyakini kesepakatan tersebut akan dipatuhi. Namun, beberapa jam kemudian pihak berwenang memblokade masjid dan tiba dengan membawa buldoser, alat berat penggali, serta mengerahkan banyak personel polisi yang memicu warga untuk bergegas kembali untuk melindungi bangunan tersebut.

ADVERTISEMENT

Polisi lalu menembakkan gas air mata dan menggunakan pentungan saat terjadi bentrokan di luar masjid. Kepala Polisi Ujjain, Pradeep Sharma, mengakui penggunaan kedua tindakan tersebut dan mengatakan petugas bertindak setelah sekelompok orang melakukan konfrontasi dengan aparat keamanan.

Warga menyatakan pemerintah daerah telah memperdaya komunitas muslim. Mereka menyebut muslim sudah setuju untuk membongkar sendiri bagian sepanjang tiga kaki untuk mencegah pihak berwenang menggunakan buldoser terhadap masjid tersebut.

Perselisihan ini juga berkaitan dengan salah satu menara masjid. Warga mengatakan komunitas muslim sebelumnya menawarkan untuk memindahkan menara yang ada setelah membangun penggantinya di lokasi yang lebih jauh ke dalam kompleks masjid, namun pihak berwenang menolak usulan itu.

Pada akhirnya, sukarelawan muslim mulai membongkar secara manual bagian yang telah disepakati pada hari Senin, sedangkan jemaah lainnya tetap berada di dalam masjid karena khawatir pihak berwenang akan menggunakan alat berat yang disiagakan di luar untuk membongkar bagian yang lebih besar.

Masjid Shahi sendiri dibangun sekitar tahun 1390. Bangunan itu telah berusia lebih dari enam abad. Masjid ini termasuk di antara ratusan bangunan yang terdampak oleh proyek pelebaran jalan yang sedang dikerjakan menjelang ziarah umat Hindu tahun 2028.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh telah mengizinkan pihak berwenang untuk melanjutkan pembongkaran sebagian bangunan, dengan menerima argumen pemerintah yang menyebut pelebaran jalan tersebut diperlukan untuk mengakomodasi banyaknya peziarah Hindu serta mengurai kemacetan selama acara keagamaan.

Meski begitu, warga muslim terus menentang pembongkaran tersebut; ratusan orang menduduki masjid itu selama beberapa malam sementara buldoser tetap bersiaga di dekat lokasi.

Keputusan untuk membongkar sendiri sebagian bangunan tersebut pada Senin diambil guna mencegah pembongkaran yang lebih luas oleh pihak berwenang, demikian ungkap warga setempat.



(aeb/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads