Nabi Isa AS merupakan salah satu rasul ulul azmi yang diutus oleh Allah SWT kepada kaum Bani Israil. Kehadiran beliau disertai dengan tanda-tanda kenabian yang luar biasa sejak masih berada dalam buaian hingga masa dakwahnya. Seluruh peristiwa agung ini diabadikan secara jelas di dalam Al-Qur'an, salah satunya melalui firman Allah dalam Surat Maryam ayat 30-35.
Ayat-ayat tersebut menjadi penegas kedudukan mulia Nabi Isa AS sebagai hamba Allah SWT sekaligus nabi yang suci, sekaligus membantah berbagai prasangka dan tuduhan batil dari orang-orang yang meragukan kesucian ibundanya, Maryam binti Imran.
Terjemahan Surat Maryam Ayat 30-35
قَالَ اِنِّيْ عَبْدُ اللّٰهِ ۗاٰتٰىنِيَ الْكِتٰبَ وَجَعَلَنِيْ نَبِيًّا ۙ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qāla innī 'abdullāh(i), ātāniyal-kitāba wa ja'alanī nabiyyā(n).
30. Dia (Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia (akan) memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi.
وَّجَعَلَنِيْ مُبٰرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُۖ وَاَوْصٰنِيْ بِالصَّلٰوةِ وَالزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا ۖ
Wa ja'alanī mubārakan aina mā kunt(u), wa auṣānī biṣ-ṣalāti waz-zakāti mā dumtu ḥayyā(n).
31. Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan memerintahkan kepadaku (untuk melaksanakan) salat serta (menunaikan) zakat sepanjang hayatku.
وَّبَرًّاۢ بِوَالِدَتِيْ وَلَمْ يَجْعَلْنِيْ جَبَّارًا شَقِيًّا
Wa barram biwālidatī wa lam yaj'alnī jabbāran syaqiyyā(n).
32. Dan berbakti kepada ibuku serta Dia tidak menjadikanku orang yang sombong lagi celaka.
وَالسَّلٰمُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُّ وَيَوْمَ اَمُوْتُ وَيَوْمَ اُبْعَثُ حَيًّا
Was-salāmu 'alayya yauma wulittu wa yauma amūtu wa yauma ub'aṡu ḥayyā(n).
33. Kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, hari wafatku, dan hari aku dibangkitkan hidup (kembali).
ذٰلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚقَوْلَ الْحَقِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ
Żālika 'īsabnu maryam(a), qaulal-ḥaqqil-lażī fīhi yamtarūn(a).
34. Itulah (hakikat) Isa putra Maryam, perkataan benar yang mereka ragukan.
مَا كَانَ لِلّٰهِ اَنْ يَّتَّخِذَ مِنْ وَّلَدٍ سُبْحٰنَهٗ ۗاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۗ
Mā kāna lillāhi ay yattakhiża miw waladin subḥānah(ū), iżā qaḍā amran fa innamā yaqūlu lahū kun fa yakūn(u).
35. Tidak patut bagi Allah mempunyai anak. Maha Suci Dia. Apabila hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!" Maka, jadilah sesuatu itu.
Ragam Mukjizat Nabi Isa AS
Merujuk penjelasan dalam buku Sepuluh Peristiwa Besar Menjelang Kiamat Kubro karya Arsikum Al Mashudi, setiap rasul dianugerahi keistimewaan berupa mukjizat sebagai penopang kekuatan dalam mendakwahkan agama Allah di tengah rintangan manusia maupun jin.
Di antara mukjizat agung Nabi Isa AS yang tercatat dalam Al-Qur'an serta literatur Islam antara lain:
Berbicara Sejak Masih Bayi: Sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Ma'idah ayat 110, atas izin Allah SWT, Nabi Isa AS telah mampu bertutur kata dengan fasih saat masih bayi di dalam buaian untuk membela kehormatan ibundanya.
Dianugerahi Kitab Injil: Masih dalam ayat yang sama, Allah SWT mengajarkan kepada Nabi Isa AS menulis, hikmah, Taurat, serta menganugerahinya Kitab Injil sebagai petunjuk dan cahaya bagi Bani Israil.
Membuat Burung dari Tanah Liat: Ayat tersebut juga menjelaskan bahwa Nabi Isa AS dapat membentuk tanah liat menyerupai burung, lalu meniupnya hingga hidup menjadi burung sungguhan atas izin Allah SWT.
Menyembuhkan Penyakit: Tidak hanya itu, dalam ayat tersebut juga dijelaskan Nabi Isa AS diberi mukjizat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir serta menyembuhkan penyakit kusta.
Menghidupkan Orang Mati: Mukjizat terakhir yang disebut dalam QS. Al-Maidah ayat 110 adalah Nabi Isa AS dapat menghidupkan kembali orang yang telah mati atas izin Allah SWT.
Diturunkannya Hidangan Makanan dari Langit: Sebagaimana diabadikan dalam QS. Al-Ma'idah ayat 112-115, ketika para pengikutnya memohon bukti kekuasaan Allah SWT, Nabi Isa AS berdoa memohon kepada Allah SWT untuk menurunkan hidangan makanan langsung dari langit sebagai bantuan.
