Mengenal nama-nama Allah SWT yang agung atau Asmaul Husna merupakan salah satu pintu utama untuk mempertebal tauhid serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Mengingat dan melafalkan asma-Nya mendatangkan ketenteraman jiwa sekaligus menjadi wasilah terkabulnya doa.
Perintah untuk berdoa dengan melafalkan nama-nama indah ini ditegaskan langsung oleh Allah SWT dalam surah Al-A'raf ayat 180:
وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."
Bacaan Asmaul Husna Lengkap 99 Nama Allah SWT
Berikut susunan lengkap 99 nama Allah SWT yang bisa diamalkan:
- الرَّحْمَنُ (Ar-Rahmān): Maha Pengasih
- الرَّحِيمُ (Ar-Rahīm): Maha Penyayang
- المَلِكُ (Al-Malik): Maha Merajai
- القُدُّوسُ (Al-Quddūs): Maha Suci
- السَّلَامُ (As-Salām): Maha Memberi Kesejahteraan
- المُؤْمِنُ (Al-Mu'min): Maha Memberi Keamanan
- المُهَيْمِنُ (Al-Muhaimin): Maha Memelihara
- العَزِيزُ (Al-'Azīz): Maha Perkasa
- الجَبَّارُ (Al-Jabbār): Maha Memaksa
- المُتَكَبِّرُ (Al-Mutakabbir): Maha Memiliki Kebesaran
- الخَالِقُ (Al-Khāliq): Maha Pencipta
- البَارِئُ (Al-Bāri'): Maha Mengadakan dari Ketiadaan
- المُصَوِّرُ (Al-Mushawwir): Maha Membentuk Rupa
- الغَفَّارُ (Al-Ghaffār): Maha Pengampun
- القَهَّارُ (Al-Qahhār): Maha Menundukkan
- الوَهَّابُ (Al-Wahhāb): Maha Pemberi Karunia
- الرَّزَّاقُ (Ar-Razzāq): Maha Pemberi Rezeki
- الفَتَّاحُ (Al-Fattāḥ): Maha Pembuka Rahmat
- العَلِيمُ (Al-'Alīm): Maha Mengetahui
- القَابِضُ (Al-Qābidh): Maha Menyempitkan
- البَاسِطُ (Al-Bāsiṭ): Maha Melapangkan
- الخَافِضُ (Al-Khāfidh): Maha Merendahkan
- الرَّافِعُ (Ar-Rāfi'): Maha Meninggikan
- المُعِزُّ (Al-Mu'izz): Maha Memuliakan
- المُذِلُّ (Al-Mudzill): Maha Menghinakan
- السَّمِيعُ (As-Samī'): Maha Mendengar
- البَصِيرُ (Al-Bashīr): Maha Melihat
- الحَكَمُ (Al-Ḥakam): Maha Menetapkan Hukum
- العَدْلُ (Al-'Adl): Maha Adil
- اللَّطِيفُ (Al-Laṭīf): Maha Lembut
- الخَبِيرُ (Al-Khabīr): Maha Mengenal
- الحَلِيمُ (Al-Ḥalīm): Maha Penyantun
- العَظِيمُ (Al-'Azhīm): Maha Agung
- الغَفُورُ (Al-Ghafūr): Maha Pengampun
- الشَّكُورُ (Asy-Syakūr): Maha Pembalas Kebaikan
- العَلِيُّ (Al-'Aliyy): Maha Tinggi
- الكَبِيرُ (Al-Kabīr): Maha Besar
- الحَفِيظُ (Al-Ḥafīzh): Maha Menjaga/Memelihara
- المُقِيتُ (Al-Muqīt): Maha Memberi Kecukupan
- الحَسِيبُ (Al-Ḥasīb): Maha Membuat Perhitungan
- الجَلِيلُ (Al-Jalīl): Maha Luhur
- الكَرِيمُ (Al-Karīm): Maha Mulia
- الرَّقِيبُ (Ar-Raqīb): Maha Mengawasi
- المُجِيبُ (Al-Mujīb): Maha Mengabulkan
- الوَاسِعُ (Al-Wāsi'): Maha Luas Karunia-Nya
- الحَكِيمُ (Al-Ḥakīm): Maha Bijaksana
- الوَدُودُ (Al-Wadūd): Maha Mengasihi
- المَجِيدُ (Al-Majīd): Maha Mulia
- البَاعِثُ (Al-Bā'its): Maha Membangkitkan
- الشَّهِيدُ (Asy-Syahīd): Maha Menyaksikan
- الحَقُّ (Al-Ḥaqq): Maha Benar
- الوَكِيلُ (Al-Wakīl): Maha Memelihara Penyerahan
- القَوِيُّ (Al-Qawiyy): Maha Kuat
- المَتِينُ (Al-Matīn): Maha Kokoh
- الوَلِيُّ (Al-Waliyy): Maha Melindungi
- الحَمِيدُ (Al-Ḥamīd): Maha Terpuji
- المُحْصِي (Al-Muḥshī): Maha Menghitung Segala Sesuatu
- المُبْدِئُ (Al-Mubdi'): Maha Memulai
- المُعِيدُ (Al-Mu'īd): Maha Mengembalikan Kehidupan
- المُحْيِ (Al-Muḥyī): Maha Menghidupkan
- المُمِيتُ (Al-Mumīt): Maha Mematikan
- الحَيُّ (Al-Ḥayy): Maha Hidup Kekal
- القَيُّومُ (Al-Qayyūm): Maha Mandiri
- الوَاجِدُ (Al-Wājid): Maha Menemukan
- المَاجِدُ (Al-Mājid): Maha Mulia
- الوَاحِدُ (Al-Wāḥid) Maha Tunggal
- الأَحَدُ (Al-Ahad): Maha Esa
- الصَّمَدُ (Ash-Shamad): Maha Tempat Bergantung
- القَادِرُ (Al-Qādir): Maha Kuasa
- المُقْتَدِرُ (Al-Muqtadir): Maha Menentukan Kekuasaan
- المُقَدِّمُ (Al-Muqaddim): Maha Mendahulukan
- المُؤَخِّرُ (Al-Mu'akhkhir): Maha Mengakhirkan
- الأَوَّلُ (Al-Awwal): Maha Awal
- الآخِرُ (Al-Ākhir): Maha Akhir
- الظَّاهِرُ (Azh-Zhāhir): Maha Nyata
- البَاطِنُ (Al-Bāṭin): Maha Tersembunyi
- الوَالِي (Al-Wālī): Maha Memerintah
- المُتَعَالِ (Al-Muta'ālī): Maha Tinggi Keluhuran-Nya
- البَرُّ (Al-Barr): Maha Penuh Kebaikan
- التَّوَّابُ (At-Tawwāb): Maha Penerima Tobat
- المُنْتَقِمُ (Al-Muntaqim): Maha Pemberi Balasan
- العَفُوُّ (Al-'Afuww): Maha Pemaaf
- الرَّؤُوفُ (Ar-Ra'ūf): Maha Pengasih
- مَالِكُ المُلْكِ (Mālikul-Mulk): Maha Penguasa Kerajaan Semesta
- ذُو الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ (Dzul-Jalāli wal-Ikrām): Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
- المُقْسِطُ (Al-Muqsiṭ): Maha Pemberi Keadilan
- الجَامِعُ (Al-Jāmi'): Maha Mengumpulkan
- الغَنِيُّ (Al-Ghaniyy): Maha Kaya
- المُغْنِي (Al-Mughnī): Maha Menganugerahi Kekayaan
- المَانِعُ (Al-Māni'): Maha Mencegah
- الضَّارُّ (Adh-Dhārr): Maha Penentu Bahaya
- النَّافِعُ (An-Nāfi'): Maha Memberi Manfaat
- النُّورُ (An-Nūr): Maha Bercahaya
- الهَادِي (Al-Hādī): Maha Pemberi Petunjuk
- البَدِيعُ (Al-Badī'): Maha Pencipta Keindahan Tanpa Tandingan
- البَاقِي (Al-Bāqī): Maha Kekal Abadi
- الوَارِثُ (Al-Wārits): Maha Mewarisi
- الرَّشِيدُ (Ar-Rasyīd): Maha Cendekia
- الصَّبُورُ (Ash-Shabūr): Maha Sabar
Manfaat Membaca Asmaul Husna
Mengutip buku Hukum-Hukum Seputar Asmaul Husna karya Brilly El-Rasheed, terdapat sepuluh kekuatan dan manfaat dahsyat yang dirasakan hamba dalam melanggengkan Asmaul Husna. Berikut di antaranya:
- Membuka peluang besar terkabulnya doa sesuai permohonan.
- Memperbaiki akhlak dan budi pekerti.
- Menjadi wasilah masuk ke dalam surga.
- Mendatangkan rida Allah SWT.
- Memperlancar berbagai urusan hidup.
- Menjadi sarana penyembuh dari penyakit lahir maupun batin.
- Menstabilkan kondisi batin dan ketenangan jiwa.
- Meningkatkan derajat di hadapan Allah dan manusia.
- Menghindarkan diri dari perbuatan maksiat.
- Menghapus efek buruk dari dosa-dosa yang telah lalu.
Cara Mengamalkan Asmaul Husna
Masih mengacu sumber yang sama, Brilly El-Rasheed menjelaskan sepuluh kekuatan tersebut dapat diraih melalui tata cara wirid dan doa lisan berikut:
- Membaca sekali susunan Asmaul Husna dari Nabi lalu berdoa setelahnya atau sebelumnya.
- Membaca susunan Asmaul Husna berkali-kali lalu berdoa setelahnya atau sebelumnya.
- Membaca sebagian Asmaul Husna dalam satu rangkaian sebanyak satu kali, lalu langsung memanjatkan doa.
- Membaca rangkaian sebagian Asmaul Husna berulang kali hingga ribuan kali, baru berdoa sebelum atau sesudahnya.
- Membaca satu nama Asmaul Husna sekali disertai permohonan doa.
- Membaca satu nama Asmaul Husna ribuan kali baru kemudian berdoa.
- Membaca satu nama Asmaul Husna ribuan kali murni berniat zikir tanpa diiringi permohonan doa.
- Membaca rangkaian Asmaul Husna murni berniat zikir.
- Menuliskan Asmaul Husna, baik untuk disimpan secara rapi maupun dijadikan pajangan pengingat.
- Membaca Asmaul Husna yang terdapat dalam paket ayat doa atau doa ma'tsur dari Nabi, baik sekali maupun ribuan kali.
