Sholawat Ibrahimiyah dalam Tahiyat Akhir, Bacaan yang Benar dan Artinya

Sholawat Ibrahimiyah dalam Tahiyat Akhir, Bacaan yang Benar dan Artinya

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Selasa, 22 Sep 2026 15:30 WIB
Portrait of muslim man praying to god inside the mosque
Ilustrasi membaca Sholawat Ibrahimiyah dalam tahiyat akhir salat. (Foto: Getty Images/leolintang)
Jakarta -

Sholawat Ibrahimiyah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bacaan tahiyat akhir dalam salat. Tahiyat ini termasuk rukun qauli (ucapan).

Sholawat Ibrahimiyah yang dibaca dalam tahiyat akhir berisi pujian dan doa keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya.

Sholawat ini memiliki kedudukan paling tinggi karena menjadi satu-satunya sholawat yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya, dan menjadi bacaan penting dalam salat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Sholawat Ibrahimiyah dalam Tahiyat Akhir

Merujuk buku Shalawat Populer karya Tuan Guru Suhaidi Ghazali, berikut lafal Sholawat Ibrahimiyah yang sahih dengan teks Arab-Latin dan terjemahannya:

ADVERTISEMENT

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَّعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَآلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلَ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Allaahumma shalli 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa shallaita 'alaa ibraahiima wa aali ibrahiim, wa baarik 'alaa muhammadin wa 'alaa aali muhammad, kamaa baarakta 'alaa ibraahiima wa aali ibraahiim, fīl 'aalamiina innaka hamiidum majiid

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah limpahkan kepada Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah berkahi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

Keutamaan Sholawat Ibrahimiyah

Masih dalam sumber yang sama, Imam Nawawi berkata, Sholawat Ibrahimiyah merupakan bentuk sholawat paling utama yang punya banyak manfaat jika dibaca setiap hari dengan istikamah. Bila memiliki keinginan besar untuk menunaikan ibadah haji, perbanyaklah membaca sholawat ini.

Bila sedang berada dalam keadaan yang menakutkan dan menghadapi musuh, bacalah sholawat ini sebanyak 7 kali setiap akan menghadapinya. Jika menginginkan kedudukan yang lebih tinggi dan memiliki hajat, bacalah sholawat ini sebanyak 40 kali secara istiqamah setiap hari.

Dijelaskan dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq, membaca sholawat kepada Nabi SAW pada saat tasyahud akhir berlandaskan pada hadits dari Abu Mas'ud al-Badari.

Basyir bin Sa'ad bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, Allah SWT telah memerintahkan kepada kami untuk membaca sholawat untukmu, lalu bagaimana kami membacanya?"

Rasulullah SAW menjawab, "Ucapkan 'Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim, fīl 'alamana innaka hamidum majid' kemudian bacalah salam sebagaimana yang telah kamu ketahui." (HR Muslim dan Ahmad)

Sejarah dan Makna Sholawat Ibrahimiyah

Mengutip buku Analisa Sejarah Nabi Muhammad SAW oleh Iwan Kurniawan, penyebutan Nabi Ibrahim AS dalam sholawat menyimpan ikatan tauhid dan historis yang sangat mendalam. Nabi Ibrahim AS merupakan sosok bapak para nabi. Dari garis keturunan Ismail putra Nabi Ibrahim AS lahir Nabi Muhammad SAW sebagai penggenap risalah kenabian.

Menghubungkan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Ibrahim AS dalam tahiyat akhir adalah simbol kesinambungan mata rantai ajaran tauhid yang murni. Selain itu, sebagai bentuk ijabah atas doa Nabi Ibrahim AS ribuan tahun silam di lembah Makkah, yang memohon kepada Allah SWT agar mengutus seorang rasul dari kalangan anak cucunya untuk membimbing umat manusia.

Adapun dengan melafazkan Sholawat Ibrahimiyah berarti menyambung jalur spiritual yang lurus dan panjang dari Nabi Ibrahim AS hingga Nabi Muhammad SAW, menapak dalam ruang kehendak Allah SWT yang teratur dan saling menyapa, serta memanjatkan doa agar seluruh umat tidak saling menghancurkan, tetapi kembali pada Tuhan Semesta Alam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads