Melaksanakan sholat jenazah merupakan salah satu ibadah yang hukumnya fardhu kifayah. Sholat ini dilakukan untuk mendoakan orang yang telah meninggal agar mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta dilapangkan kuburnya.
Di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah, tata cara sholat jenazah merujuk pada putusan Majelis Tarjih dan Tajdid yang termaktub dalam Himpunan Putusan Tarjih. Tuntunan tersebut bersandar pada hadits-hadits yang dinilai sahih dan makbul, mulai dari posisi berdiri, niat, hingga bacaan doa pada setiap takbir.
Tata Cara Sholat Jenazah Muhammadiyah
Mengutip laman Muhammadiyah, Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Himpunan Putusan Tarjih menjelaskan tata cara sholat jenazah sebagai berikut:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Niat Ikhlas karena Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda, "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan." (HR. Bukhari)
Adapun lafaz niat yang umum dibaca, mengutip dari buku Qiraah dan Ibadah dalam Keperawatan karya Ita Yuanita, yaitu:
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Laki-laki
أُصَلِّي عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzal-mayyiti arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (laki-laki) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Niat Sholat Jenazah untuk Mayit Perempuan
أُصَلِّي عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيرَاتٍ (اِمَامًا / مَأْمُوْمًا) فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli 'ala hadzihil-mayyitati arba'a takbiratin (imaman/ma'muman) fardha kifayatin lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat atas jenazah (perempuan) ini empat kali takbir (menjadi imam/makmum) fardhu kifayah karena Allah Ta'ala."
Takbir Pertama
Membaca ta'awudz lalu membaca surah Al Fatihah sebagai berikut:
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ ٧
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm(i). Al-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn(a). Ar-raḥmānir-raḥīm(i). Māliki yaumid-dīn(i). Iyyāka na'budu wa iyyāka nasta'īn(u), Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a). Ṣirāṭal-lażīna an'amta 'alaihim, gairil-magḍūbi 'alaihim wa laḍ-ḍāllīn(a).
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Bimbinglah kami ke jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat."
Takbir Kedua
Membaca sholawat sebagai berikut:
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَالِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَالِ إِبْرَاهِيْمَ. إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shollaita 'ala Ibroohim wa 'ala aali Ibrohim, wa baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa baarokta 'ala Ibrohim wa 'ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid
Artinya: "Ya Allah, semoga sholawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Seperti rahmat yang tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahilah berkah atas nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia di seluruh alam."
Takbir Ketiga
Membaca doa untuk jenazah yang berbunyi:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Allahummagfir lahuu warhamhu wa'fu 'anhu wa akrim nuzulahuu wa wassi' madhkhalahuu waghsilhu bil maa-i-wats-tsalji walbaradi wa naqqihii minal-khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul-abyadhu minad-danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihii wa ahlan khairan min ahlihii wa raujan khairan min zaujihi waqihii fitnatal-qabri wa'adzaaban-naar
Artinya: "Ya Allah ampunilah dia dan kasihanilah dia, sejahterakan dia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskan lah tempat tinggalnya, bersihkan lah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkan lah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan ganti lah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan ganti lah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan pelihara lah ia dari siksa kubur dan azab api neraka,"
Takbir Keempat
Membaca doa untuk jenazah dengan bacaan berikut:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا ، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا ، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا ، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ ، اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ ، وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ
Allahummghfir li-hayyina wa mayyitina- wa-sya-hidina waghaibina wa-shaghi-rina-wa-kabi-ri-na wa dzakarina wa untsa-na- Alla-hum-ma man ahyaytahu- minna fa ahyihi- 'alal isla-m wa man tawaffaitahu minna-fa tawaffahu- 'alal i-man. Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinna ba'dahu
Artinya : "Ya Allah, ampunilah kami baik yang masih hidup maupun yang telah mati, yang hadir maupun yang ghaib, kecil atau besar, lelaki atau perempuan. Ya Allah, siapa saja di antara kami yang engkau hidupkan , hidupkanlah dia menurut islam dan siapa saja yang engkau matikan, matikanlah dia dengan iman. Ya a Allah, janganlah Engkau halangi kami untuk memperoleh pahalanya dan janganlah Engkau uji kami sepeninggalnya."
Salam
Mengucap salam dengan sempurna ke kanan lalu ke kiri dengan membaca,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Artinya: "Semoga Allah melimpahkan keselamatan, rahmat, dan keberkahan untukmu."
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Sholat Jenazah
Masih mengutip sumber yang sama, ada beberapa hal yang hendaknya dilakukan dalam pelaksanaan sholat jenazah:
Lebih Utama Dilaksanakan Berjemaah dalam Tiga Baris
Sebagaimana sabda Nabi SAW dari Malik bin Hubarah, "Tidaklah seorang mukmin yang meninggal lalu ada sekelompok orang yang mensholatinya sampai tiga shaf kecuali pasti dia diampuni." (HR. Ahmad)
Posisi Imam dalam Sholat Jenazah
Dalam pelaksanaan sholat jenazah, posisi imam dibedakan berdasarkan jenis kelamin jenazah. Imam berdiri di arah kepala jenazah laki-laki, sedangkan untuk jenazah perempuan, imam berdiri di arah perut atau pusarnya.
Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Ghalib Al-Khayyat. Ia menceritakan bahwa dirinya melihat Anas bin Malik RA menyalatkan jenazah laki-laki dengan berdiri di dekat kepalanya. Setelah jenazah tersebut diangkat, datang jenazah seorang wanita dari Quraisy atau Anshar. Anas kemudian berdiri di dekat pusar jenazah wanita tersebut.
Al-'Ala' bin Ziyad Al-'Adawi yang melihat perbedaan posisi tersebut kemudian bertanya kepada Anas, apakah demikian cara Rasulullah SAW berdiri ketika menyalatkan jenazah. Anas menjawab, "Iya." (HR. Ahmad)
Membaca Doa dengan Suara Lembut
Bacaan doa dalam sholat jenazah dilafalkan dengan suara yang lembut. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Umamah:
"Sesungguhnya sunnah di dalam sholat jenazah adalah membaca Al-Fatihah pada takbir pertama dengan suara lembut, kemudian bertakbir tiga kali dan salam di akhir sholat." (HR. Nasa'i)
