- Tata cara manasik haji untuk anak TK 1. Memakai Pakaian Ihram 2. Mengenalkan Niat Haji dan Bacaan Talbiyah 3. Simulasi Wukuf di Arafah 4. Mengenalkan Mabit di Muzdalifah 5. Simulasi Melontar Jumrah 6. Mengenalkan Tahallul 7. Simulasi Tawaf di Miniatur Ka'bah 8. Simulasi Sai 9. Mengenalkan Tawaf Wada
Manasik haji menjadi salah satu cara mengenalkan ibadah haji kepada anak sejak usia dini. Kegiatan ini biasanya dilakukan di lingkungan sekolah, termasuk taman kanak-kanak (TK), dengan membuat simulasi sederhana menggunakan miniatur Ka'bah, tempat sai, hingga lokasi lempar jumrah.
Dalam pelaksanaannya, manasik haji anak TK dibuat lebih sederhana dan disesuaikan dengan usia mereka. Karena sifatnya simulasi, jarak dan jumlah putaran pada beberapa praktik dapat disederhanakan oleh sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tata cara manasik haji untuk anak TK
Dirangkum dari buku Saya Bisa Manasik Haji karya A. Latif Usman dan buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah yang disusun oleh Kemenag RI, berikut rangkaian tata cara manasik haji untuk anak TK:
1. Memakai Pakaian Ihram
Tahapan pertama adalah mengenalkan anak dengan pakaian ihram.
Anak laki-laki dapat mengenakan dua lembar kain putih sebagai pakaian ihram. Sementara anak perempuan dapat menggunakan pakaian yang menutup aurat, seperti gamis dan kerudung.
Dalam kegiatan manasik, guru dapat menjelaskan bahwa ihram bukan sekadar pakaian putih. Ihram merupakan keadaan ketika seseorang mulai memasuki rangkaian ibadah haji dengan niat kepada Allah SWT.
2. Mengenalkan Niat Haji dan Bacaan Talbiyah
Setelah mengenakan pakaian ihram, anak-anak diajarkan mengenal niat haji. Untuk kegiatan TK, guru dapat membimbing anak membaca secara bersama-sama.
Niat haji:
نَوَيْتُ الحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin: Nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat haji dan berihram karena Allah Ta'ala."
Setelah itu, anak-anak dapat diperkenalkan dengan bacaan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Arab latin: Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu. Aku sambut panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu."
3. Simulasi Wukuf di Arafah
Tahapan berikutnya adalah mengenalkan wukuf di Arafah.
Dalam ibadah haji sebenarnya, wukuf dilakukan di Arafah pada 9 Zulhijah. Jemaah berdiam di Arafah untuk berdoa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Untuk manasik anak TK, guru dapat menyediakan area yang menjadi simbol Arafah. Anak-anak kemudian diajak duduk atau berdiri dengan tertib sambil berdoa dan membaca talbiyah.
4. Mengenalkan Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, anak-anak dikenalkan dengan tahapan mabit di Muzdalifah.
Mabit berarti bermalam atau berada di Muzdalifah pada waktu yang telah ditentukan dalam rangkaian haji. Dalam pelaksanaan manasik TK, tahap ini cukup diperkenalkan secara sederhana.
Guru dapat menjelaskan bahwa setelah wukuf di Arafah, jemaah menuju Muzdalifah. Di sana jemaah antara lain mempersiapkan kerikil yang nantinya digunakan untuk melontar jumrah.
5. Simulasi Melontar Jumrah
Berikutnya adalah praktik melontar jumrah.
Dalam manasik anak TK, guru dapat menyediakan miniatur tempat jumrah. Media yang digunakan sebaiknya aman, misalnya menggunakan bola kecil, gulungan kertas, atau benda lain yang tidak membahayakan anak.
Anak-anak kemudian diarahkan melempar secara bergantian dan tertib.
Guru dapat menjelaskan bahwa dalam ibadah haji yang sebenarnya terdapat tiga jamrah, yaitu Jamrah Ula, Jamrah Wusta, dan Jamrah Aqabah.
6. Mengenalkan Tahallul
Setelah rangkaian tertentu dalam haji, anak-anak dikenalkan dengan tahallul.
Tahallul ditandai dengan mencukur atau memotong rambut. Dalam kegiatan manasik anak TK, praktik ini dapat dilakukan secara simbolis sesuai kebijakan sekolah.
Guru dapat menjelaskan bahwa tahallul menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian haji dan berkaitan dengan berakhirnya sebagian atau seluruh larangan ihram sesuai tahapan tahallul yang dilakukan.
7. Simulasi Tawaf di Miniatur Ka'bah
Tahapan berikutnya adalah tawaf.
Tawaf merupakan ibadah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dalam pelaksanaan haji yang sebenarnya. Dalam manasik anak TK, tawaf dilakukan dengan mengelilingi miniatur Ka'bah yang telah disiapkan sekolah.
Karena kegiatan ini merupakan simulasi untuk anak-anak, sekolah dapat menyesuaikan jumlah putaran dengan kondisi dan kemampuan peserta.
Anak-anak dapat diajarkan memulai tawaf dengan menghadap arah Hajar Aswad sambil membaca:
بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ
Bismillahi wallahu akbar.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar."
8. Simulasi Sai
Setelah tawaf, anak-anak diperkenalkan dengan sai.
Sai adalah berjalan bolak-balik antara Bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali dalam pelaksanaan haji atau umrah yang sebenarnya. Perjalanan dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
Dalam kegiatan manasik TK, sekolah dapat membuat dua tanda yang mewakili Safa dan Marwah. Anak-anak kemudian berjalan dari satu titik ke titik lainnya secara berurutan.
9. Mengenalkan Tawaf Wada
Tahap berikutnya adalah mengenalkan tawaf wada atau tawaf perpisahan.
Dalam pelaksanaan haji sebenarnya, tawaf wada dilakukan sebelum jemaah meninggalkan Makkah. Untuk kegiatan anak TK, tahap ini dapat dilakukan dengan mengelilingi miniatur Ka'bah secara simbolis.
Guru dapat menjelaskan kepada anak bahwa tawaf wada menjadi bentuk perpisahan dengan Baitullah sebelum jemaah meninggalkan Makkah.
Manasik haji untuk anak TK merupakan simulasi atau peragaan, bukan pelaksanaan ibadah haji yang sebenarnya. Karena itu, kegiatan dapat dibuat menyenangkan, sederhana, dan disesuaikan dengan kemampuan anak.
