5 Situs Arkeologi Kuno di Arab Saudi yang Menyimpan Jejak Peradaban

5 Situs Arkeologi Kuno di Arab Saudi yang Menyimpan Jejak Peradaban

Devi Setya - detikHikmah
Kamis, 03 Sep 2026 09:30 WIB
Hegra atau Madain Saleh
Foto: Royal Commission for AlUla
Jakarta -

Arab Saudi tidak hanya dikenal sebagai tempat berdirinya kota suci Makkah dan Madinah. Di balik hamparan gurun yang luas, negara ini juga menyimpan berbagai situs arkeologi kuno yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban manusia.

Jejak tersebut dapat ditemukan dalam bentuk makam batu, reruntuhan kota kuno, prasasti, lukisan cadas, sumur, hingga bekas jalur perdagangan yang pernah menghubungkan berbagai wilayah di Jazirah Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah situs bahkan telah masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Hingga 2024, Arab Saudi memiliki delapan properti yang tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, termasuk Hegra, Kawasan Budaya Ḥimā, Seni Cadas di Wilayah Hail, serta Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw.

Berikut lima situs arkeologi kuno di Arab Saudi yang menyimpan jejak penting peradaban masa lalu.

ADVERTISEMENT

1. Hegra, Kota Kuno Peradaban Nabatea

Hegra atau Al-Hijr, yang juga dikenal dengan nama Mada'in Saleh, merupakan salah satu situs arkeologi paling terkenal di Arab Saudi.

Dilansir dari laman resmi Unesco, situs ini berada di kawasan AlUla, wilayah barat laut Arab Saudi. Hegra menjadi situs pertama di Arab Saudi yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 2008.

UNESCO menyebut Hegra sebagai situs terbesar yang masih terpelihara dari peradaban Nabatea di sebelah selatan Petra, Yordania.

Daya tarik utama Hegra adalah makam-makam monumental yang dipahat langsung pada batu pasir. Terdapat 111 makam monumental di kawasan tersebut dan 94 di antaranya memiliki fasad yang dihiasi.

Makam-makam itu sebagian besar berasal dari sekitar abad pertama sebelum Masehi hingga abad pertama Masehi. Ukuran dan detail pahatan pada bagian depan makam menunjukkan kemampuan arsitektur masyarakat Nabatea pada masa itu.

Selain makam, Hegra juga menyimpan sumur, prasasti, dan gambar cadas. Bukti tersebut memperlihatkan bahwa kawasan ini bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi bagian dari kehidupan masyarakat yang berkembang di jalur perdagangan kuno.

2. Dadan, Kota Kuno di AlUla

Masih berada di kawasan AlUla, terdapat situs kuno Dadan yang menyimpan jejak peradaban berbeda dari Hegra.

Dadan merupakan kota kuno yang berkembang di jalur perdagangan dupa. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting untuk memahami kehidupan masyarakat di barat laut Jazirah Arab sebelum kejayaan Nabatea.

UNESCO menyebut AlUla sebagai persimpangan berbagai kebudayaan. Kawasan tersebut telah menjadi tempat berlangsungnya berbagai peradaban sejak periode Neolitik hingga masa Romawi dan Ottoman. AlUla juga berada di jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Jazirah Arab dengan peradaban besar di Timur dan Barat.

Dadan menarik perhatian karena peninggalannya tidak hanya berupa struktur bangunan. Prasasti yang ditemukan di kawasan tersebut memberikan informasi mengenai bahasa, masyarakat, kepercayaan, serta hubungan perdagangan pada masa lalu.

3. Jabal Ikmah, Perpustakaan Terbuka di Pegunungan

Tidak jauh dari kawasan Dadan terdapat Jabal Ikmah. Situs ini memiliki karakter berbeda karena kekayaan utamanya tersimpan dalam bentuk tulisan yang dipahat pada permukaan batu.

Jabal Ikmah kerap disebut sebagai "perpustakaan terbuka" karena memiliki konsentrasi prasasti kuno yang sangat kaya.

Menurut UNESCO, Jabal Ikmah memiliki hampir 300 prasasti yang menggunakan berbagai bahasa dan sistem tulisan kuno, termasuk Aram, Dadanitik, Tsamudik, dan Minaik. Pada batu-batu di kawasan tersebut juga ditemukan bentuk-bentuk awal tulisan Arab.

4. Kawasan Budaya Ḥima

Jika ingin melihat jejak manusia yang jauh lebih tua, Kawasan Budaya Ḥimā di wilayah Najran menjadi salah satu tempat yang menarik.

Situs ini berada di kawasan pegunungan yang gersang di barat daya Arab Saudi. Ḥimā berada di salah satu jalur kafilah kuno Jazirah Arab dan menyimpan koleksi seni cadas serta prasasti yang menggambarkan kehidupan manusia selama sekitar 7.000 tahun.

Gambar-gambar yang ditemukan di batu menggambarkan berbagai hal, mulai dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga aktivitas berburu.

Situs ini juga memiliki sumber air kuno. Sumur Bi'r Ḥima diperkirakan telah digunakan setidaknya selama 3.000 tahun dan hingga kini masih menghasilkan air. Karena berada di jalur perdagangan kuno, sumur tersebut menjadi tempat penting bagi para kafilah yang melintasi kawasan gurun.

5. Al-Faw, Kota Kuno di Jalur Perdagangan

Situs berikutnya adalah Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw di bagian selatan Arab Saudi.

Al-Faw memiliki sejarah yang sangat panjang. Kawasan ini menyimpan bukti keberadaan manusia sejak periode Paleolitik dan Neolitik hingga masa pra-Islam akhir.

Di lokasi tersebut ditemukan berbagai peninggalan, mulai dari alat batu, struktur batu, gundukan pemakaman, prasasti, pahatan cadas, benteng, kawasan permukiman, hingga sistem pengelolaan air.

Salah satu bagian terpentingnya adalah reruntuhan kota kuno Qaryat al-Faw.

Qaryat al-Faw memiliki kawasan permukiman, pusat perdagangan, makam, benteng atau tempat persinggahan kafilah, serta sebuah oasis yang didukung sistem irigasi.

Keberadaan sistem pengairan tersebut menunjukkan kemampuan masyarakat masa lalu dalam mengelola sumber daya air di lingkungan yang kemudian berkembang menjadi salah satu kawasan gurun paling kering di dunia.

Pada 2024, Lanskap Budaya Kawasan Arkeologi Al-Faw resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.



(dvs/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads