Komite Pakta Pertahanan Makkah Rapat Perdana, Ini yang Dibahas

Komite Pakta Pertahanan Makkah Rapat Perdana, Ini yang Dibahas

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Senin, 31 Agu 2026 14:45 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berfoto bersama setelah menandatangani perjanjian pertahanan bersama di Mekkah, Arab Saudi, pada 7 Agustus 2026.
Presiden Turki Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif usai menandatangai Pakta Pertahanan Makkah, 7 Agustus 2026.Foto: via REUTERS/Saudi Press Agency
Jakarta -

Para petinggi Turki, Arab Saudi, dan Pakistan akan menggelar pertemuan pertama sejak disetujuinya Perjanjian Pertahanan Makkah awal Agustus lalu. Berikut agendanya.

Menurut sumber yang dilansir Reuters, pertemuan ini akan berlangsung di Istanbul, Turki hari ini, Senin (31/8). Ini akan menjadi pertemuan pertama ketiga petinggi negara yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Makkah.

Pembentukan Komite Strategis dan Pertahanan Gabungan

Dilansir Al Jazeera, pertemuan di Istanbul ini digelar untuk membentuk komite strategis politik dan pertahanan gabungan. Pihak Turki menyatakan pertemuan ini akan dihadiri oleh menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan kepala staf dari ketiga negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan agenda tersebut akan mencakup isu-isu keamanan internasional, serta diskusi mengenai peningkatan kerja sama dan kemampuan militer pertahanan.

Prinsip Perjanjian Pertahanan Makkah

Perjanjian Pertahanan Makkah dirancang serupa dengan prinsip pertahanan NATO: serangan terhadap satu anggota dapat dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Pembentukan aliansi ini dipicu oleh eskalasi perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

Aliansi ini menggabungkan kekuatan strategis di tiga kawasan tergabung, yakni Turki sebagai kekuatan militer kedua di NATO, Pakistan sebagai satu-satunya negara muslim yang memiliki senjata nuklir, dan Arab Saudi sebagai produsen minyak terbesar di dunia.

Peluang Ekspansi Aliansi

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan Mesir berpotensi bergabung dengan aliansi perjanjian tersebut. Sama halnya dengan Bangladesh yang menyatakan bahwa mereka secara aktif mempertimbangkan untuk bergabung dengan aliansi tersebut.

Tak hanya itu, potensi ekspansi aliansi ini dipantau ketat oleh India. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan New Delhi akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads