Tanda-Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi di Zaman Nabi Muhammad SAW

Tanda-Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi di Zaman Nabi Muhammad SAW

Hanif Hawari - detikHikmah
Kamis, 27 Agu 2026 05:45 WIB
ilustrasi kiamat
ilustrasi kiamat (Foto: Lucas Pezeta/Pexels)
Jakarta -

Hari kiamat merupakan janji Allah SWT yang pasti terjadi dan menjadi penanda berakhirnya seluruh kehidupan di alam semesta. Meskipun waktu pastinya merupakan rahasia Ilahi, Rasulullah SAW telah mengabarkan berbagai tanda kedatangannya sebagai peringatan bagi umat manusia agar senantiasa membenahi diri dan memperkuat ketaatan.

Dalam ajaran Islam, tanda-tanda hari akhir secara umum dikelompokkan menjadi dua kategori utama, yakni tanda-tanda kecil (shughra) dan tanda-tanda besar (kubra).

Pembagian Tanda-Tanda Kiamat: Shughra dan Kubra

Mengutip buku Nihayatul 'Alam karya Dr. Muhammad al-'Areifi yang diterjemahkan oleh Zulfi Askar, serta tulisan Prof. Dr. H. Munawir K. dari UIN Alauddin yang berjudul "TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN: Renungan, Hikmah, dan Solusi Islami", tanda-tanda kiamat memiliki dua fase perkembangan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Tanda-Tanda Kecil (Shughra/Ashgar)

Tanda-tanda ini muncul lebih awal dan berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu yang panjang. Banyak di antaranya telah terjadi sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat, sementara sebagian lainnya terus berlangsung hingga era modern-seperti maraknya fenomena pembangunan gedung pencakar langit dan sikap bermegah-megahan.

2. Tanda-Tanda Besar (Kubra)

Tanda-tanda besar merupakan peristiwa luar biasa yang akan terjadi secara berurutan dalam waktu yang sangat berdekatan menjelang hancurnya alam semesta.

ADVERTISEMENT

Dalam kitab An-Nihayah karya Ibnu Katsir terjemahan Anshori Umar Sitanggal dan Imron Hasan serta buku Huru-Hara Hari Kiamat, diriwayatkan dari Abu Syarihah Hudzaifah bin Usaid RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Kiamat tidak akan terjadi sebelum kamu melihat sepuluh tanda: terbitnya matahari dari barat, asap (dukhan), keluar binatang melata (dabbah), keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, turunnya Nabi Isa bin Maryam, munculnya Dajjal, tiga kali gempa (di timur, barat, dan Jazirah Arab), serta keluarnya api dari jurang di Aden yang menggiring manusia atau mengumpulkan manusia. Api itu menginap bersama mereka di malam hari, dan tetap menyala menunggui tidur mereka di siang hari." (HR. Muslim)

Daftar Tanda Kiamat yang Sudah dan Sedang Terjadi

Berdasarkan rangkuman dari karya Dr. Muhammad al-'Areifi, Ibnu Katsir, serta berbagai riwayat hadits shahih, berikut adalah rentetan tanda kiamat kecil yang dicatat telah terjadi sejak zaman Rasulullah SAW hingga yang dapat disaksikan dalam kehidupan modern:

  1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir penutup para nabi.
  2. Wafatnya Nabi Muhammad SAW.
  3. Peristiwa terbelahnya bulan sebagai mukjizat di masa Rasulullah SAW.
  4. Wafatnya para sahabat Nabi SAW yang menandai berakhirnya generasi terbaik Islam.
  5. Penaklukan negeri Mesir oleh pasukan muslimin.
  6. Runtuhnya Kekaisaran Persia dan Romawi tanpa pernah bangkit kembali.
  7. Wafatnya Khalifah Umar bin Khattab RA akibat dibunuh.
  8. Ujian dan fitnah berat yang menimpa Khalifah Utsman bin Affan RA hingga gugur.
  9. Masa Kekhalifahan Islam yang hanya berlangsung 30 tahun setelah Rasulullah wafat, kemudian berganti menjadi sistem kerajaan.
  10. Perdamaian dua kelompok muslim yang berselisih melalui peran Hasan bin Ali RA.
  11. Meluasnya wilayah kekuasaan Islam hingga ke dataran India dan Sungai Indus.
  12. Terjadinya peperangan antara kaum muslimin dengan bangsa Turki.
  13. Munculnya api besar di wilayah Hijaz (Madinah) yang menerangi leher-leher unta di Bushra.
  14. Penaklukan Kota Suci Baitul Maqdis (Yerusalem).
  15. Merebaknya wabah penyakit menular yang memakan banyak korban.
  16. Banyak timbul fitnah dan kekacauan di tengah-tengah masyarakat.
  17. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi modern (seperti satelit).
  18. Pecahnya perang saudara di antara kaum muslimin, seperti Perang Shiffin.
  19. Kemunculan kelompok Khawarij yang mudah mengkafirkan sesama muslim.
  20. Banyak nabi palsu yang bermunculan mengaku mendapat wahyu setelah Rasulullah SAW wafat.
  21. Masa ketika masyarakat merasakan keamanan dan kemakmuran harta yang melimpah.
  22. Munculnya pemimpin dari kalangan anak-anak atau orang yang belum matang.
  23. Terjadinya pertempuran lanjutan dengan bangsa Turki.
  24. Bermunculannya pemimpin zalim yang menindas rakyatnya.
  25. Maraknya peristiwa pembunuhan tanpa alasan yang jelas (Al-Haraj).
  26. Lenturnya sifat jujur dan semakin langkanya amanah dalam bermasyarakat.
  27. Umat Islam kembali mengekor dan meniru adat gaya hidup bangsa-bangsa terdahulu.
  28. Budak wanita melahirkan tuannya (terbaliknya kedudukan dan adab).
  29. Fenomena wanita berpakaian tetapi sejatinya telanjang (membuka aurat).
  30. Masyarakat yang dahulunya miskin dan tidak beralas kaki berlomba-lomba mendirikan gedung megah dan tinggi.
  31. Pengucapan salam yang hanya diberikan kepada orang yang dikenal saja.
  32. Aktivitas perdagangan dan pasar berkembang sangat pesat di mana-mana.
  33. Para istri ikut campur dan mendominasi urusan niaga suami.
  34. Monopoli pasar oleh kelompok pedagang tertentu yang mempermainkan harga.
  35. Kebohongan dan kebiasaan berdusta menjadi hal yang lumrah.
  36. Banyaknya kesaksian palsu dalam urusan hukum dan sosial.
  37. Merebaknya sifat kikir dan enggan berbagi rezeki.
  38. Mulai terputusnya tali silaturahmi antar-keluarga.
  39. Perbuatan keji dan maksiat dilakukan secara terang-terangan.
  40. Orang jujur dituduh pendusta, sementara pendusta justru dipercaya.
  41. Orang berkedudukan hina dan fasik menggantikan posisi orang-orang terhormat.
  42. Masyarakat tidak lagi peduli pada batasan halal dan haram dalam mencari harta.
  43. Harta bersama dan fasilitas umum dikuasai serta dinikmati sekelompok orang kaya saja.
  44. Titipan harta/barang dianggap sebagai milik pribadi oleh penerimanya.
  45. Orang-orang merasa berat dan enggan untuk mengeluarkan zakat.
  46. Ilmu agama dipelajari demi tujuan duniawi dan gelar semata, bukan karena Allah SWT.
  47. Suami patuh dan takut kepada istri, namun berani durhaka kepada ibu kandungnya.
  48. Seseorang lebih mengutamakan teman-teman pergaulannya dibanding orang tua sendiri.
  49. Masjid-masjid diwarnai keributan dan hilangnya rasa khusyuk.
  50. Orang-orang fasik memegang kendali pemerintahan dan kekuasaan.
  51. Kepemimpinan diserahkan kepada orang yang tidak berkompeten (bukan ahlinya).
  52. Seseorang dihormati dan disegani hanya karena takut akan kejahatan dan kezalimannya.
  53. Perbuatan zina dianggap hal biasa dan tidak lagi mendatangkan rasa malu.
  54. Pakaian sutra dipakai secara bebas oleh kaum laki-laki.
  55. Minuman keras dan khamar dikonsumsi terang-terangan tanpa rasa takut akan dosa.
  56. Musik dan alat-alat musik diterima secara luas hingga dianggap halal.
  57. Banyak orang yang mengharapkan kematian karena beratnya beban hidup dan fitnah.
  58. Tiba masa di mana seseorang beriman di pagi hari, namun berubah menjadi kafir di sore hari.
  59. Masjid-masjid dibangun secara sangat megah dan mewah, namun sepi dari jamaah dan keikhlasan.
  60. Rumah-rumah tempat tinggal dibangun secara sangat indah dan berlebihan.
  61. Seringnya terjadi petir, halilintar, dan bencana alam.
  62. Tersebarnya karya tulis dan literatur secara masif.
  63. Kelancaran berbicara dan kelicikan lebih diandalkan untuk mengais rezeki ketimbang kejujuran.
  64. Banyak buku selain Al-Qur'an yang lebih sering dibaca dan dipelajari.
  65. Banyak orang pandai membaca Al-Qur'an, namun keberadaan ulama sejati yang mengamalkan ilmu semakin berkurang.
  66. Ilmu diambil dari orang-orang yang belum matang (penuntut ilmu pemula), sehingga memicu penafsiran yang keliru.
  67. Banyak terjadi kasus kematian mendadak tanpa tanda penyakit yang jelas.
  68. Terpilihnya pemimpin-pemimpin jahil yang tidak paham syariat.
  69. Waktu terasa berjalan sangat cepat dan berlalu begitu singkat.
  70. Orang-orang yang tidak berilmu (Ruwaibidhah) berani berbicara memberi fatwa atas nama masyarakat luas.
  71. Orang yang paling bahagia dengan kehidupan dunia adalah orang yang hina dan buruk tabiatnya (Luka' bin Luka').
  72. Masjid tidak lagi diagungkan, melainkan sekadar dijadikan perlintasan jalan.
  73. Mahar pernikahan yang awalnya sangat mahal berubah menjadi murah atau tidak bernilai.
  74. Barang dan hewan berharga (seperti kuda perang) kehilangan nilai pentingnya.
  75. Pasar-pasar dibangun berdekatan satu sama lain.
  76. Umat Islam dikepung dan diserang oleh berbagai bangsa dunia yang bersatu melawannya.
  77. Masyarakat saling menunjuk dan enggan untuk menjadi imam sholat.
  78. Mimpi orang-orang beriman semakin sering menjadi kenyataan.
  79. Penipuan dalam transaksi dan kehidupan sehari-hari menjadi hal yang umum.
  80. Perselisihan antar individu maupun kelompok mudah meletus hanya karena dipicu masalah sepele.
  81. Sering terjadinya gempa bumi di berbagai belahan dunia.
  82. Jumlah populasi wanita meningkat drastis melebihi jumlah laki-laki.
  83. Jumlah kaum laki-laki semakin sedikit akibat perang dan berbagai faktor.
  84. Kemaksiatan dan pelanggaran agama dilakukan secara terbuka tanpa rasa takut.
  85. Ayat-ayat Al-Qur'an diperjualbelikan demi meraih keuntungan materi duniawi.
  86. Pola hidup berlebihan dan makanan melimpah membuat banyak orang mengalami obesitas.
  87. Kesaksian orang jujur diabaikan dan tidak dipercayai lagi.
  88. Banyak orang mengabaikan nazar dan janji yang telah diucapkan kepada Allah SWT.
  89. Kelompok yang kuat dan berkuasa sewenang-wenang menindas kaum yang lemah.
  90. Hukum dan syariat Allah SWT diabaikan dalam tata kehidupan masyarakat.
  91. Populasi bangsa Romawi (Eropa/Barat) bertambah banyak, sedangkan keberadaan bangsa Arab semakin menyusut.

Solusi Menyikapi Tanda-Tanda Akhir Zaman

Menghadapi fenomena akhir zaman, umat Islam diajarkan untuk tidak bersikap panik atau putus asa. Sebaliknya, setiap penanda yang disampaikan oleh Rasulullah SAW hendaknya dijadikan bahan introspeksi diri (muhasabah).

Beberapa langkah penting yang disarankan oleh para ulama antara lain:

  • Memperkuat Akidah dan Pengetahuan Agama: Menuntut ilmu syar'i agar mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan di tengah maraknya fitnah.
  • Meningkatkan Kualitas Ibadah: Menjaga sholat, membiasakan dzikir, serta membaca Al-Qur'an sebagai benteng benteng spiritual.
  • Bertaubat Sebelum Terlambat: Memohon ampun atas segala dosa sebelum pintu taubat ditutup saat matahari terbit dari barat.
  • Menjaga Ukhuwah Islamiyah: Saling merangkul, membantu sesama, dan mempererat silaturahmi untuk memperkuat benteng sosial di tengah krisis moral.

Wallahu a'lam bish-shawab.



(hnh/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads