QS At-Taubah Ayat 105: Arab, Latin, Arti dan Kandungannya

QS At-Taubah Ayat 105: Arab, Latin, Arti dan Kandungannya

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Minggu, 23 Agu 2026 12:00 WIB
Wanita membaca Al-Quran.
Ilustrasi Al-Qur'an. Foto: RDNE Stock Project/Pexels
Jakarta -

Surat At-Taubah ayat 105 berisi tentang pekerjaan serta amal perbuatan yang dilakukan manusia di dunia. Allah SWT menegaskan seluruh perbuatan itu Dia saksikan dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

At-Taubah sendiri memiliki makna Pengampunan. Kata At-Taubah disebutkan berulang kali dalam surat tersebut.

Surat At-Taubah adalah surat ke-9 dan diturunkan di Madinah. Jumlah keseluruhan ayat dalam surat ini adalah 129 ayat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bacaan Surat At-Taubah Ayat 105

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

ADVERTISEMENT

Wa quli'malụ fa sayarallāhu 'amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā 'ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta'malụn

Artinya: "Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Isi Kandungan Surat At Taubah Ayat 105

Menurut Tafsir Kementerian Agama RI, surat At Taubah ayat 105 membahas tentang anjuran bekerja keras dengan pekerjaan yang bermanfaat. Jika sudah begitu, Allah SWT akan memberi penghargaan atas hal itu.

Selain anjuran bekerja keras, surat At Taubah ayat 105 juga menjelaskan tentang perintah Allah SWT terhadap rasul-Nya untuk mengatakan kepada kaum muslimin yang ingin bertobat bisa dengan bersedekah, mengeluarkan zakat serta beramal saleh sebanyak mungkin.

"Akhirnya mereka akan dikembalikan-Nya ke alam akhirat, akan diberikannya kepada mereka ganjaran atas amal-amal yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia," bunyi Tafsir Kemenag RI pada surat At-Taubah ayat 105.

Melalui surat At-Taubah ayat 105 juga terkandung peringatan keras terhadap mereka yang menyalahi perintah agama. Amal perbuatannya akan ditampakkan di hadapan rasul dan umat Islam saat kiamat.

Pada momen itu, terbukalah semua aib-aib mereka karena terbukti amal kebajikan yang dilakukannya hanya sedikit. Sebaliknya, dosa dari kejahatan-kejahatan mereka sangat banyak.

Sementara itu, Sayyid Quthb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur'an Edisi Istimewa Jilid 11 yang diterjemahkan As'ad Yasin dkk mengatakan bahwa surat At-Taubah ayat 105 menyinggung tentang tanda kesungguhan tobat orang-orang yang tidak ikut berperang. Tanda tersebut adalah amal yang tampak oleh Allah SWT dan kaum mukminin.

Adapun, Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir Al Mishbah menafsirkan surat At-Taubah ayat 105 menyebut Allah SWT dan Rasulullah serta orang-orang mukmin akan melihat seluruh perbuatan yang dilakukan atas orang-orang semasa menjalani hidup di dunia. Mereka akan menimbangnya dengan timbangan keimanan dan bersaksi atas segala perbuatan itu.

Setelah mati, semua akan dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui lahir dan batin. Semua akan diberikan ganjaran atas perbuatan. Allah SWT memberi tahu segala hal yang kecil dan besar dari seluruh perbuatan selama di dunia.

Ayat ini berisikan perintah untuk beramal saleh. Walaupun tobat telah diperoleh tetapi waktu yang telah diisi dengan kedurhakaan tidak mungkin kembali lagi. Manusia telah mengalami kerugian atas waktu yang telah berlalu tanpa diisi oleh kebajikan. Itu perlu giat melakukan kebajikan agar kerugian tidak terlalu besar.

Quraish Shihab juga menyebut surat At Taubah ayat 105 mendorong manusia lebih mawas diri dan mengawasi amal atau pekerjaan mereka. Allah SWT mengingatkan mereka bahwa setiap amal baik dan buruk memiliki hakikat yang tidak dapat disembunyikan karena disaksikan oleh Allah SWT.

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 105

Tidak ada asbabun nuzul atau sebab khusus diturunkannya surat At-Taubah ayat 105. Menurut buku Konseling Qur'ani yang disusun Cholil, ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya yaitu 102-104.

Pada ayat sebelumnya yaitu 102-104, Allah SWT menganjurkan bertobat dan melakukan kegiatan nyata antara lain membayar zakat dan bersedekah. Lalu, pada surat At Taubah ayat 105 Allah SWT memerintahkan untuk melakukan aktivitas lain baik itu nyata maupun bersembunyi.

Imam Suyuthi dalam kitabnya Lubabun Nuqul fii Asbaabin Nuzul yang diterjemahkan Andi Muhammad Syahril dan Yasir Maqasid menjelaskan usai berperang, Rasulullah SAW bertanya, "Siapakah orang-orang yang terikat di tiang ini?"

Ada seseorang menjawab, "Mereka adalah Abu Lubabah dan teman-temannya yang tidak ikut berperang. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan ikatan tersebut, kecuali Rasulullah sendiri yang melepaskannya."

Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, "Aku tidak akan melepaskan mereka kecuali jika diperintahkan oleh Allah SWT."

Oleh karena itu, Allah SWT menurunkan surat At Taubah ayat 102. Nabi Muhammad SAW lalu melepaskan dan memaafkan mereka.

Setelah dibebaskan oleh Nabi Muhammad SAW, Abu Lubabah dan 9 temannya menghadap sang rasul. Mereka menyatakan akan menyedekahkan hartanya tetapi ditolak oleh Nabi Muhammad SAW, lalu turunlah surat At Taubah ayat 103.



(aeb/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads